Jerawat Batu: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kesalahan yang Harus Dihindari
RAU - Tuesday, 30 June 2026 | 03:05 PM


Jerawat batu merupakan salah satu jenis jerawat yang paling sering menimbulkan rasa nyeri. Benjolan biasanya terasa keras, kemerahan, muncul di bawah permukaan kulit, dan tidak memiliki "mata" seperti jerawat biasa.
Selain mengganggu penampilan, jerawat batu juga membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan memiliki risiko lebih tinggi meninggalkan bekas apabila tidak ditangani dengan benar.
Apa Itu Jerawat Batu?
Jerawat batu atau cystic acne adalah bentuk jerawat yang terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri sehingga memicu peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam.
Karena peradangannya terjadi di bawah permukaan kulit, jerawat batu biasanya terasa nyeri saat disentuh, tampak membengkak, dan sulit dihilangkan dalam waktu singkat.
Penyebab Jerawat Batu
Tidak ada satu penyebab tunggal yang memicu jerawat batu. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus, seperti:
1. Produksi Minyak Berlebih
Kelenjar minyak yang terlalu aktif dapat menyumbat pori-pori sehingga memudahkan terbentuknya jerawat.
2. Perubahan Hormon
Jerawat batu sering muncul saat masa pubertas, menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau akibat kondisi hormonal tertentu.
3. Bakteri Penyebab Jerawat
Bakteri Cutibacterium acnes (dahulu dikenal sebagai Propionibacterium acnes) dapat berkembang di dalam pori-pori yang tersumbat dan memicu peradangan.
4. Faktor Genetik
Jika orang tua memiliki riwayat jerawat berat, risiko mengalami jerawat batu juga dapat meningkat.
5. Stres
Stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi dapat memengaruhi hormon sehingga memperburuk kondisi yang sudah ada.
Apakah Makanan Menyebabkan Jerawat Batu?
Hingga kini, hubungan antara makanan dan jerawat masih terus diteliti.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan dan minuman tinggi gula, serta pada sebagian orang produk susu, dapat memperburuk jerawat. Namun, efeknya tidak sama pada setiap individu.
Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah ada jenis makanan tertentu yang tampaknya memicu jerawat pada diri sendiri.
Jangan Memencet Jerawat Batu
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memencet jerawat batu.
Karena letaknya berada di lapisan kulit yang lebih dalam, tindakan ini justru dapat:
- Memperparah peradangan.
- Menyebabkan infeksi.
- Memperlambat proses penyembuhan.
- Meningkatkan risiko munculnya bekas kehitaman maupun jaringan parut (acne scars).
Membiarkan jerawat sembuh secara alami atau mendapat penanganan yang tepat merupakan pilihan yang jauh lebih aman.
Cara Mengatasi Jerawat Batu
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi peradangan pada jerawat batu.
Kompres Dingin
Kompres dingin selama beberapa menit dapat membantu meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa nyeri.
Gunakan Produk yang Tepat
Produk yang mengandung benzoyl peroxide, salicylic acid, atau adapalene dapat membantu mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis kulit dan petunjuk pemakaian agar tidak menimbulkan iritasi.
Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Membersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut dapat membantu menjaga kebersihan kulit tanpa merusak lapisan pelindungnya.
Hindari Menyentuh Wajah Terlalu Sering
Kebiasaan menyentuh atau menggaruk jerawat dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
Terapkan Pola Hidup Sehat
Tidur yang cukup, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh dapat membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jerawat batu sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit apabila:
- Jumlahnya banyak.
- Sangat nyeri.
- Tidak membaik setelah beberapa minggu menggunakan perawatan yang sesuai.
- Sering kambuh.
- Mulai meninggalkan bekas yang dalam.
Dokter dapat memberikan terapi yang lebih efektif, seperti obat oles resep, antibiotik, terapi hormonal pada kondisi tertentu, suntikan kortikosteroid untuk jerawat yang sangat meradang, hingga obat oral seperti isotretinoin pada kasus jerawat berat. Penggunaan isotretinoin harus berada di bawah pengawasan dokter karena memiliki efek samping dan memerlukan pemantauan khusus.
Cara Mencegah Jerawat Batu
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat batu:
- Cuci wajah secara rutin tanpa menggosok terlalu keras.
- Gunakan produk perawatan wajah yang berlabel non-comedogenic atau tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Hindari tidur dengan riasan yang belum dibersihkan.
- Jangan memencet jerawat.
- Jaga pola makan dan istirahat yang cukup.
- Kelola stres dengan baik.
Kesimpulan
Jerawat batu merupakan jenis jerawat yang muncul akibat peradangan pada lapisan kulit yang lebih dalam sehingga terasa nyeri dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Penanganan yang tepat, kesabaran, dan perawatan kulit yang sesuai merupakan kunci utama untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mengurangi risiko terbentuknya bekas jerawat.
Apabila jerawat terasa semakin parah, sering kambuh, atau mulai meninggalkan jaringan parut, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, jerawat batu dapat dikendalikan dan kesehatan kulit tetap terjaga.
Next News

Cacar Air pada Orang Dewasa: Apakah Bisa Terkena? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
in 6 hours

Kolesterol Tinggi: Penyebab, Gejala, Bahaya, dan Cara Menurunkannya
in 6 hours

Tubuh Mudah Lelah? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Waspada
in 6 hours

Kenapa Jari Berbunyi 'Krek' Saat Ditekuk? Benarkah Bisa Menyebabkan Radang Sendi?
in 6 hours

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Hambar? Bukan Salah Koki, Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Kenapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal? Ternyata Penyebabnya Bukan Gigitannya, Melainkan Reaksi Tubuh Sendiri
in 5 hours

Waxing: Manfaat, Jenis, Persiapan, dan Tips Perawatan Kulit Setelah Waxing
in 5 hours

Kentang: Manfaat, Kandungan Gizi, dan Fakta Menarik di Balik Umbi yang Mendunia
in 5 hours

Mentega: Mengenal Manfaat, Perbedaan dengan Margarin, dan Alasan Rasanya Lebih Istimewa
in 4 hours

Durian, Si Raja Buah yang Dicintai dan Dibenci: Mengapa Aromanya Begitu Kontroversial?
in 4 hours





