Kenapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal? Ternyata Penyebabnya Bukan Gigitannya, Melainkan Reaksi Tubuh Sendiri
RAU - Tuesday, 30 June 2026 | 03:13 PM


Hampir semua orang pernah digigit nyamuk.
Awalnya hanya terasa seperti tusukan kecil. Namun beberapa menit kemudian muncul bentol yang gatalnya bisa bertahan berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Tak sedikit orang yang langsung menggaruknya hingga kulit memerah atau terluka.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat gigitan nyamuk terasa sangat gatal?
Ternyata, penyebabnya bukan karena kulit ditusuk, melainkan karena reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap air liur nyamuk.
Hanya Nyamuk Betina yang Menggigit
Fakta pertama yang cukup mengejutkan adalah tidak semua nyamuk menggigit manusia.
Yang mengisap darah hanyalah nyamuk betina.
Darah dibutuhkan sebagai sumber protein untuk membantu perkembangan telurnya.
Sementara itu, nyamuk jantan hanya mengonsumsi nektar bunga dan cairan tumbuhan.
Apa yang Terjadi Saat Nyamuk Menggigit?
Saat hinggap di kulit, nyamuk menggunakan alat mulut yang sangat tipis untuk mencari pembuluh darah.
Sebelum mulai mengisap darah, nyamuk menyuntikkan sedikit air liur ke dalam kulit.
Air liur tersebut mengandung zat yang membantu mencegah darah membeku sehingga nyamuk dapat makan dengan lebih mudah.
Nah, di sinilah masalahnya dimulai.
Tubuh mengenali protein dalam air liur nyamuk sebagai benda asing.
Sistem imun kemudian melepaskan histamin, yaitu zat yang berperan dalam reaksi alergi.
Histamin membuat pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke area gigitan. Akibatnya muncul bentol, kemerahan, dan rasa gatal.
Mengapa Ada Bentol?
Bentol sebenarnya merupakan tanda bahwa sistem imun sedang bekerja.
Cairan dari pembuluh darah berkumpul di jaringan sekitar gigitan sehingga terbentuk benjolan kecil.
Pada sebagian orang, bentol hanya kecil dan cepat hilang.
Namun pada orang lain, bentol bisa lebih besar karena respons imun yang lebih kuat.
Kenapa Ada Orang yang Lebih Sering Digigit?
Pernah merasa selalu menjadi "sasaran empuk" nyamuk?
Ternyata ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.
Di antaranya:
karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas;
suhu tubuh yang lebih hangat;
aroma tubuh tertentu;
keringat yang mengandung asam laktat;
ibu hamil cenderung lebih sering digigit karena menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan memiliki suhu tubuh sedikit lebih tinggi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemilik golongan darah O tampaknya lebih sering didatangi nyamuk dibanding golongan darah lain. Namun, faktor ini bukan satu-satunya penentu.
Benarkah Darah Manis Disukai Nyamuk?
Istilah "darah manis" sebenarnya bukan istilah medis.
Hingga kini belum ada bukti bahwa kadar gula dalam darah membuat seseorang lebih disukai nyamuk.
Yang lebih berpengaruh justru adalah aroma tubuh, suhu kulit, karbon dioksida yang diembuskan, dan senyawa kimia alami pada kulit.
Kenapa Gatal Bertambah Saat Digaruk?
Menggaruk memang terasa melegakan sesaat karena mengalihkan sinyal gatal ke otak.
Namun, jika dilakukan terus-menerus, kulit bisa mengalami luka kecil sehingga peradangan bertambah.
Akibatnya, rasa gatal justru bertahan lebih lama dan risiko infeksi meningkat.
Cara Meredakan Gigitan Nyamuk
Jika digigit nyamuk, beberapa langkah berikut dapat membantu:
jangan menggaruk bentol;
kompres dingin selama 10–15 menit;
gunakan losion atau krim antigatal bila diperlukan;
cuci area gigitan dengan sabun dan air bersih;
jika reaksi sangat berat, segera periksakan diri ke dokter.
Kapan Harus Waspada?
Sebagian besar gigitan nyamuk tidak berbahaya.
Namun segera cari pertolongan medis bila muncul:
sesak napas;
bengkak pada wajah atau bibir;
demam tinggi;
bentol sangat besar disertai nyeri hebat;
tanda infeksi seperti keluar nanah.
Selain menyebabkan gatal, beberapa jenis nyamuk juga dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah, malaria, chikungunya, dan virus Zika.
Karena itu, mencegah gigitan nyamuk jauh lebih penting daripada hanya mengobati rasa gatalnya.
Rasa gatal akibat gigitan nyamuk bukan disebabkan oleh tusukan nyamuk itu sendiri.
Penyebab utamanya adalah reaksi sistem imun terhadap air liur yang disuntikkan nyamuk saat mengisap darah.
Semakin kuat respons tubuh, semakin besar pula bentol dan rasa gatal yang muncul.
Karena itu, cara terbaik mengatasinya bukan dengan menggaruk, melainkan meredakan peradangan dan mencegah gigitan sejak awal.
Next News

Kebiasaan Membawa Tas Terlalu Berat dan Dampaknya
in 4 hours

Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut, Apakah Berbahaya?
in 4 hours

Kebiasaan Menggigit Kuku, Apa Dampaknya?
in 4 hours

Kebiasaan Bersyukur dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental
in 3 hours

Kebiasaan Duduk dengan Postur yang Benar
in 2 hours

Kebiasaan Membawa Botol Minum Sendiri dan Manfaatnya
in 2 hours

Kebiasaan Berjalan Kaki Setelah Makan, Apakah Bermanfaat?
in 2 hours

Mengapa Berdiri Sesekali Saat Bekerja Itu Penting?
in 2 hours

Kebiasaan Naik Tangga yang Baik untuk Kebugaran
in 2 hours

Tidur Terlalu Larut, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
in 2 hours





