Sabtu, 27 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Melewatkan Makan karena Sibuk? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Liaa - Saturday, 27 June 2026 | 01:37 AM

Background
Sering Melewatkan Makan karena Sibuk? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kesibukan bekerja, kuliah, atau menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari sering membuat banyak orang lupa atau sengaja melewatkan waktu makan. Tidak sedikit yang menganggap menunda makan sebagai hal biasa demi menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan jika dilakukan secara berulang.

Tubuh membutuhkan asupan nutrisi secara teratur untuk menghasilkan energi dan menjaga fungsi organ tetap bekerja dengan baik. Ketika waktu makan sering dilewatkan, tubuh tidak memperoleh bahan bakar yang cukup sehingga berbagai sistem di dalamnya dapat terganggu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga berpotensi meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Mengapa Tubuh Membutuhkan Jadwal Makan yang Teratur?

Makanan merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat diubah menjadi glukosa sebagai bahan bakar, sementara protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral berperan dalam memperbaiki jaringan, menjaga daya tahan tubuh, serta mendukung fungsi organ.

Jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama, kadar gula darah dapat menurun. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, stamina, hingga suasana hati.

Risiko Sering Melewatkan Makan

1. Tubuh Mudah Lelah dan Kehabisan Energi

Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah tubuh menjadi lemas dan cepat lelah. Tanpa asupan makanan yang cukup, tubuh kekurangan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.



Akibatnya, pekerjaan terasa lebih berat, produktivitas menurun, dan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan tenaga.

2. Sulit Berkonsentrasi

Otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi utama. Saat kadar gula darah menurun karena terlambat makan, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi dapat ikut terganggu.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang lebih mudah melakukan kesalahan saat bekerja atau belajar.

3. Meningkatkan Risiko Makan Berlebihan

Ironisnya, melewatkan makan justru dapat membuat seseorang makan dalam jumlah lebih banyak pada waktu berikutnya. Rasa lapar yang berlebihan sering mendorong seseorang memilih makanan tinggi kalori, gula, atau lemak.

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko kenaikan berat badan dan obesitas pun dapat meningkat.



4. Gangguan pada Lambung

Lambung tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Jika kebiasaan melewatkan makan terjadi berulang kali, sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti perut terasa perih, kembung, mual, atau nyeri ulu hati, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung.

Meski demikian, penyebab penyakit lambung dapat beragam dan tidak semata-mata disebabkan oleh terlambat makan.

5. Kadar Gula Darah Menjadi Tidak Stabil

Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki diabetes atau berisiko mengalami gangguan metabolisme, melewatkan makan dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia). Gejalanya dapat berupa gemetar, berkeringat, pusing, hingga tubuh terasa lemas.

Menjaga jadwal makan yang teratur membantu tubuh mempertahankan kadar gula darah tetap stabil.

6. Berpotensi Mengurangi Asupan Nutrisi

Sering melewatkan makan membuat tubuh berisiko kekurangan berbagai zat gizi penting. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi daya tahan tubuh, kesehatan tulang, massa otot, hingga proses regenerasi sel.



Karena itu, setiap waktu makan sebaiknya dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

Cara Menghindari Kebiasaan Melewatkan Makan

Kesibukan memang tidak selalu bisa dihindari. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, antara lain:

  • Buat jadwal makan yang teratur dan usahakan mematuhinya.
  • Siapkan bekal dari rumah agar lebih praktis dan bergizi.
  • Sediakan camilan sehat seperti buah, kacang tanpa garam, yogurt, atau biskuit gandum jika belum sempat makan besar.
  • Pasang pengingat di ponsel untuk waktu makan.
  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi kopi sebagai pengganti makanan.
  • Luangkan waktu sekitar 15–20 menit untuk makan dengan tenang tanpa terburu-buru.

Jangan Abaikan Sarapan

Sarapan sering menjadi waktu makan yang paling banyak dilewatkan. Padahal, sarapan membantu mengisi kembali energi setelah tubuh berpuasa selama tidur malam.

Menu sarapan tidak harus mewah. Kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan buah, seperti roti gandum dengan telur atau oatmeal dengan potongan buah, sudah dapat menjadi pilihan yang baik untuk memulai hari.


Melewatkan makan karena sibuk mungkin terlihat sepele, tetapi jika menjadi kebiasaan dapat berdampak pada kesehatan. Tubuh bisa lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, berisiko makan berlebihan, mengalami gangguan lambung, hingga kekurangan nutrisi.



Menjaga jadwal makan yang teratur merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Sesibuk apa pun aktivitas Anda, usahakan tetap menyediakan waktu untuk makan dengan menu bergizi agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk menjalani aktivitas dan tetap terjaga kesehatannya.

Tags