Karhutla Riau Meluas: Capai 16.264 Hektare, Kasus ISPA Meningkat
Laila - Tuesday, 25 August 2026 | 08:45 PM


RIAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus menjadi perhatian. Sejak awal 2026 hingga saat ini, luas wilayah yang terdampak karhutla tercatat mencapai sekitar 16.264 hektare.
Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan menjadi daerah dengan luasan kebakaran paling besar. Selain itu, puluhan titik api masih terpantau di sejumlah wilayah, sementara kondisi diperburuk oleh asap yang terbawa dari provinsi tetangga.
Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, petugas masih melakukan penanganan terhadap sejumlah titik kebakaran, termasuk di Pelalawan, Kampar, dan Kota Pekanbaru. Salah satu lokasi yang masih memiliki titik kebakaran cukup besar berada di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Sementara itu, dokter paru Riau, dr. Indra Yovi, mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Menurutnya, sejumlah titik panas di Sumatera masih terkonsentrasi di Sumatera Selatan dan Jambi, sementara Riau juga masih menghadapi puluhan titik api, khususnya di Pelalawan dan Indragiri Hilir.
Pergerakan angin dari arah selatan ke utara turut membawa asap dari Sumatera Selatan dan Jambi menuju wilayah Riau. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Indra menyebut kondisi kualitas udara di Pelalawan dan Pekanbaru telah masuk kategori tidak sehat. Dampaknya terutama dirasakan pada pagi hari, ketika jarak pandang berkurang, bau asap semakin kuat, dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan.
Ia meminta pemerintah tidak menunggu kondisi semakin parah untuk mengambil langkah penanganan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dinilai perlu memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi meluasnya karhutla dan kabut asap.
Selain penanganan titik api, kesiapan layanan kesehatan juga dinilai penting. Penyediaan fasilitas seperti rumah atau tenda oksigen, ketersediaan obat-obatan, serta layanan kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat terdampak perlu dipersiapkan sebagai langkah antisipasi.
Kekhawatiran juga dirasakan warga Pekanbaru, terutama mereka yang memiliki bayi dan anak kecil. Masyarakat berharap pemerintah dapat bergerak cepat untuk mencegah kondisi kabut asap semakin memburuk dan menjaga kualitas udara tetap aman bagi warga.
Next News

Kapolri Ganti Waka Polda Sumut dan Kapolresta Deliserdang, Ini Namanya
11 hours ago

Penyaluran KUR Sumut Capai Rp11,92 Triliun, Tumbuh 17,73 Persen
12 hours ago

Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026, Bantuan Capai Rp20 Juta per Rumah
3 hours ago

BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan
8 hours ago

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
a day ago

Pemkab Padanglawas Usulkan 11 Desa dan Dusun untuk Program Listrik Perdesaan
a day ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 10 Oktober 2026: 3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan Ringan
a day ago

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
2 days ago

Gus Irawan Ungkap Jejak Intelektual Sanusi Pane, dari Bahasa Persatuan hingga Perjuangan Menjadi Pahlawan Nasional
2 days ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 9 Oktober 2026: Semua Wilayah Rata Diguyur Hujan
2 days ago





