Sabtu, 22 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Malaysia, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup

RAU - Saturday, 22 August 2026 | 09:20 AM

Background
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Malaysia, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup

SARAWAK – Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali berdampak terhadap wilayah Sarawak, Malaysia.

Departemen Pendidikan Sarawak memutuskan menutup sementara 591 sekolah yang tersebar di 10 distrik, yakni Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.

Penutupan dilakukan setelah kualitas udara di sejumlah wilayah mengalami penurunan hingga mencapai kategori tidak sehat.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap sekitar 197.323 pelajar, yang terdiri atas 107.590 murid sekolah dasar dan 89.733 siswa sekolah menengah.

Penutupan sekolah berlangsung selama dua hari sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat.



Pembelajaran Beralih ke Rumah

Meski sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan. Departemen Pendidikan Sarawak menerapkan pembelajaran dan pengajaran berbasis rumah atau PdPR agar proses pendidikan tetap berjalan.

"Pembelajaran dan pengajaran berbasis rumah (PdPR) akan diterapkan selama penutupan untuk memastikan pelajaran berlanjut tanpa gangguan," demikian keterangan Departemen Pendidikan Sarawak yang dikutip Jumat (21/8/2026).

Penutupan tersebut menjadi kali kedua dalam dua pekan terakhir akibat persoalan kabut asap.

Pada pekan sebelumnya, sekolah-sekolah di Serian juga sempat ditutup selama tiga hari setelah indeks polusi udara (API) di wilayah tersebut mencapai lebih dari 200.

API Serian Capai 204

Kondisi kualitas udara kembali memburuk pada Kamis (20/8/2026). API Serian tercatat mencapai 204, yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat.



Sejumlah wilayah lainnya juga mencatat angka API yang cukup tinggi. Kuching berada di angka 195, Samarahan 182, Sri Aman 179, Sarikei 158, sedangkan Sibu mencapai 152.

Berdasarkan klasifikasi API, angka 101-200 masuk kategori tidak sehat, sementara 201-300 dikategorikan sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat mengambil langkah pencegahan, khususnya untuk melindungi kelompok anak-anak dan tenaga pendidik yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Asap Lintas Batas dari Kalimantan

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) memperingatkan kondisi kabut asap masih dapat berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Situasi tersebut berpotensi bertahan apabila aktivitas pembakaran biomassa di luar wilayah Sarawak terus meningkat.



Berdasarkan data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), sebanyak 7.286 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan selama periode 1-19 Agustus 2026. Sementara itu, di wilayah Sarawak tercatat 148 hotspot.

ASMC juga mendeteksi adanya pergerakan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal dari Kalimantan Barat menuju arah utara dan memasuki sebagian wilayah Sarawak bagian barat.

NREB menyebut kondisi titik panas dan kabut asap masih berpotensi meningkat, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan dan memiliki risiko kebakaran tinggi.

Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya berdampak pada wilayah tempat kebakaran terjadi, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kualitas udara hingga melintasi batas negara.