Senin, 5 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi

Laila - Monday, 05 October 2026 | 03:59 PM

Background
Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi

TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) terus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Salah satu wilayah yang diarahkan menjadi percontohan adalah Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman jagung dan penebaran benih ikan di kawasan Air Terjun Damparan, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati H. Gus Irawan Pasaribu.

Sebanyak 5.250 ekor benih ikan ditebar dalam kegiatan tersebut. Benih terdiri dari ikan jurung, ikan mas, ikan tawes dan ikan baung.

Jafar mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya jagung, sebagai salah satu komoditas yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab Tapsel juga berkomitmen membantu kebutuhan masyarakat berupa bibit dan sarana pendukung pertanian.

Ia meminta Kecamatan SDH, termasuk Desa Damparan Haunatas, dapat menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi produktif. Menurutnya, dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan keterlibatan masyarakat dalam mengelola lahan dan menjalankan usaha secara berkelanjutan.



Selain bantuan sarana produksi, pemerintah juga membuka akses pembiayaan bagi kelompok tani melalui KUR Berkah dengan bunga 0 persen untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Pengembangan ekonomi di Damparan tidak hanya berfokus pada jagung dan ikan. Pemkab Tapsel turut mendorong komoditas kopi. Jafar menyebut pihaknya telah mempelajari pengelolaan kopi di Takengon sebagai bahan untuk meningkatkan tata kelola dan produktivitas kopi di Tapsel.

Menurutnya, pengembangan kopi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, perawatan, pengolahan hingga pemasaran agar memberikan nilai tambah bagi petani.

Tokoh masyarakat Damparan, Zona Marpaung, mengatakan masyarakat siap mendukung program jagung, ikan dan kopi. Luas lahan jagung di wilayah tersebut juga meningkat dari sekitar 20 hektare menjadi 28 hektare dan ditargetkan mencapai 35–40 hektare.

Sementara itu, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar mendorong masyarakat mempertahankan pengelolaan lubuk larangan. Selain menjaga kelestarian ikan, pengelolaan tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi dan mendukung pembangunan sosial masyarakat.



Pemkab Tapsel berharap Damparan dapat berkembang sebagai contoh desa yang mampu mengoptimalkan potensi pertanian, perikanan dan perkebunan untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.