Harga Cabai di Sumut Nyaris Rp100 Ribu, Pemprov Ungkap Penyebabnya
RAU - Tuesday, 06 October 2026 | 05:28 PM


SUMATERA UTARA – Harga cabai di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, harga cabai merah sempat berada di kisaran Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram dan mendekati angka Rp100.000 per kilogram.
Sebelumnya, harga cabai merah di Pematangsiantar tercatat sekitar Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi ketika sentra produksi mulai memasuki akhir masa panen dan beralih ke musim tanam.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini mengungkap faktor lain yang dinilai turut menyebabkan kenaikan harga cabai di pasar lokal. Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Evan Botung mengatakan, secara keseluruhan produksi cabai Sumut sebenarnya berada dalam kondisi surplus.
Namun, terdapat kondisi yang dinilai tidak biasa karena sebagian hasil panen dari daerah sentra produksi justru dikirim ke luar Sumatera Utara. Pengiriman tersebut antara lain menuju Provinsi Riau dan Aceh.
Menurut Evan, kondisi itu menyebabkan pasokan cabai yang seharusnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut menjadi berkurang. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara ketersediaan pasokan di pasar lokal dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan Kabupaten Batubara yang sedang memasuki masa panen raya cabai, tetapi pada saat bersamaan masih menghadapi tekanan harga. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk mencari penyebab di balik kenaikan harga yang terjadi.
Pemprov Sumut kemudian melakukan intervensi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan petani binaan. Pemerintah menekankan bahwa kebutuhan cabai di dalam provinsi harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum hasil panen dikirim ke daerah lain.
Evan mengatakan, pengiriman cabai ke luar Sumatera Utara tetap dapat dilakukan apabila kebutuhan masyarakat di dalam daerah telah terpenuhi. Dengan demikian, pasokan lokal diharapkan tidak terganggu akibat tingginya permintaan dari daerah lain.
Selain mengatur pasokan, Pemprov Sumut juga mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan stok dan mengendalikan harga cabai. Salah satunya dilakukan dengan menyerap hasil panen petani lokal.
Melalui BUMD PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ) serta kerja sama dengan sejumlah mitra, hasil panen cabai petani dibeli untuk kemudian disalurkan ke pasar-pasar induk. Beberapa di antaranya adalah Pasar Induk Lau Cih dan pasar MMTC.
Langkah tersebut dilakukan agar hasil produksi petani dapat langsung masuk ke pasar yang membutuhkan sekaligus membantu menjaga ketersediaan cabai bagi masyarakat Sumut.
Pemprov Sumut juga menggandeng Dinas Pertanian dan Bank Indonesia untuk mengedukasi kelompok tani sekaligus mengatur jadwal penanaman cabai. Pengaturan waktu tanam dinilai penting untuk mencegah panen berlangsung pada waktu yang terlalu berdekatan atau justru terjadi kekosongan pasokan.
Dengan jadwal tanam yang lebih teratur, hasil panen diharapkan dapat tersedia secara lebih merata sepanjang tahun. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kelangkaan pasokan yang kemudian mendorong kenaikan harga.
Selain itu, pemerintah menyiapkan dukungan subsidi biaya angkutan untuk membantu menekan ongkos distribusi cabai dari daerah sentra produksi menuju pasar konsumen.
Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar juga akan digelar secara serentak di berbagai kabupaten dan kota. Hingga Desember, setiap kabupaten dan kota ditargetkan melaksanakan kegiatan tersebut sedikitnya dua hingga empat kali.
Upaya pengendalian harga tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten dan kota.
Sementara itu, di Pematangsiantar, Direktur PD Pasar Horas Jaya Bolmen Silalahi sebelumnya mengatakan pihaknya terus mencari pasokan cabai dari sejumlah daerah penyangga, termasuk sentra produksi di Sumatera Utara.
Pihaknya antara lain mendatangi kawasan Karo dan Seribudolok, Kabupaten Simalungun, untuk memperoleh pasokan. Namun, petani di sejumlah sentra produksi telah memasuki akhir masa panen dan mulai melakukan penanaman kembali sehingga ketersediaan cabai siap jual menjadi terbatas.
Kondisi tersebut semakin menantang karena sebagian petani telah memiliki jaringan pengepul masing-masing. Akibatnya, permintaan pedagang dari Pematangsiantar tidak selalu dapat dipenuhi.
Meski demikian, masuknya pasokan cabai dari Aceh dalam beberapa hari terakhir membantu menambah ketersediaan di Pematangsiantar. Harga cabai merah yang sebelumnya sempat mencapai Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram kemudian turun ke kisaran Rp65.000 sampai Rp70.000 per kilogram.
Kepala Bagian Ekonomi Setdako Pematangsiantar Sari DR Damanik menambahkan, TPID juga terus mencari peluang kerja sama dengan daerah penghasil cabai lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga di tingkat pasar.
Pemprov Sumut menyatakan pengamanan pasokan akan terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah juga berupaya menjaga kelancaran distribusi sehingga kenaikan harga cabai tidak memberikan tekanan yang lebih besar terhadap inflasi daerah.
Next News

Pengetatan Pintu Utama Pengamanan Lapas Cibinong Pasca-Skandal Bangunan Non-BMN
2 days ago

Beda Status Hukum dan Verifikasi Nama-Nama yang Diseret dalam Skandal Fasilitas Khusus Lapas Cibinong
2 days ago

Empat Desa di Nias Barat Berpotensi Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026
in 3 hours

Wacana "Satu Data Pemasyarakatan": Solusi Sistemik Mencegah Berulangnya Skandal Lapas Cibinong
2 days ago

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi
a day ago

Kapolda Sumut Diganti, Kapolri Percayakan Brigjen Pol Sonny Irawan
a day ago

Prakiraan Cuaca Sumut 5 Oktober 2026, Potensi Hujan Terjadi Sore Hari
a day ago

Kemenimipas Kantongi Identitas Penghuni Hunian Mewah Lapas Cibinong, Penyelidikan Berlanjut
3 days ago

Perkuat Pengamanan Perimeter Rutan Depok, Kemenimipas Buka Ruang Koordinasi Bersama TNI-Polri
2 days ago

Menelisik Dinamika Perilaku dan Risiko Lingkungan Sosial Pasca-Insiden Video Viral Rutan Depok
2 days ago





