Hampir Setahun Pascabanjir, Pembangunan Tanggul di Tukka Tapteng Mulai Bergerak
RAU - Tuesday, 25 August 2026 | 12:57 PM


TAPANULI TENGAH – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai melakukan langkah konkret dalam penanganan tanggul sungai di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Proyek pembangunan tanggul tersebut baru memasuki tahap pelaksanaan setelah Pemprov Sumut melakukan penandatanganan kontrak dengan pihak kontraktor. Pekerjaan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi potensi luapan sungai dan mencegah terjadinya banjir kembali di kawasan yang terdampak bencana pada 2025 lalu.
Plt Dinas Sumber Daya Air Sumatera Utara Gibson Panjaitan mengatakan, kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada pekan sebelumnya. Saat ini, proses mobilisasi alat berat menuju lokasi proyek sedang dilakukan.
Menurut Gibson, penanganan kawasan sungai juga dilakukan dengan melibatkan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BBWS). Kolaborasi tersebut difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami luapan sungai.
Alat berat telah ditempatkan di sejumlah lokasi sebagai bagian dari langkah awal penanganan aliran sungai dan pengurangan risiko luapan.
Pembangunan tanggul di Hutanabolon merupakan bagian dari rencana penanganan sejumlah wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah. Selain kawasan Tukka, pembangunan tanggul juga direncanakan di wilayah Kecamatan Sibuluan Indah.
Sebelumnya, pekerjaan pembangunan tanggul tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026. Namun, pelaksanaan di lapangan baru memasuki tahap kontrak dan mobilisasi pada Agustus 2026.
Selain pembangunan tanggul permanen oleh pemerintah provinsi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan pembangunan Sabo Dam sebagai bagian dari upaya penanganan aliran material dan air dari kawasan hulu.
Pembangunan Sabo Dam tersebut hingga kini masih dalam proses. Sementara itu, pembangunan tanggul permanen di kawasan Tukka menggunakan metode sheet pile.
Sheet pile merupakan struktur berupa lembaran atau dinding vertikal yang ditanam ke dalam tanah untuk membantu menahan tekanan lateral tanah maupun air. Struktur tersebut diharapkan dapat memperkuat tebing sungai dan membantu mengurangi risiko luapan.
Nilai anggaran keseluruhan pembangunan tanggul permanen tersebut diperkirakan berada pada kisaran Rp90 miliar hingga Rp100 miliar.
Pembangunan berbagai infrastruktur pengendali aliran sungai ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan permukiman dan mengurangi potensi terjadinya banjir susulan di wilayah Tapanuli Tengah.
Next News

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
8 hours ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
8 hours ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
in an hour

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
in 26 minutes

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
a day ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
17 hours ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
18 hours ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
a day ago

Gus Irawan Ajak Warga Saipar Dolok Hole Perangi Narkoba dan Rentenir, Dorong Pengajian Jadi Kekuatan Bangkitkan Ekonomi
2 days ago

Gus Irawan Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Kekerasan Anak, dan Ketidakadilan Gender, Kunci Wujudkan Tapsel Layak Anak
2 days ago





