Harga Sayuran di Pasar Medan Mulai Turun, Cabai Merah Tembus Rp58 Ribu per Kilogram
RAU - Friday, 11 September 2026 | 09:41 AM


MEDAN – Harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kota Medan mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat melonjak akibat terbatasnya pasokan. Kondisi tersebut terpantau pada Kamis (10/9/2026).
Penurunan harga terjadi ketika pasokan sayuran yang masuk ke Kota Medan mulai bertambah. Kondisi ini membuat harga beberapa komoditas kembali stabil setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.
Situasi tersebut juga terjadi setelah wilayah Tanah Karo yang menjadi salah satu daerah pemasok sayuran ke Medan terdampak erupsi Gunung Sinabung. Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini tidak membuat harga mayoritas sayuran di pasar tradisional mengalami lonjakan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, seperti Pasar Peringgan, Pasar Medan Johor, dan Pasar Kwala Bekala, beberapa jenis sayuran masih berada pada harga yang relatif stabil. Komoditas tersebut antara lain kentang, kol, sawi putih, terong ungu, wortel, tomat, dan sejumlah sayuran lainnya.
Salah seorang pedagang di Pasar Peringgan, Mak Dewa, mengatakan harga sayuran mulai banyak mengalami penurunan seiring meningkatnya pasokan yang masuk ke Medan.
Menurutnya, komoditas yang masih menjadi perhatian adalah cabai merah karena harganya tetap tinggi dibandingkan sejumlah sayuran lainnya.
Di lapaknya, cabai merah dijual sekitar Rp58.000 per kilogram. Sementara cabai rawit kampung mencapai Rp65.000 per kilogram dan cabai caplak super berada di kisaran Rp70.000 per kilogram.
"Cabai di lapak kami Rp58.000, cabai rawit kampung Rp65.000 dan cabai caplak super Rp70.000 per kilogram," ujar Mak Dewa.
Ia mengaku sempat khawatir erupsi Gunung Sinabung akan berdampak terhadap pasokan sayuran dari Tanah Karo. Namun, hingga saat ini kondisi harga sayuran masih relatif terkendali.
Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Tomat yang sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 per kilogram kini sekitar Rp18.000 per kilogram. Brokoli yang sebelumnya dijual Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram turun menjadi sekitar Rp18.000.
Sementara itu, harga kentang berada di sekitar Rp10.000 per kilogram, bunga kol Rp10.000 per kilogram, dan jipang kecil sekitar Rp8.000 per kilogram.
Berbeda dengan sayuran, harga bawang merah justru mengalami kenaikan tipis. Komoditas tersebut naik dari sekitar Rp26.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.
Penurunan harga sejumlah sayuran turut memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.
Tina, warga Jalan Kunyit yang berbelanja di Pasar Peringgan, mengatakan dirinya cukup terbantu dengan turunnya beberapa harga sayuran. Namun, tingginya harga cabai dan sejumlah kebutuhan pangan lainnya masih menjadi beban bagi masyarakat.
Ia menyebut harga ayam, ikan, sayuran, hingga cabai masih cukup tinggi sehingga membuat pengeluaran rumah tangga semakin sulit dikendalikan.
"Kami ibu rumah tangga dan semua warga pastinya berharap semua harga kebutuhan pokok dan yang lainnya bisa kembali normal," harapnya.
Masyarakat berharap pasokan bahan pangan ke Kota Medan semakin lancar sehingga harga berbagai kebutuhan dapur dapat kembali stabil dan lebih terjangkau.
Next News

Kabut Asap Selimuti Sumut, 7 Penerbangan di Bandara Kualanamu Delay
13 hours ago

BMKG: Asap Terdeteksi di Seluruh Sumatera Utara, Jarak Pandang Menurun
9 hours ago

Tapanuli Utara Berpotensi Kabut/Asap, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (14/10)
13 hours ago

Medan Fashion Culture Festival 2026 Angkat Inovasi Ulos dan Promosikan Desainer Lokal
a day ago

Pengguna Vape Narkotika di Sumut Didominasi Remaja Usia 15–20 Tahun
2 days ago

Impor Bahan Bakar Mineral dan Plastik ke Sumut Turun pada Juli 2026
2 days ago

Sumut Dapat 15.011 Kuota Bedah Rumah pada 2026, Daerah Diminta Percepat Realisasi
a day ago

BMKG: Kualitas Udara Sumut Sedang hingga Tidak Sehat akibat Sebaran Asap
a day ago

BNNP Sumut Soroti Pengguna Vape Narkotika dari Kalangan Remaja, Prevalensi Narkoba Jadi Perhatian
a day ago

Impor Bahan Bakar Mineral ke Sumut Turun 28 Persen pada Juli 2026
a day ago





