Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah? Ini Penjelasannya
Tata - Wednesday, 02 September 2026 | 09:00 AM


Menjaga gula darah tetap terkendali merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes. Meski demikian, penderita diabetes tidak selalu harus menghilangkan makanan manis seperti es krim dan frozen yogurt dari menu sehari-hari.
Keduanya masih dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang selama jumlahnya dibatasi. Pertanyaannya, ketika harus memilih antara frozen yogurt dan es krim, mana yang cenderung memberikan respons gula darah lebih baik?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana anggapan bahwa frozen yogurt pasti lebih sehat.
Frozen yogurt dan pengaruhnya terhadap gula darah
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika memilih frozen yogurt, terutama jumlah gula, protein, dan lemak.
Sebagai contoh, sekitar setengah cangkir frozen yogurt rasa vanila mengandung kurang lebih 17 gram gula, 3 gram protein, dan 4 gram lemak. Kandungan tersebut menunjukkan bahwa frozen yogurt tidak otomatis menjadi pilihan rendah gula hanya karena berbahan dasar yogurt.
Menurut ahli diet Gina Hassick, frozen yogurt umumnya memiliki kadar lemak lebih rendah dibandingkan es krim. Namun, produsen dapat menambahkan gula dalam jumlah cukup banyak untuk mengurangi rasa asam dari kultur yogurt serta menghasilkan rasa dan tekstur yang lebih sesuai.
Kondisi tersebut dapat menjadi perhatian bagi orang yang perlu menjaga kadar gula darah. Frozen yogurt rendah lemak tetapi tinggi gula pada sebagian produk berpotensi membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat.
Meski begitu, frozen yogurt masih dapat dinikmati dengan memilih produk yang kandungan gulanya lebih rendah dan memperhatikan topping. Tambahan kacang dapat memberikan protein dan lemak sehat, sedangkan buah beri seperti raspberry atau blackberry dapat menambah serat.
Bagaimana dengan es krim?
Dalam ukuran sekitar setengah cangkir, es krim umumnya mengandung sekitar 7 gram lemak dan 14 gram gula. Artinya, pada contoh tersebut, es krim memiliki lemak lebih tinggi tetapi gula sedikit lebih rendah dibandingkan frozen yogurt.
Kandungan lemak yang lebih tinggi tidak selalu berarti buruk dalam konteks respons gula darah. Lemak dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga proses penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat.
Karena itu, es krim dengan kandungan lemak penuh dalam porsi tertentu justru dapat menghasilkan peningkatan gula darah yang lebih bertahap dibandingkan frozen yogurt rendah lemak yang memiliki kandungan gula serupa atau lebih tinggi.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti es krim merupakan makanan sehat atau bebas risiko bagi gula darah. Jumlah yang dikonsumsi tetap menjadi faktor penting.
Es krim masih dapat dimasukkan dalam pola makan seimbang apabila porsinya dikendalikan dan disesuaikan dengan asupan makanan lainnya. Menambahkan kacang atau buah juga dapat membantu meningkatkan kandungan protein dan serat.
Jadi, frozen yogurt atau es krim?
Jika hanya melihat komposisi gizi dari beberapa produk, es krim dapat memiliki sedikit keunggulan dalam hal respons gula darah karena kandungan lemaknya cenderung lebih tinggi dan gula sedikit lebih rendah pada contoh yang dibandingkan.
Namun, kesimpulan tersebut tidak berlaku untuk seluruh produk. Setiap merek dan varian dapat memiliki komposisi gula, lemak, serta protein yang berbeda.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan label "frozen yogurt" atau "es krim" ketika memilih makanan. Periksa tabel informasi nilai gizi, terutama jumlah gula dan ukuran porsinya.
Porsi tetap menjadi kunci
Jenis makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan gula darah. Jumlah yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh.
Satu porsi kecil es krim dapat memberikan respons yang berbeda dibandingkan semangkuk besar frozen yogurt yang dilengkapi saus, sirup, biskuit, atau topping manis lainnya.
Respons tubuh setiap orang juga tidak sama. Bagi orang yang menggunakan continuous glucose monitor (CGM), pemantauan kadar gula setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu mengetahui bagaimana tubuh masing-masing merespons makanan tersebut.
Jadi, daripada langsung menganggap frozen yogurt selalu lebih aman, perhatikan kandungan gula, lemak, protein, topping, ukuran porsi, dan respons tubuh sebelum menentukan pilihan.
Next News

Mengapa Mie Ayam yang Sudah Dingin Cenderung Menggumpal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
13 hours ago

Gelembung di Permukaan Kolam Bisa Menjadi Petunjuk Adanya Gas yang Terlepas
13 hours ago

Warna Hijau pada Air Tidak Selalu Menandakan Air Tersebut Bersih, Ini Penjelasannya
13 hours ago

Panorama Gurun Tidak Selalu Berwarna Cokelat, Ada yang Memiliki Nuansa Merah
13 hours ago

Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
13 hours ago

Mengapa Gelas Kaca Terkadang Mengeluarkan Bunyi Nyaring saat Diisi Air? Ini Penjelasannya
13 hours ago

Gelas Kaca Bisa Pecah saat Dituangi Air Panas, Ini Penyebabnya
13 hours ago

Mengapa Tulisan di Cermin Terlihat Terbalik dari Kiri ke Kanan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
13 hours ago

Pemandangan Sawah Bertingkat Menunjukkan Cara Manusia Beradaptasi dengan Alam
13 hours ago

Mengapa Pemandangan Pegunungan Terlihat Berlapis saat Dilihat dari Kejauhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
13 hours ago





