Bunion (Hallux Valgus): Benjolan di Pangkal Jempol Kaki yang Bisa Mengganggu Aktivitas
Tata - Saturday, 14 February 2026 | 04:49 AM


Bunion dalam istilah medis disebut Hallux valgus, yaitu deformitas progresif pada sendi metatarsophalangeal pertama (sendi pangkal jempol kaki). Kondisi ini terjadi ketika tulang metatarsal pertama bergeser ke arah dalam, sementara jempol kaki terdorong ke arah jari kedua. Akibatnya, terbentuk benjolan tulang yang tampak menonjol di sisi dalam kaki.
Menurut penjelasan dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, bunion berkembang secara bertahap akibat tekanan berulang dan ketidakseimbangan struktur kaki. Seiring waktu, jaringan di sekitar sendi mengalami peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri.
Penyebab dan Faktor Risiko
Bunion tidak muncul secara tiba-tiba. Beberapa faktor yang berperan antara lain:
-Faktor genetik – Struktur kaki tertentu yang diwariskan membuat seseorang lebih rentan mengalami hallux valgus.
-Penggunaan sepatu sempit atau runcing – -Tekanan kronis pada jempol kaki dapat mempercepat deformitas.
-Sepatu hak tinggi – Memindahkan beban tubuh ke bagian depan kaki.
-Artritis, khususnya rheumatoid arthritis.
-Kelainan bentuk kaki sejak kecil.
Studi dalam jurnal Foot & Ankle International menunjukkan bahwa faktor biomekanik dan genetik memiliki peran signifikan dalam perkembangan hallux valgus, terutama pada wanita dewasa.
Gejala yang Sering Dialami
Gejala bunion bisa ringan hingga berat, tergantung tingkat keparahannya:
-Benjolan tulang di pangkal jempol
-Nyeri saat berjalan atau berdiri lama
-Kemerahan dan pembengkakan
-Sensasi panas di sekitar sendi
-Kulit menebal atau kapalan akibat gesekan sepatu
-Kempol kaki miring ke arah jari kedua
Pada kondisi lanjut, jari kedua dapat terdorong dan membentuk kelainan yang dikenal sebagai hammer toe.
Apakah Bunion Bisa Sembuh?
Secara struktural, bunion tidak dapat kembali normal tanpa tindakan bedah karena posisi tulang sudah berubah. Namun, gejalanya dapat dikendalikan dengan terapi konservatif.
Penanganan Non-Bedah:
-Menggunakan sepatu dengan ujung lebar dan sol empuk
-Memakai bantalan pelindung bunion
-Kompres es untuk mengurangi peradangan
-Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sesuai anjuran dokter
-Penggunaan orthotic (sol khusus) untuk memperbaiki distribusi beban kaki
Menurut pedoman klinis dari Mayo Clinic, terapi non-bedah efektif meredakan gejala pada sebagian besar pasien, terutama pada tahap awal.
Tindakan Operasi:
Operasi dipertimbangkan bila nyeri berat dan mengganggu aktivitas harian. Prosedur bertujuan mengoreksi posisi tulang, memperbaiki jaringan lunak, dan mengurangi rasa sakit. Terdapat berbagai teknik bedah yang disesuaikan dengan tingkat deformitas.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila:
Nyeri tidak membaik dengan perawatan rumahan,
Jempol kaki semakin miring,
Sulit memakai sepatu,
Aktivitas sehari-hari terganggu.
Pemeriksaan biasanya meliputi evaluasi fisik dan rontgen kaki untuk menentukan derajat keparahan deformitas.
Next News

5 Buah Kaya Nutrisi yang Mendukung Tumbuh Kembang dan Kesehatan Tulang Anak
in 12 minutes

Waspada! Kenali 5 Gejala Pecah Pembuluh Darah di Otak yang Bisa Muncul Tiba-tiba
in 10 minutes

Mandi Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasannya
in 7 minutes

Makan 1 Apel Setiap Hari, Ini 7 Manfaat yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
in 2 minutes

Rebusan Daun Seledri untuk Apa? Ini Manfaat dan Kandungan yang Perlu Diketahui
2 minutes ago

3 Minuman yang Cocok untuk Usia 50-an, Bantu Jaga Tulang dan Kebugaran Tubuh
7 minutes ago

5 Tanaman yang Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Napas Lebih Nyaman
13 minutes ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Bikin Kulit Iritasi, Ini Penyebabnya
18 minutes ago

Jangan Tunggu Sakit: Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menjaga Tubuh Tetap Prima
3 hours ago

Perlukah Minum Vitamin Setiap Hari? Ini yang Perlu Dipahami
3 hours ago





