BMKG Imbau Warga Sumut Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang
Laila - Tuesday, 30 June 2026 | 09:21 AM


MEDAN – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara masih akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama periode 29 Juni hingga 6 Juli 2026.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan berintensitas tinggi yang berpeluang disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya belokan angin di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Pulau Sumatera. Fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Utara.
Selain itu, kondisi atmosfer yang masih labil turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Menurut Martha, dalam beberapa hari terakhir sejumlah daerah di Sumatera Utara telah mencatat curah hujan yang masuk kategori lebat hingga sangat lebat.
Data BMKG menunjukkan, pada 24 Juni 2026 Pos Hujan Langga Payung di Kabupaten Labuhanbatu Selatan mencatat curah hujan sebesar 95 milimeter, sedangkan AWS Jawa Maraja Bah Jambi di Kabupaten Simalungun merekam 56,6 milimeter.
Selanjutnya pada 25 Juni, Pos Hujan Sidamanik mencatat curah hujan 68 milimeter, sementara ARG Raya di Kabupaten Simalungun mencapai 62,6 milimeter.
Kemudian pada 26 Juni, Pos Hujan Turangi Lama di Kabupaten Langkat dan Pos Hujan Binjai Utara di Kota Binjai masing-masing mencatat curah hujan sebesar 80 milimeter.
Curah hujan tertinggi tercatat pada 28 Juni 2026 di Pos Hujan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, dengan total mencapai 183 milimeter. Sementara itu, ARG Pakkat di Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat curah hujan sebesar 64,6 milimeter.
BMKG menjelaskan, aktifnya gelombang atmosfer yang disertai keberadaan belokan angin atau shearline semakin memperkuat proses pengangkatan massa udara sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
Di samping itu, suhu permukaan laut di Selat Malaka dan perairan barat Sumatera Utara yang masih relatif hangat turut mendukung pembentukan awan konvektif.
Meski demikian, Monsun Australia yang masih aktif membawa massa udara yang lebih kering ke wilayah Sumatera Utara. Akibatnya, cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah atau cerah berawan dengan suhu udara yang terasa cukup panas.
Pemanasan yang terjadi pada siang hari kemudian menjadi pemicu munculnya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang secara lokal pada sore hingga malam hari.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Asahan, Batubara, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Simalungun, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, serta Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Gunungsitoli.
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
5 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
11 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
15 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





