Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Angin Duduk: Bukan Masuk Angin Biasa, Waspada Tanda Penyakit Jantung

Liaa - Thursday, 26 February 2026 | 03:47 AM

Background
Angin Duduk: Bukan Masuk Angin Biasa, Waspada Tanda Penyakit Jantung

Di masyarakat Indonesia, istilah "angin duduk" sering disalahpahami sebagai masuk angin biasa. Padahal secara medis, kondisi ini disebut angina pektoris.

Menurut American Heart Association, angina terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner.

••Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?

Jantung membutuhkan suplai oksigen terus-menerus. Oksigen ini dibawa melalui pembuluh darah koroner.

Jika terjadi penyempitan akibat plak kolesterol (aterosklerosis), aliran darah berkurang. Saat kebutuhan oksigen meningkat—misalnya saat stres atau aktivitas berat—muncul rasa nyeri dada.



••Gejala Angin Duduk

-Nyeri dada seperti ditekan atau tertindih

-Rasa menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang

-Sesak napas

-Keringat dingin



-Mual

Nyeri angina biasanya berlangsung beberapa menit dan membaik saat istirahat. Namun jika nyeri lebih dari 10–15 menit dan tidak membaik, bisa mengarah ke serangan jantung.

••Jenis-Jenis Angina

1️⃣ Angina stabil – muncul saat aktivitas dan membaik saat istirahat

2️⃣ Angina tidak stabil – muncul mendadak, lebih berat, berisiko tinggi menjadi serangan jantung



3️⃣ Angina varian (Prinzmetal) – terjadi akibat spasme pembuluh darah

•Kenapa Tidak Boleh Dianggap Sepele?

Karena angina adalah peringatan.

Ini sinyal bahwa pembuluh darah jantung sudah mengalami gangguan.

Menunda pemeriksaan bisa berisiko fatal.



Faktor Risiko

✔️ Kolesterol tinggi

✔️ Tekanan darah tinggi

✔️ Diabetes

✔️ Merokok



✔️ Obesitas

✔️ Kurang aktivitas fisik

Kapan Harus ke IGD?

Segera cari pertolongan medis jika:

-Nyeri dada lebih dari 10 menit



-Disertai sesak berat

-Tubuh terasa sangat lemas

-Nyeri tidak membaik dengan istirahat

Jangan anggap sepele, karena penyakit jantung koroner adalahi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.