5 Manfaat Stevia sebagai Pengganti Gula
Liaa - Sunday, 31 May 2026 | 04:51 AM


Stevia mulai banyak dilirik sebagai pengganti gula biasa karena rasanya yang lebih manis dan tidak mengandung kalori. Stevia bisa dimanfaatkan bagi penderita penyakit tertentu yang harus membatasi konsumsi gula dalam diet harian.
Stevia merupakan pemanis dan pengganti gula yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Stevia terasa manis berkat kandungan steviol glycosides yang ada di dalamnya. Senyawa tersebut membuat stevia terasa 250–300 kali lebih manis dari sukrosa atau gula biasa.
Mengganti Gula Pasir dengan Stevia
Karena memiliki rasa yang jauh lebih manis daripada gula biasa, stevia tidak perlu digunakan dalam jumlah terlalu banyak sebagai pemanis makanan atau minuman. Jika Anda terbiasa menambahkan 2 sendok teh gula dalam kopi atau teh, dengan stevia Anda cukup menggunakan 1 sendok teh.
Walau jauh lebih manis jika dibandingkan dengan gula biasa, stevia tidak mengandung kalori. Kalaupun ada, kalori itu biasanya berasal dari bahan makanan lain yang dicampur di dalamnya.
Sebagai perbandingan, dalam satu sendok teh (sekitar 4,2 gram) gula biasa terdapat 16 kalori dan 4 gram karbohidrat, sedangkan dalam 1 sendok teh stevia terdapat 0 kalori dan hanya 1 gram karbohidrat.
Manfaat Stevia untuk Kesehatan
1. Baik untuk diabetes
Selain tidak mengandung karbohidrat dan kalori, stevia juga dipercaya dapat memperbaiki kinerja tubuh dalam mengolah glukosa (gula darah) dengan cara meningkatkan produksi insulin.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi stevia diduga aman dan efektif untuk membantu menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Untuk itu, dianjurkan untuk memilih stevia murni tanpa campuran jenis pemanis lain dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.
2. Membantu mengurangi berat badan
Total asupan kalori harian akan berkurang ketika Anda mengganti asupan gula dengan stevia. Cara ini bisa membantu Anda menjaga atau mengurangi berat badan, asalkan Anda tidak makan secara berlebihan.
3. Menurunkan tekanan darah
Stevia juga dipercaya mampu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi secara rutin. Akan tetapi, penelitian untuk membuktikan manfaat ini belum menunjukkan hasil yang konsisten.
4. Menurunkan kadar kolesterol
Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi stevia diduga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik HDL serta menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat LDL, dan trigliserida. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat stevia ini.
5. Mencegah risiko terkena penyakit ginjal
Kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu manis bisa memperbesar risiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Kedua penyakit ini dapat berujung pada terjadinya penyakit ginjal.
Menurut penelitian, stevia diduga efektif dalam mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal karena dapat membantu mencegah penyakit diabetes dan darah tinggi. Penelitian ini juga menyatakan bahwa stevia merupakan alternatif pemanis yang lebih baik untuk penderita gagal ginjal.
Hingga saat ini, stevia sudah terbukti aman untuk dikonsumsi. Namun, Anda harus tetap memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari agar jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi tidak berlebihan.
Batasan asupan gula untuk pria adalah 37,5 gram atau 9 sendok teh per hari. Sedangkan untuk wanita sebanyak 25 gram atau 6 sendok teh per hari.
Next News

Apa fungsi bulu di tangan dan kaki?
in 7 hours

Dampak Kebisingan Bagi Kesehatan
5 hours ago

5 Manfaat Bawang Bombay yang Penting bagi Kesehatan
6 hours ago

Pecinta Jengkol Wajib Coba Kerupuk Jengkol yang Bikin Ketagihan
in 6 hours

Apakah Alergi Saat Hamil Dapat Membahayakan Bayi?
6 hours ago

7 Khasiat Buah Nangka untuk Ibu Hamil
6 hours ago

6 Manfaat Belimbing untuk Kesehatan Tubuh
6 hours ago

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Artichoke bagi Kesehatan
6 hours ago

5 Manfaat Kulit Melinjo untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
6 hours ago

Melinjo, Tanaman Tradisional dengan Manfaat yang Tak Bisa Diremehkan
in 6 hours





