Sejarah Angklung dan Perjalanannya ke Mancanegara, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia
RAU - Wednesday, 22 July 2026 | 01:49 PM


Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional. Salah satu yang paling dikenal hingga mancanegara adalah angklung, alat musik bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan nada yang khas.
Kini angklung tidak hanya dimainkan dalam pertunjukan budaya di Indonesia, tetapi juga telah dipelajari dan dipentaskan di berbagai negara. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bagaimana sebuah warisan budaya lokal dapat berkembang menjadi simbol budaya Indonesia di tingkat dunia.
Berasal dari Masyarakat Sunda
Angklung berasal dari wilayah Jawa Barat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda selama berabad-abad. Pada masa lampau, alat musik ini erat kaitannya dengan kehidupan agraris.
Menurut berbagai catatan sejarah, angklung dimainkan dalam upacara adat yang berkaitan dengan penanaman dan panen padi. Masyarakat Sunda menggunakannya sebagai bagian dari tradisi penghormatan kepada Dewi Sri, yang dipercaya sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.
Selain berfungsi sebagai hiburan, angklung juga menjadi media kebersamaan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Perkembangan dari Tradisi ke Pendidikan
Seiring berjalannya waktu, fungsi angklung tidak lagi terbatas pada upacara adat.
Pada tahun 1938, musikus Daeng Soetigna memperkenalkan Angklung Padaeng, yaitu angklung yang menggunakan tangga nada diatonis. Inovasi ini memungkinkan angklung memainkan lagu-lagu nasional maupun musik internasional, sehingga penggunaannya menjadi lebih luas.
Perkembangan tersebut membuat angklung mulai diajarkan di sekolah, digunakan dalam pertunjukan seni, hingga menjadi media pembelajaran musik bagi berbagai kalangan.
Peran Saung Angklung Udjo
Perjalanan angklung menuju panggung dunia tidak lepas dari peran Saung Angklung Udjo di Bandung.
Lembaga budaya yang didirikan oleh Udjo Ngalagena pada tahun 1966 ini aktif melestarikan, mengajarkan, sekaligus memperkenalkan angklung kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Melalui berbagai pertunjukan dan program edukasi, angklung semakin dikenal sebagai salah satu ikon budaya Indonesia.
Angklung Menembus Mancanegara
Popularitas angklung mulai meningkat ketika berbagai kelompok seni Indonesia membawanya ke festival budaya dan acara internasional.
Tidak hanya dipentaskan, angklung juga sering dimainkan secara bersama-sama oleh peserta dari berbagai negara. Karena setiap pemain biasanya memegang satu atau beberapa nada, permainan angklung mengajarkan pentingnya kerja sama untuk menghasilkan sebuah lagu yang utuh.
Pendekatan ini membuat angklung mudah diterima dalam kegiatan pendidikan, diplomasi budaya, hingga pertukaran seni di berbagai belahan dunia.
Diakui UNESCO
Tonggak penting dalam perjalanan angklung terjadi pada 16 November 2010, ketika Angklung Indonesia resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO.
Pengakuan tersebut diberikan karena angklung dinilai memiliki nilai budaya yang tinggi, diwariskan secara turun-temurun, serta terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Pengakuan ini juga memperkuat upaya pelestarian angklung, baik melalui pendidikan, pertunjukan budaya, maupun promosi di tingkat internasional.
Mengapa Angklung Mudah Diterima di Dunia?
Salah satu keunikan angklung adalah cara memainkannya yang mengutamakan kerja sama.
Setiap pemain hanya memainkan nada tertentu sehingga sebuah lagu baru dapat terdengar harmonis apabila seluruh pemain bekerja sama. Nilai kebersamaan inilah yang sering menjadi daya tarik dalam berbagai pertunjukan budaya.
Selain itu, bahan utamanya yang berasal dari bambu memberikan karakter suara yang alami dan khas, sehingga mudah dikenali oleh penikmat musik dari berbagai negara.
Simbol Budaya Indonesia
Saat ini, angklung sering ditampilkan dalam acara kenegaraan, festival budaya internasional, pertunjukan seni, hingga kegiatan diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.
Di berbagai sekolah dan komunitas budaya, angklung juga terus diajarkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
Perjalanan angklung dari alat musik tradisional masyarakat Sunda hingga dikenal di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa budaya lokal dapat berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Pada akhirnya, angklung bukan sekadar alat musik tradisional, melainkan simbol kerja sama, persatuan, dan kekayaan budaya Indonesia. Berkat pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat, seniman, dan berbagai lembaga budaya, angklung terus menggaungkan harmoni Indonesia di panggung dunia.
Next News

Bagaimana Kunang-Kunang Menghasilkan Cahaya Tanpa Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 7 hours

Sejarah Permainan Congklak di Nusantara, Warisan Tradisional yang Sarat Nilai Budaya
in 6 hours

Dari Mana Asal Usul Keju? Menelusuri Sejarah Makanan yang Telah Ada Ribuan Tahun
in 6 hours

Mengapa Garam Membantu Membersihkan Noda Membandel? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Mengapa Air Beras Sering Digunakan untuk Merawat Tanaman? Ini Manfaat dan Faktanya
in 3 hours

Apa yang Membuat Bunga Mengeluarkan Aroma Harum? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Mengapa Bunga Sering Menjadi Hadiah untuk Orang yang Kita Sayangi? Ini Maknanya
in 3 hours

Mengapa Bunga Bisa Layu Meski Sudah Disiram? Ini Penyebabnya
in 3 hours

Kenapa Bau Masakan Bisa Menyebar ke Seluruh Rumah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Kenapa Susu Bisa Meluap Saat Dipanaskan? Ini Alasan Ilmiahnya
in 3 hours





