Hidung Besar dan Suara Khas, Ini Beragam Keunikan Bekantan dari Kalimantan
Tata - Monday, 07 September 2026 | 02:40 PM


Hidung Besar, Suara Khas, dan Segala Keunikan Bekantan yang Bikin Kita Geleng-Geleng Kepala
Pernah nggak sih kalian main ke Dufan dan kepikiran, "Eh, monyet yang jadi maskot ini kok hidungnya mancung banget ya?" Nah, buat yang belum tahu atau mungkin lupa-lupa ingat, itu bukan sekadar karakter kartun hasil imajinasi desainer. Namanya Bekantan, primata asli Pulau Kalimantan yang punya nama ilmiah Nasalis larvatus. Kalau di luar negeri, mereka sering disebut Proboscis Monkey karena bentuk hidungnya yang ikonik itu.
Bekantan ini sebenarnya punya vibes yang unik banget. Kalau monyet-monyet lain biasanya terlihat lincah dan enerjik kayak habis minum kopi tiga gelas, bekantan ini terlihat lebih santai, berwibawa, tapi sekaligus lucu karena penampilannya. Di artikel ini, kita bakal bahas kenapa mereka bisa punya hidung sebesar itu, suara yang menggelegar, sampai hobi mereka yang ternyata jago banget berenang. Yuk, simak!
Si Hidung Besar yang Ternyata Alat 'Flexing'
Hal pertama yang pasti langsung menarik perhatian siapa pun yang melihat bekantan adalah hidungnya. Tapi, jangan salah sangka dulu, nggak semua bekantan punya hidung yang panjangnya bisa nutupin mulut. Fitur hidung "jambu" yang menjuntai ke bawah itu cuma dimiliki oleh para jantan. Sementara itu, para betina punya hidung yang lebih sopan alias lebih kecil dan agak runcing ke atas.
Terus, gunanya buat apa sih punya hidung segede itu? Apakah buat gaya-gayaan doang? Ternyata, menurut penelitian para ahli biologi, hidung besar ini adalah simbol kejantanan. Semakin besar hidung seorang bekantan jantan, semakin menarik dia di mata para betina. Bisa dibilang, hidung ini adalah alat flexing alami buat narik perhatian lawan jenis. Bayangin aja kalau di dunia manusia, mungkin ini setara dengan punya mobil sport atau rahang yang tegas ala model papan atas. Estetika bekantan memang beda kelas, ya!
Suara Khas yang Bikin Hutan Kalimantan Bergetar
Selain buat menarik perhatian betina, hidung besar bekantan jantan punya fungsi teknis yang cukup canggih. Hidung itu berfungsi sebagai resonator alias pengeras suara. Pernah dengar suara bekantan? Mereka nggak sekadar teriak, tapi mengeluarkan suara sengau yang terdengar seperti "honk... honk!" yang cukup keras.
Berkat hidungnya yang besar, suara mereka bisa terdengar sampai jarak yang cukup jauh di tengah lebatnya hutan bakau atau tepian sungai. Suara ini biasanya digunakan untuk memberi peringatan kalau ada bahaya atau sekadar koordinasi sama anggota kelompoknya. Jadi, hidung mereka itu fungsinya mirip kayak speaker tambahan yang bikin volume suara mereka makin mantap.
Perut Buncit yang Bukan Karena Kurang Olahraga
Coba deh perhatikan postur tubuh bekantan. Hampir semuanya terlihat punya perut yang buncit, alias potbellied. Di dunia manusia, perut buncit mungkin sering dianggap karena terlalu banyak makan gorengan atau jarang olahraga. Tapi buat bekantan, perut buncit adalah tanda kalau sistem pencernaan mereka bekerja dengan sangat keras.
Bekantan itu makannya nggak sembarangan. Mereka lebih suka makan daun-daunan mentah, buah yang belum matang, dan biji-bijian. Masalahnya, daun-daun ini mengandung banyak selulosa yang susah dicerna. Nah, di dalam perut mereka yang besar itu, ada sistem fermentasi yang mirip kayak sistem pencernaan sapi. Banyak bakteri baik yang membantu memecah makanan tersebut. Efek samping dari proses fermentasi ini adalah gas yang bikin perut mereka terlihat selalu penuh. Jadi, kalau kalian ketemu bekantan, jangan dikatain buncit ya, itu perjuangan mereka buat bertahan hidup!
Michael Phelps-nya Dunia Primata
Salah satu fakta yang paling keren tentang bekantan adalah kemampuan renang mereka. Kalau monyet pada umumnya paling benci sama air (coba aja siram monyet liar pakai air, pasti mereka kabur), bekantan justru sebaliknya. Mereka adalah perenang yang sangat handal.
Bekantan dibekali dengan selaput tipis di antara jari-jari kaki mereka, mirip kayak kaki bebek tapi nggak sepenuh itu. Ini membantu mereka buat bermanuver di dalam air dengan sangat cepat. Nggak jarang, mereka terlihat loncat dari dahan pohon yang tinggi langsung byur! masuk ke dalam sungai. Tujuannya macem-macem, bisa buat pindah lokasi nyari makan, atau buat kabur dari predator kayak buaya atau macan dahan yang lagi lapar. Kemampuan ini bikin mereka jadi salah satu primata yang paling adaptif dengan lingkungan perairan.
Gaya Hidup yang "Social Butterfly" Tapi Terancam
Bekantan itu makhluk sosial banget. Mereka biasanya hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari satu jantan dominan dan beberapa betina beserta anak-anaknya. Tapi, ada juga lho kelompok "bujangan" yang isinya cuma jantan-jantan muda yang lagi nyari jati diri.
Sayangnya, meskipun mereka punya kemampuan bertahan hidup yang oke, bekantan sekarang lagi dalam kondisi yang nggak baik-baik saja. Habitat asli mereka di hutan mangrove dan hutan rawa gambut di Kalimantan makin lama makin menyusut gara-gara pembukaan lahan dan alih fungsi hutan. Sekarang, status mereka masuk dalam kategori terancam punah (endangered). Sedih banget kan kalau maskot ikonik kayak gini pelan-pelan menghilang dari alam liar?
Sebagai masyarakat, minimal kita harus tahu dulu kalau kita punya kekayaan alam yang seunik ini. Dengan mengenal bekantan lebih jauh, harapannya kita jadi lebih peduli sama pelestarian lingkungan di sekitar mereka. Bekantan bukan cuma soal hidung besar atau perut buncitnya, tapi mereka adalah bagian penting dari ekosistem hutan Kalimantan yang harus tetap kita jaga suaranya agar tetap terdengar nyaring di antara rimbunnya pepohonan.
Jadi, gimana? Sekarang sudah lebih kenal kan sama si hidung mancung dari Kalimantan ini? Kalau suatu saat kalian berkesempatan liat mereka langsung di alam liar, ingat ya, mereka itu bukan sekadar monyet biasa, tapi adalah 'atlet renang' dengan selera fashion hidung yang sangat berani!
Next News

Kenapa Durian Punya Bau yang Sangat Menyengat? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiah di Baliknya
in 6 hours

Kenapa Mangga Jadi Buah Favorit di Negeri Tropis? Ternyata Bukan Cuma Karena Rasanya
in 6 hours

Mengapa Kita Bisa Mengapung di Air? Ternyata Ada Rahasia Fisika di Balik Tubuh yang Tetap di Permukaan
in 6 hours

Kenapa Golf Bukan Cuma Soal Kekuatan? Ini Alasan Akurasi dan Strategi Lebih Penting
in 6 hours

Mengenal Jamur, Organisme Kecil yang Punya Peran Besar bagi Tanah dan Tumbuhan
in 6 hours

Pancake dari Amerika hingga Indonesia, Kenapa Bentuk dan Rasanya Bisa Berbeda?
in 6 hours

Antara Komitmen Tinta dan Dilema Pensil: Kenapa Kita Lebih Memilih Pulpen?
in 6 hours

Kenapa Angin Bisa Tiba-Tiba Berembus Kencang? Ternyata Ini Penyebabnya
in 2 hours

Ketika Hujan Turun Saat Jam Pulang Sekolah, Kenapa Momen Itu Terasa Berbeda?
in 2 hours

Hari Pertama Sekolah: Mengapa Selalu Ada Rasa Gugup dan Penasaran?
in 41 minutes





