Dari Mana Asal Usul Keju? Menelusuri Sejarah Makanan yang Telah Ada Ribuan Tahun
RAU - Wednesday, 22 July 2026 | 01:42 PM


Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang digemari di berbagai belahan dunia. Makanan ini digunakan sebagai bahan pelengkap pizza, pasta, roti, salad, hingga berbagai hidangan penutup.
Di balik rasanya yang khas, keju ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Para sejarawan memperkirakan bahwa keju telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu, bahkan jauh sebelum teknologi pengolahan makanan berkembang seperti sekarang.
Lantas, dari mana sebenarnya asal usul keju?
Diperkirakan Berawal Secara Tidak Sengaja
Tidak ada catatan pasti mengenai siapa yang pertama kali menemukan keju. Namun, salah satu teori yang paling banyak dikenal menyebutkan bahwa keju ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat kuno.
Konon, pada masa itu susu dibawa dalam wadah yang dibuat dari lambung hewan. Bagian lambung hewan diketahui mengandung enzim alami yang disebut rennet, yang dapat membantu menggumpalkan protein susu.
Ketika susu disimpan dan terkena suhu yang sesuai, susu terpisah menjadi bagian padat (dadih atau curd) dan cairan (whey). Bagian padat tersebut kemudian diketahui dapat dikonsumsi dan memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan susu segar.
Meski kisah ini belum dapat dipastikan sebagai fakta sejarah, teori tersebut banyak disebut dalam literatur mengenai asal-usul keju.
Bukti Keberadaan Keju di Zaman Kuno
Berbagai temuan arkeologi menunjukkan bahwa manusia telah mengolah susu menjadi produk menyerupai keju sejak ribuan tahun yang lalu.
Beberapa penelitian menemukan bukti adanya sisa lemak susu pada wadah gerabah kuno yang diperkirakan digunakan untuk memisahkan dadih dari cairannya. Temuan ini berasal dari wilayah Eropa dan Timur Tengah, yang dikenal sebagai salah satu pusat awal perkembangan peternakan.
Bukti tersebut menunjukkan bahwa teknik pengolahan susu telah dikenal oleh masyarakat prasejarah sebagai cara untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan.
Mengapa Keju Menjadi Populer?
Pada masa lalu, susu segar tidak dapat bertahan lama, terutama sebelum adanya teknologi pendingin.
Mengolah susu menjadi keju menjadi salah satu solusi agar hasil peternakan dapat disimpan lebih lama. Selain lebih awet, keju juga lebih mudah dibawa saat bepergian dibandingkan susu cair.
Karena alasan tersebut, pembuatan keju kemudian berkembang di berbagai wilayah dan menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat.
Perkembangan Keju di Berbagai Negara
Seiring berjalannya waktu, teknik pembuatan keju terus berkembang.
Di Eropa, berbagai negara mulai menghasilkan keju dengan karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan jenis susu, bakteri, jamur, teknik pematangan, dan kondisi lingkungan menghasilkan beragam jenis keju dengan rasa, aroma, serta tekstur yang khas.
Hingga kini, dikenal ratusan bahkan ribuan variasi keju di seluruh dunia, mulai dari keju lunak hingga keju keras yang melalui proses pematangan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Bagaimana Keju Dibuat?
Secara umum, pembuatan keju dimulai dengan menambahkan kultur bakteri baik dan bahan penggumpal seperti rennet ke dalam susu.
Protein utama dalam susu, yaitu kasein, akan menggumpal dan membentuk dadih. Dadih kemudian dipisahkan dari cairannya, dicetak, diberi garam, dan pada beberapa jenis keju akan melalui proses pematangan.
Selama proses tersebut, bakteri dan mikroorganisme tertentu membantu membentuk rasa, aroma, dan tekstur yang menjadi ciri khas setiap jenis keju.
Mengapa Rasa Keju Berbeda-Beda?
Setiap jenis keju memiliki karakteristik yang berbeda karena dipengaruhi oleh banyak faktor.
Jenis susu yang digunakan, seperti susu sapi, kambing, atau domba, dapat menghasilkan cita rasa yang berbeda. Selain itu, jenis bakteri, proses fermentasi, lama pematangan, kadar air, dan teknik pengolahan juga memengaruhi hasil akhirnya.
Itulah sebabnya keju memiliki variasi rasa, mulai dari yang lembut hingga yang tajam.
Keju di Era Modern
Saat ini, keju diproduksi di berbagai negara menggunakan teknologi yang lebih modern dan standar keamanan pangan yang ketat.
Selain menjadi bahan masakan, keju juga dikonsumsi sebagai camilan atau pelengkap berbagai makanan.
Di banyak negara, keju bahkan telah menjadi bagian dari identitas kuliner dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Warisan Kuliner yang Bertahan Ribuan Tahun
Keju merupakan contoh bagaimana manusia mengembangkan cara mengolah bahan pangan agar lebih tahan lama dan bernilai gizi.
Dari penemuan sederhana di masa lalu, keju berkembang menjadi salah satu produk pangan yang dikenal hampir di seluruh dunia.
Pada akhirnya, asal usul keju diperkirakan bermula dari upaya manusia kuno mengolah susu agar lebih awet, meskipun kisah penemuannya secara pasti belum diketahui. Berkat inovasi dan perkembangan teknik pengolahan selama ribuan tahun, keju kini hadir dalam beragam jenis dan menjadi bagian penting dari kuliner dunia.
Next News

Apa Itu Anemia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
in 7 hours

Bagaimana Kunang-Kunang Menghasilkan Cahaya Tanpa Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 7 hours

Sejarah Permainan Congklak di Nusantara, Warisan Tradisional yang Sarat Nilai Budaya
in 6 hours

Sejarah Angklung dan Perjalanannya ke Mancanegara, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia
in 6 hours

Mengapa Garam Membantu Membersihkan Noda Membandel? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Mengapa Air Beras Sering Digunakan untuk Merawat Tanaman? Ini Manfaat dan Faktanya
in 3 hours

Apa yang Membuat Bunga Mengeluarkan Aroma Harum? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Mengapa Bunga Sering Menjadi Hadiah untuk Orang yang Kita Sayangi? Ini Maknanya
in 3 hours

Mengapa Bunga Bisa Layu Meski Sudah Disiram? Ini Penyebabnya
in 3 hours

Kenapa Bau Masakan Bisa Menyebar ke Seluruh Rumah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours





