Sabtu, 18 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mengurangi Risiko Asam Urat, Mulai dari Pola Makan hingga Gaya Hidup Sehat

RAU - Saturday, 18 July 2026 | 05:53 PM

Background
Cara Mengurangi Risiko Asam Urat, Mulai dari Pola Makan hingga Gaya Hidup Sehat

Asam urat merupakan zat yang terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu senyawa alami yang terdapat di dalam tubuh maupun pada beberapa jenis makanan. Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal bersama urine.

Namun, jika produksi asam urat berlebihan atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai hiperurisemia, yang pada sebagian orang dapat berkembang menjadi penyakit asam urat (gout), ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi.

Berikut beberapa cara yang dapat membantu mengurangi risiko meningkatnya kadar asam urat.

1. Batasi Makanan Tinggi Purin

Purin yang berlebihan dapat meningkatkan produksi asam urat. Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • Jeroan, seperti hati, ginjal, dan babat.
  • Daging merah dalam jumlah berlebihan.
  • Beberapa jenis makanan laut, seperti sarden, teri, kerang, dan ikan teri.
  • Ekstrak daging atau kaldu pekat.

Makanan tersebut tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, terutama bagi orang yang memiliki riwayat asam urat.



2. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine.

Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari juga membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

3. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran

Buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah dan sayur dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali sebagai bagian dari pola makan sehat.

4. Batasi Minuman Manis

Minuman yang mengandung gula tambahan, terutama tinggi fruktosa, dapat meningkatkan produksi asam urat.



Mengurangi konsumsi minuman manis dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kadar asam urat sekaligus mendukung kesehatan metabolik.

5. Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kadar asam urat tinggi.

Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

6. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga berat badan, meningkatkan kesehatan metabolisme, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing.



7. Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol dapat mengganggu proses pembuangan asam urat melalui ginjal dan meningkatkan risiko serangan asam urat pada sebagian orang.

Karena itu, konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asam urat.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Asam Urat?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
  • Pola makan tinggi purin.
  • Obesitas.
  • Penyakit ginjal.
  • Diabetes atau sindrom metabolik.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penggunaan obat tertentu, seperti beberapa jenis diuretik.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

  • Nyeri sendi yang datang tiba-tiba, terutama pada jempol kaki.
  • Sendi tampak merah, bengkak, dan terasa panas.
  • Keluhan sering kambuh.
  • Memiliki kadar asam urat tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup.



Kesimpulan

Mengurangi risiko asam urat dapat dilakukan melalui pola makan sehat, membatasi makanan tinggi purin, mencukupi kebutuhan air putih, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta membatasi minuman manis dan alkohol.

Jika memiliki riwayat asam urat atau sering mengalami nyeri sendi, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.