Makanan yang Sebaiknya Dikurangi demi Menjaga Tekanan Darah
Liaa - Wednesday, 15 July 2026 | 12:10 PM


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal jika tidak dikendalikan.
Selain rutin berolahraga dan mengelola stres, menjaga pola makan merupakan langkah penting untuk membantu mengontrol tekanan darah. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikurangi.
1. Makanan Tinggi Garam
Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan tekanan darah.
Beberapa makanan yang umumnya tinggi garam antara lain mi instan, makanan kaleng, keripik, makanan cepat saji, serta berbagai camilan kemasan.
2. Makanan Olahan
Sosis, nugget, daging asap, kornet, dan produk olahan lainnya sering mengandung natrium, pengawet, dan lemak jenuh dalam jumlah yang cukup tinggi.
Mengurangi konsumsi makanan olahan dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengontrol tekanan darah.
3. Makanan Cepat Saji
Burger, kentang goreng, ayam goreng cepat saji, dan pizza umumnya mengandung kombinasi garam, lemak jenuh, dan kalori yang tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
4. Minuman Manis
Minuman bersoda, teh dengan tambahan gula berlebih, minuman berenergi, dan minuman kemasan tinggi gula dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan risiko tekanan darah tinggi apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Sebagai alternatif, pilih air putih atau minuman tanpa tambahan gula.
5. Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Gorengan, kulit ayam, daging berlemak, mentega dalam jumlah berlebihan, dan beberapa makanan penutup tinggi lemak jenuh sebaiknya dibatasi.
Pola makan yang tinggi lemak jenuh dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
6. Makanan Tinggi Gula
Kue, permen, biskuit manis, dan berbagai makanan penutup memang menggugah selera. Namun, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan hipertensi.
Membatasi makanan manis merupakan bagian dari pola makan yang lebih sehat.
7. Bumbu dan Saus Tinggi Natrium
Kecap asin, saus siap pakai, kaldu instan, serta penyedap rasa tertentu dapat mengandung natrium yang cukup tinggi.
Menggunakannya secukupnya dan memanfaatkan rempah-rempah alami sebagai penambah cita rasa dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Makanan yang Baik untuk Membantu Menjaga Tekanan Darah
Selain mengurangi makanan tertentu, memperbanyak konsumsi makanan bergizi juga penting. Beberapa pilihan yang baik antara lain:
- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.
- Buah-buahan, termasuk pisang, jeruk, dan beri.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian.
- Ikan yang kaya asam lemak omega-3, seperti salmon, sarden, atau ikan kembung.
- Produk susu rendah lemak sesuai kebutuhan.
- Gandum utuh dan sumber serat lainnya.
Pola makan seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sering direkomendasikan karena menekankan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, serta pembatasan natrium.
Jangan Lupakan Gaya Hidup Sehat
Menjaga tekanan darah tidak cukup hanya dengan mengatur makanan. Beberapa kebiasaan berikut juga berperan penting:
- Berolahraga secara rutin.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidur yang cukup.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Mengelola stres dengan baik.
- Rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.
Kesimpulan
Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, makanan olahan, makanan cepat saji, minuman manis, lemak jenuh, dan gula berlebih dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Dipadukan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, langkah ini dapat menurunkan risiko hipertensi serta menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Next News

Mengapa Hidung Bisa Mampet Sebelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 5 hours

Minuman Herbal yang Kaya Antioksidan, Apa Saja Pilihannya?
in 5 hours

Kenali Perbedaan Jamu Tradisional dan Minuman Herbal Modern
in 5 hours

Teh Chamomile dan Khasiatnya bagi Kualitas Tidur
in 5 hours

Daun Pandan Bukan Hanya Pewangi, Ini Manfaatnya jika Dijadikan Minuman
in 5 hours

Mitos atau Fakta: Kulit Berminyak Tidak Memerlukan Pelembap? Ini Penjelasan Ahli
in 5 hours

Cara Menjaga Kulit Tetap Lembap Meski Sering Berada di Ruangan Ber-AC
in 5 hours

Benarkah Minum Air Putih Bisa Membuat Kulit Lebih Glowing?
in 5 hours

Benarkah Orang Pendiam Lebih Jeli Mengamati Lingkungan?
in 5 hours

Cara Mengenali Sifat Perfeksionis dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari
in 5 hours





