Perlukah Menggunakan Sunscreen Saat Mendung?
Laila - Saturday, 11 July 2026 | 09:50 AM


Mendung Bukan Berarti Aman: Alasan Kenapa Sunscreen Tetap Jadi Koentji Biar Nggak Cepat Boros Muka
Pernah nggak sih kamu bangun tidur, buka jendela, terus lihat langit warnanya abu-abu syahdu? Hawanya adem, matahari nggak kelihatan batang hidungnya, dan rasanya dunia lagi berpihak sama kaum mager. Di momen kayak gitu, biasanya muncul bisikan halus di telinga: "Ah, mendung ini, nggak usah pakai sunscreen lah, mubazir." Lagian, logika sederhananya, kalau nggak ada matahari yang nyengat, berarti nggak ada yang perlu ditakutin, kan? Eits, tunggu dulu. Kalau kamu mikir kayak gitu, selamat, kamu baru aja masuk ke jebakan betmen paling klasik dalam dunia perskincare-an.
Masalahnya, banyak dari kita yang masih menganggap sunscreen itu cuma buat dipakai pas lagi main ke pantai atau pas cuaca lagi panas-panasnya sampai aspal jalanan bisa buat goreng telur. Padahal, hubungan antara matahari, awan, dan kulit kita itu lebih rumit daripada status hubungan kamu sama si dia yang digantungin. Mari kita bedah kenapa "libur" pakai sunscreen saat mendung itu sebenarnya ide yang cukup berisiko buat masa depan wajahmu.
Si Licin Sinar UV yang Nggak Kenal Kata Mendung
Gini lho, kita perlu kenalan dulu sama yang namanya sinar Ultraviolet alias UV. Matahari itu memancarkan dua jenis sinar yang paling sering diomongin: UVA dan UVB. Kalau UVB itu ibarat temen yang galak tapi jujur; dia bikin kulitmu perih, merah, dan terbakar (burn). Efeknya instan. Nah, pas mendung, si UVB ini emang agak ketutup awan, makanya kulit kita nggak terasa panas menyengat.
Tapi, ada satu lagi namanya UVA. Nah, si UVA ini tipikal "silent killer" atau musuh dalam selimut. Dia nggak bikin kulitmu terasa panas, tapi dia punya kemampuan menembus awan tebal bahkan kaca jendela kantormu. Faktanya, menurut penelitian para ahli kulit, sekitar 80 persen sinar UV tetap bisa menembus awan dan sampai ke kulit kita meskipun langit lagi mendung-mendungnya. Jadi, bayangin aja, meskipun kamu ngerasa adem ayem, sebenarnya kulitmu lagi "dihajar" pelan-pelan sama sinar UVA yang bikin kerutan, flek hitam, dan penuaan dini. Istilah kerennya, kamu lagi ngalamin "boros muka" sebelum waktunya.
Investasi Masa Depan yang Lebih Penting dari Kripto
Sering nggak kamu ngelihat orang yang umurnya masih 20-an tapi garis-garis halus di bawah matanya udah kayak peta jalan tol? Atau ada bercak hitam yang muncul padahal nggak pernah jerawatan di situ? Nah, itu salah satu tanda kulit yang sering terpapar sinar matahari tanpa proteksi. Memakai sunscreen saat mendung itu bukan cuma soal biar nggak gosong, tapi soal investasi jangka panjang.
Bayangin sunscreen itu kayak asuransi. Kamu nggak ngerasa gunanya sekarang pas lagi bayar premi (alias lagi ribet oles-oles di muka), tapi kamu bakal berterima kasih banget 10 atau 20 tahun lagi pas ngelihat teman seangkatanmu udah keriput sementara muka kamu masih kencang kayak ubin masjid. Mengabaikan sunscreen cuma karena alasan "nggak panas" itu kayak kamu nggak bawa payung pas lagi musim hujan cuma karena pas keluar rumah lagi nggak gerimis. Padahal, mendung itu tanda-tanda bakal ada masalah kalau nggak sedia payung sebelum hujan.
Refleksi Sinar yang Tak Kasat Mata
Ada fakta unik lagi nih. Kadang-kadang, kondisi mendung tertentu—yang sering disebut "broken clouds"—malah bisa ningkatinkan paparan UV lewat fenomena refleksi. Sinar matahari bisa memantul di pinggiran awan dan justru fokusnya jadi lebih kuat ke arah bumi. Jadi, bukannya aman, malah ada kemungkinan kamu dapet dosis UV yang lebih "nampol" dibanding pas langit biru bersih.
Belum lagi kalau kamu beraktivitas di deket air atau pasir. Sinar UV itu hobi banget mantul. Jadi meskipun matahari nggak kelihatan, radiasinya tetep mantul ke arah kamu dari berbagai sudut. Kalau kamu lagi nongkrong di kafe outdoor pas cuaca syahdu, jangan dikira kamu aman di bawah payung besar atau pohon rindang. Radiasi UV itu tetep nyampe ke kulit lewat pantulan benda-benda di sekitar. Licin banget kan?
Memilih Sunscreen Tanpa Drama
Terus gimana dong? Harus pakai sunscreen yang kayak gimana biar nggak berasa berat di muka pas cuaca lagi lembap-lembapnya mendung? Kuncinya adalah cari tekstur yang nyaman. Sekarang udah banyak banget kok brand lokal maupun luar yang ngeluarin sunscreen cair alias water-based yang rasanya ringan kayak nggak pakai apa-apa. Nggak ada lagi alasan "lengket" atau "bikin muka berminyak."
Pilih yang punya label SPF minimal 30 dan PA minimal plusnya tiga (PA+++). SPF itu buat jagain kamu dari UVB (si pembakar), sementara PA itu yang paling krusial buat cuaca mendung karena dia yang nangkis UVA (si penuaan). Dan jangan lupa, re-apply alias pakai ulang tiap 2-3 jam sekali. Ini nih bagian yang paling sering bikin orang males. "Masa harus ditumpuk terus sih?" Ya iyalah, sunscreen itu punya daya tahan terbatas, apalagi kalau kamu keringatan atau kena air.
Kesimpulan: Pakai Aja, Jangan Nunggu Panas
Intinya, mindset kita soal sunscreen harus diubah. Jangan anggap ini sebagai produk khusus musim panas atau produk buat ke pantai doang. Jadikan sunscreen sebagai langkah terakhir dari ritual skincare pagi kamu, sama pentingnya kayak kamu sikat gigi atau pakai baju sebelum keluar rumah. Mau mendung, mau hujan badai, mau cuma di rumah aja tapi duduk deket jendela, sunscreen itu harga mati.
Jangan sampai nanti pas udah muncul flek hitam yang susah hilang baru kamu nyesel dan beli serum mahal-mahal buat ngilanginnya. Mencegah itu selalu lebih murah dan lebih gampang daripada mengobati. Jadi, besok pagi kalau kamu ngelihat langit lagi mendung dan hawanya bikin pengen tarik selimut lagi, inget satu hal: sinar UVA di luar sana lagi nungguin kulit polosmu buat "dikerjain." Ambil tube sunscreen kamu, oleskan secukupnya, dan hadapi hari dengan tenang. Kulit sehat itu bukan dapet dari keberuntungan, tapi dari kedisiplinan. Tetap glowing ya, kawan-kawan!
Next News

Produk Perawatan Tubuh yang Sebaiknya Dimiliki di Rumah
12 hours ago

Aktivitas Sederhana yang Membantu Membakar Kalori di Rumah
12 hours ago

Mitos atau Fakta: Begadang Bisa Diganti dengan Tidur Siang?
12 hours ago

Benarkah Minum Air Lemon Setiap Pagi Membersihkan Racun Tubuh?
12 hours ago

Mitos atau Fakta: Minum Air Es Bisa Menyebabkan Batuk?
12 hours ago

Mengapa Menulis Jurnal Bisa Membantu Menenangkan Pikiran?
12 hours ago

Efek Terlalu Banyak Informasi terhadap Kesehatan Mental
12 hours ago

Apa Itu Emotional Exhaustion? Kenali Gejalanya Sejak Dini
12 hours ago

Tanda-Tanda Anda Mengalami Mental Fatigue
12 hours ago

Cara Mengatur Waktu agar Tidak Mudah Kewalahan
12 hours ago




