Benarkah Duduk Bersila Memiliki Manfaat?
Laila - Friday, 10 July 2026 | 07:05 PM


Duduk Bersila: Antara Tradisi Lesehan dan Rahasia Kesehatan yang Hakiki
Pernah nggak sih kamu merasa kalau duduk di kursi itu kadang melelahkan? Padahal katanya kursi didesain secara ergonomis biar punggung nggak encok. Tapi anehnya, begitu kita pulang ke rumah atau mampir ke warung bubur kacang ijo (burjo), posisi yang paling enak dan bikin rileks tetaplah duduk bersila alias lesehan. Di Indonesia, duduk bersila bukan cuma soal gaya duduk, tapi sudah jadi DNA budaya. Dari mulai acara tahlilan, makan di angkringan, sampai sekadar nongkrong di teras rumah, bersila adalah posisi "default" kita semua.
Tapi, di tengah gempuran tren kursi gaming jutaan rupiah atau kursi kantor yang bisa diputar-putar, muncul sebuah pertanyaan penting: sebenarnya duduk bersila itu beneran sehat atau cuma bikin kaki kesemutan doang? Ternyata, setelah ditelusuri lebih dalam, posisi duduk yang sering dianggap "ndeso" ini menyimpan segudang manfaat yang mungkin nggak pernah terpikirkan oleh kaum rebahan maupun kaum pekerja kantoran.
Bukan Sekadar Duduk, Tapi Latihan Kelenturan Diam-Diam
Sadar nggak sih kalau kita sekarang hidup di zaman yang serba "duduk di kursi"? Kerja di kantor duduk, pulang naik mobil atau motor duduk, sampai rumah main game pun duduk di kursi. Masalahnya, duduk di kursi terlalu lama bikin otot panggul kita kaku kayak kanebo kering. Nah, di sinilah duduk bersila jadi pahlawan tanpa tanda jasa. Saat kita bersila, otot-otot di area panggul, paha bagian dalam, dan lutut dipaksa untuk meregang secara alami.
Dalam dunia yoga, posisi ini mirip dengan Sukhasana. Katanya, posisi ini membantu membuka panggul kita yang biasanya kaku karena kelamaan duduk di kursi kaku. Kalau panggul lentur, aliran darah ke area bawah tubuh jadi lebih lancar. Jadi, kalau kamu sering merasa pegal di area pinggang bawah, mungkin itu kode dari tubuh supaya kamu sesekali melantai dan duduk bersila sambil menyesap kopi saset favoritmu.
Rahasia Postur Tegak Tanpa Perlu Sandaran
Ada satu hal unik saat kita duduk bersila: punggung kita secara otomatis akan berusaha mencari keseimbangan. Kalau di kursi kita bisa dengan gampang merosot atau bersandar lemas yang bikin tulang belakang melengkung kayak udang, duduk bersila memaksa tulang punggung untuk tetap tegak demi menjaga keseimbangan gravitasi. Secara nggak langsung, otot inti (core muscles) kita bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
Bayangkan saja, kamu lagi duduk lesehan sambil makan nasi kucing. Posisi tubuh yang tegak ini membantu paru-paru bernapas lebih lega karena rongga dada terbuka maksimal. Beda ceritanya kalau kita duduk membungkuk di depan laptop berjam-jam; napas jadi pendek dan oksigen ke otak berkurang. Nggak heran kalau orang zaman dulu kelihatan lebih gagah dan punya postur tubuh yang bagus meski sudah lanjut usia, mungkin karena mereka lebih akrab dengan lantai daripada dengan sofa empuk.
Katanya Sih, Bagus Buat Pencernaan
Ini adalah mitos (atau fakta?) yang paling sering kita dengar dari nenek atau ibu kita: "Kalau makan duduknya yang bener, bersila, biar makanannya lancar." Ternyata ada penjelasan logisnya, lho. Saat kita duduk bersila di lantai dan harus menjangkau makanan yang ada di depan kita (di piring yang juga diletakkan di lantai), tubuh kita akan sedikit condong ke depan lalu tegak lagi saat mengunyah. Gerakan maju-mundur yang halus ini ternyata membantu otot perut bergerak dan memicu sekresi asam lambung yang lebih efisien untuk mencerna makanan.
Selain itu, posisi bersila memberikan sinyal ke otak untuk lebih rileks. Saat pikiran tenang, sistem saraf parasimpatis aktif, dan sistem inilah yang bertanggung jawab atas proses pencernaan yang maksimal. Jadi, makan sambil lesehan bukan cuma soal nikmatnya sambal, tapi juga soal memuliakan sistem pencernaan kita sendiri.
Uji Umur Lewat Duduk Bersila
Ada sebuah penelitian menarik yang sempat viral, namanya Sitting-Rising Test (SRT). Intinya, tes ini mengukur seberapa mudah seseorang bisa duduk bersila di lantai lalu berdiri lagi tanpa bantuan tangan atau tumpuan lutut. Katanya, kemampuan ini bisa menjadi indikator umur panjang dan kesehatan muskuloskeletal seseorang. Kalau kamu bisa bangun dari posisi bersila tanpa oleng dan tanpa pegangan, selamat! Artinya otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuhmu masih prima.
Coba deh, sekarang kamu praktikkan. Kalau pas bangun dari bersila kamu butuh pegangan meja, kursi, atau bahkan perlu bantuan teman, mungkin itu tanda kamu harus mulai lebih sering olahraga dan ngurangin gaya hidup mager. Duduk bersila ternyata adalah alat diagnosis kesehatan yang paling murah meriah di dunia.
Tapi, Jangan Sampai Keblabasan Juga
Meskipun manfaatnya segambreng, bukan berarti duduk bersila nggak ada risikonya. Musuh utama dari duduk bersila tentu saja adalah sang "kesemutan" yang legendaris. Kesemutan terjadi karena aliran darah terhambat atau saraf tertekan dalam waktu lama. Kalau kamu sudah merasa kaki kesemutan hebat atau mati rasa, jangan dipaksakan tetap dalam posisi tersebut demi estetika. Ubah posisi, luruskan kaki, atau gerakkan jari-jari kaki biar aliran darah balik normal.
Selain itu, bagi orang yang punya masalah sendi lutut yang serius atau cedera ligamen, duduk bersila bisa jadi malah menyiksa. Intinya tetap sama: dengarkan tubuhmu. Duduk bersila itu baik sebagai variasi dari kejenuhan kursi, tapi jangan sampai bikin kamu malah harus pergi ke tukang urut karena lutut terkunci.
Kesimpulan: Mari Melantai Sekali-kali
Duduk bersila adalah seni menikmati hidup yang sederhana. Ia mengajarkan kita untuk kembali ke tanah, menjadi lebih rendah hati, dan secara ajaib memberikan manfaat kesehatan yang nyata buat tubuh. Di dunia yang makin canggih dan serba instan ini, kadang solusi kesehatan terbaik bukanlah suplemen mahal atau alat olahraga futuristik, melainkan kembali ke kebiasaan lama yang sudah diwariskan turun-temurun.
Jadi, nanti sore, coba deh matikan TV, taruh HP sebentar, dan duduklah bersila di teras rumah sambil menikmati udara luar. Rasakan punggungmu yang tegak, panggul yang meregang, dan napas yang lebih dalam. Ternyata, sehat itu bisa dimulai dari hal sepele seperti cara kita menaruh pantat di lantai. Benar nggak?
Next News

Pentingnya Mengonsumsi Ikan sebagai Bagian dari Pola Makan Sehat
in 3 hours

Fakta Tentang Produksi Minyak Alami pada Kulit
in an hour

Benarkah Es Batu Bisa Membantu Menyegarkan Wajah?
in an hour

Sering Alami Gatal yang Hilang Tiba-Tiba? Jangan Bingung Lagi
in an hour

Mengapa Tubuh Mengeluarkan Bau Badan?
in an hour

Ikan Terkecil di Dunia yang Menakjubkan
3 hours ago

Ikan Gurame: Cita Rasa Lezat dan Nilai Gizi Tinggi
3 hours ago

Penyakit yang Sering Menyerang Ikan dan Cara Mengatasinya
3 hours ago

Tips Memasak Ikan agar Tetap Bergizi dan Lezat
3 hours ago

Cara Budidaya Ikan yang Menguntungkan
3 hours ago





