Ikan Langka yang Dilindungi di Indonesia
Liaa - Friday, 10 July 2026 | 02:35 PM


Bukan Cuma Buat Lauk, Yuk Kenalan sama Ikan-Ikan Sultan yang Dilindungi di Indonesia
Ngomongin soal Indonesia itu nggak bakal jauh-jauh dari yang namanya laut. Gimana nggak? Dua pertiga wilayah negara kita ini isinya air semua. Makanya, predikat "Negara Maritim" itu bukan cuma hiasan di buku pelajaran SD doang, tapi emang kenyataan yang hakiki. Tapi masalahnya, saking luasnya laut dan banyaknya sungai kita, kadang kita lupa kalau penghuninya nggak cuma ikan nila yang enak dibakar atau ikan lele yang sering kita temuin di tenda pecel lele pinggir jalan.
Ada banyak spesies ikan di Indonesia yang statusnya sudah bukan lagi "siap goreng", melainkan "siap dijaga". Ikan-ikan ini masuk kategori langka dan kalau kamu nekat nangkep atau bahkan jual beli, urusannya bukan lagi sama tukang pasar, tapi sama aparat hukum. Istilahnya, mereka ini adalah para "Sultan" di perairan kita yang keberadaannya sudah di ujung tanduk. Mari kita obrolin satu per satu dengan santai biar nggak sepaneng.
1. Ikan Arwana: Si Ikan Pembawa Hoki yang Nasibnya Lagi Apes
Siapa sih yang nggak tahu Arwana? Buat para bapak-bapak pecinta akuarium, ikan ini adalah kasta tertinggi. Terutama jenis Arwana Super Red yang asalnya dari Kalimantan Barat. Ikan ini punya sisik yang berkilau, gerakannya anggun, dan konon katanya bisa bawa hoki alias keberuntungan buat pemiliknya. Harganya? Jangan ditanya. Satu ekor Arwana kualitas jempolan bisa dibanderol seharga motor matic baru, bahkan lebih.
Tapi sayangnya, gara-gara label "pembawa hoki" dan harganya yang selangit itu, Arwana malah jadi incaran banyak orang. Di alam liarnya, tepatnya di perairan Sungai Kapuas, populasi Arwana makin menipis. Makanya, Arwana masuk dalam daftar ikan yang dilindungi secara penuh. Pemerintah nggak melarang total sih, tapi ada aturan ketat lewat mekanisme penangkaran. Jadi, kalau kamu beli Arwana hasil tangkapan liar di hutan, itu namanya ilegal, Bosque.
2. Ikan Mola-Mola: Si Raksasa Gepeng yang Ramah
Pernah ngebayangin ada ikan yang bentuknya kayak cuma kepala doang tanpa ekor yang jelas? Itulah Mola-Mola atau sering disebut Sunfish. Ikan ini bentuknya unik banget: gepeng, bulat, dan ukurannya bisa segede mobil. Biasanya para diver alias penyelam bakal seneng banget kalau bisa ketemu Mola-Mola di perairan Nusa Penida, Bali.
Kenapa dia dilindungi? Pertama, karena pertumbuhannya lambat. Kedua, karena sifatnya yang pasif dan sering banget kena jaring nelayan secara nggak sengaja (bycatch). Mola-Mola ini ibaratnya raksasa lembut yang nggak punya musuh alami banyak, tapi paling rentan sama polusi plastik dan aktivitas manusia. Ngelihat Mola-Mola berenang itu kayak ngelihat alien laut yang lagi santai. Jadi, pliss banget, jangan diganggu apalagi diburu.
3. Ikan Belida: Dulu Bahan Pempek, Sekarang Jadi Teman Dilindungi
Nah, ini nih yang sempat bikin heboh warga Palembang dan sekitarnya. Dulu, kalau makan pempek atau kerupuk kemplang yang premium, bahannya pasti pakai ikan Belida. Rasanya emang gurih banget, dagingnya lembut, dan punya aroma khas. Tapi kabar duka buat para foodies, sejak beberapa tahun lalu, Ikan Belida resmi masuk daftar hewan dilindungi penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Kenapa kok sampai segitunya? Ya karena populasinya di sungai-sungai Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sudah kritis. Kalau kita terus-terusan makan pempek Belida, anak cucu kita nanti cuma bisa ngelihat gambarnya doang di buku sejarah. Sekarang, pengrajin pempek udah beralih ke ikan tenggiri atau ikan gabus. Jadi, kalau ada yang nawarin pempek Belida sekarang, mending ditolak halus deh daripada kena semprot aturan perlindungan satwa.
4. Pari Manta: Sang Penari Laut yang Elegan
Kalau kamu pernah diving di Labuan Bajo atau Raja Ampat, ketemu Pari Manta itu rasanya kayak dapet jackpot. Manta itu beda sama pari biasa yang mungkin kamu temuin di pasar. Lebar sayapnya bisa sampai 7 meter! Mereka nggak punya sengat beracun, jadi relatif aman buat didekati (tapi tetep jangan disentuh ya).
Indonesia itu salah satu tempat perlindungan Manta terbesar di dunia. Dulu, Manta diburu buat diambil insangnya karena katanya berkhasiat buat obat tradisional di luar negeri. Padahal secara ekonomi, satu ekor Manta yang hidup bisa menghasilkan miliaran rupiah lewat sektor pariwisata seumur hidupnya, jauh lebih untung daripada cuma dijual dagingnya sekali doang. Manta itu pinter, mereka punya otak yang besar dibanding ikan lain, jadi memperlakukan mereka dengan hormat adalah kewajiban kita.
5. Hiu Paus: Si Raksasa yang Nggak Makan Orang
Banyak orang parno kalau denger kata "Hiu". Tapi kalau ketemu Hiu Paus (Whale Shark), ketakutan itu biasanya berubah jadi rasa kagum. Meskipun namanya serem karena ada unsur "Hiu" dan "Paus", mereka ini cuma makan plankton dan ikan-ikan kecil alias teri. Di Indonesia, mereka sering muncul di Nabire (Papua) atau Talisayan (Berau).
Hiu Paus dilindungi karena siklus reproduksinya lambat banget. Mereka butuh waktu lama buat jadi dewasa dan punya anak. Selain itu, Hiu Paus ini ramah banget sama manusia, sering banget mendekat ke kapal nelayan buat minta jatah makan atau sekadar main. Sifatnya yang jinak ini bikin mereka gampang banget ditangkep kalau nggak ada regulasi yang ketat. Jadi, biarlah mereka tetep jadi daya tarik wisata kelas dunia daripada berakhir di meja makan.
Kesimpulan: Jaga Sekarang atau Nyesel Kemudian
Sebenernya masih banyak lagi daftar ikan dilindungi di Indonesia, mulai dari Ikan Pariyara, Hiu Gergaji, sampai Napoleon Wrasse. Intinya satu: alam kita ini bukan supermarket yang stoknya nggak bakal abis. Kita sering kali baru ngerasa kehilangan pas spesies itu bener-bener punah atau hilang dari radar.
Sebagai anak muda yang melek informasi, tugas kita bukan cuma sekadar tahu, tapi juga ikut menjaga. Minimal dengan nggak ikut-ikutan beli produk dari ikan langka ini, nggak buang sampah plastik ke laut yang bisa bikin mereka mati keselek, dan ikut nyebarin info kalau "keren itu bukan berarti punya hewan langka di rumah, tapi membiarkan mereka hidup bebas di habitatnya".
Laut kita itu harta karun, jangan sampai kita jadi generasi yang cuma bisa cerita ke anak cucu lewat foto doang. Yuk, mulai peduli, karena kalau bukan kita yang jaga kekayaan laut Indonesia, terus siapa lagi? Masa nunggu Aquaman pindah warga negara ke sini dulu?
Next News

Mengapa Aroma Makanan Bisa Mempengaruhi Nafsu Makan?
in 7 hours

Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Rapuh
in 7 hours

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Saat Sering Berada di Ruangan Ber-AC
in 7 hours

Mengapa Wajah Terlihat Lebih Kusam Saat Kurang Tidur?
in 7 hours

Mengapa Tubuh Terasa Berat Padahal Tidak Banyak Beraktivitas?
in 7 hours

Alasan Dark Chocolate Sering Disebut Lebih Sehat, Benarkah?
6 hours ago

Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Cocok untuk Memulai Hari?
6 hours ago

Sering Haus Meski Sudah Minum? Ini Kemungkinan Penyebabnya
6 hours ago

Tanda Tubuh Membutuhkan Waktu Istirahat, Bukan Sekadar Tidur
6 hours ago

Mengapa Rambut Terasa Lebih Berminyak Saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Penyebabnya
6 hours ago




