Mitos atau Fakta: Kulit Berminyak Tidak Memerlukan Pelembap? Ini Penjelasan Ahli
Liaa - Wednesday, 15 July 2026 | 12:08 PM


Banyak orang yang memiliki kulit berminyak memilih melewatkan penggunaan pelembap. Alasannya sederhana, mereka khawatir wajah akan terasa semakin lengket, mengilap, atau memicu munculnya jerawat. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut para ahli dermatologi, kulit berminyak tetap memerlukan pelembap. Produksi minyak (sebum) dan kadar air pada kulit adalah dua hal yang berbeda. Kulit bisa saja menghasilkan minyak berlebih, tetapi tetap mengalami kekurangan air atau dehidrasi.
Lalu, mengapa pelembap tetap penting bagi kulit berminyak?
Mitos atau Fakta?
Jawaban: Mitos.
Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap untuk membantu menjaga keseimbangan kadar air serta memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier). Jika kulit kehilangan kelembapan, tubuh justru bisa merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak sebagai upaya melindungi permukaan kulit.
Akibatnya, wajah bisa terlihat semakin berminyak.
Minyak dan Air Bukan Hal yang Sama
Sebum atau minyak alami diproduksi oleh kelenjar minyak untuk melindungi kulit. Sementara itu, kelembapan kulit berkaitan dengan kandungan air yang terdapat pada lapisan kulit.
Artinya, meskipun wajah tampak mengilap, bukan berarti kulit sudah cukup terhidrasi. Kulit yang kekurangan air tetap dapat terasa kering, tertarik setelah mencuci wajah, atau tampak kusam.
Manfaat Pelembap untuk Kulit Berminyak
Menggunakan pelembap yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Membantu menjaga keseimbangan kadar air pada kulit.
- Mendukung fungsi lapisan pelindung kulit (skin barrier).
- Mengurangi rasa kering setelah mencuci wajah atau menggunakan produk jerawat.
- Membantu kulit terasa lebih nyaman sepanjang hari.
- Pada sebagian orang, dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih yang dipicu oleh kulit yang mengalami dehidrasi.
Bagaimana Memilih Pelembap yang Tepat?
Pemilik kulit berminyak sebaiknya memilih pelembap dengan karakteristik berikut:
- Bertekstur ringan, seperti gel atau lotion.
- Berlabel non-comedogenic, sehingga tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Bebas minyak (oil-free) jika sesuai dengan kebutuhan kulit.
- Mengandung bahan yang membantu menjaga hidrasi, seperti hyaluronic acid, glycerin, atau niacinamide.
Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mencoba produk secara bertahap dan memperhatikan respons kulit setelah pemakaian.
Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan
Beberapa kebiasaan berikut justru dapat memperburuk kondisi kulit berminyak:
- Tidak menggunakan pelembap sama sekali.
- Terlalu sering mencuci wajah hingga lebih dari yang diperlukan.
- Menggunakan sabun pembersih yang terlalu keras.
- Memakai terlalu banyak produk skincare sekaligus tanpa menyesuaikan kebutuhan kulit.
- Sering menyentuh atau memencet jerawat.
Merawat kulit berminyak bukan berarti menghilangkan seluruh minyak alami, melainkan menjaga keseimbangan antara produksi minyak, kelembapan, dan kesehatan lapisan pelindung kulit.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?
Jika kulit berminyak disertai jerawat yang parah, kemerahan, iritasi, atau tidak membaik meski sudah menggunakan produk yang sesuai, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Dokter dapat membantu menentukan penyebab dan memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi kulit.
Next News

Mengapa Hidung Bisa Mampet Sebelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
in 5 hours

Minuman Herbal yang Kaya Antioksidan, Apa Saja Pilihannya?
in 5 hours

Kenali Perbedaan Jamu Tradisional dan Minuman Herbal Modern
in 5 hours

Teh Chamomile dan Khasiatnya bagi Kualitas Tidur
in 5 hours

Daun Pandan Bukan Hanya Pewangi, Ini Manfaatnya jika Dijadikan Minuman
in 5 hours

Makanan yang Sebaiknya Dikurangi demi Menjaga Tekanan Darah
in 5 hours

Cara Menjaga Kulit Tetap Lembap Meski Sering Berada di Ruangan Ber-AC
in 5 hours

Benarkah Minum Air Putih Bisa Membuat Kulit Lebih Glowing?
in 5 hours

Benarkah Orang Pendiam Lebih Jeli Mengamati Lingkungan?
in 4 hours

Cara Mengenali Sifat Perfeksionis dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari
in 4 hours





