Rabu, 15 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Hidung Bisa Mampet Sebelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Liaa - Wednesday, 15 July 2026 | 12:31 PM

Background
Mengapa Hidung Bisa Mampet Sebelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasakan hanya satu lubang hidung yang terasa tersumbat, sementara sisi lainnya tetap bisa digunakan untuk bernapas dengan normal? Kondisi ini cukup umum terjadi dan sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman, terutama saat tidur atau beraktivitas.

Hidung mampet sebelah tidak selalu menandakan adanya penyakit serius. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat disebabkan oleh mekanisme alami tubuh maupun gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

1. Siklus Hidung yang Normal

Tahukah Anda bahwa hidung memiliki nasal cycle atau siklus hidung? Secara alami, aliran udara pada kedua lubang hidung tidak selalu sama. Dalam beberapa jam sekali, salah satu sisi hidung dapat mengalami pembengkakan ringan pada jaringan di dalamnya, sementara sisi lainnya bekerja lebih dominan.

Kondisi ini merupakan proses normal dan biasanya tidak disadari karena akan bergantian secara otomatis.

2. Posisi Tidur

Posisi tidur juga dapat memengaruhi saluran hidung. Misalnya, ketika tidur miring ke kanan, lubang hidung kanan terkadang terasa lebih tersumbat akibat pengaruh gravitasi terhadap aliran darah di jaringan hidung.



Biasanya, kondisi ini akan membaik setelah mengubah posisi tubuh atau bangun dari tidur.

3. Alergi

Reaksi alergi terhadap debu, bulu hewan, serbuk sari, atau tungau dapat menyebabkan peradangan pada lapisan hidung. Akibatnya, salah satu atau kedua lubang hidung dapat terasa tersumbat.

Alergi juga sering disertai gejala lain seperti bersin, hidung berair, dan mata terasa gatal.

4. Flu atau Infeksi Saluran Pernapasan

Saat terserang flu, pilek, atau infeksi virus lainnya, selaput lendir di dalam hidung dapat membengkak dan menghasilkan lendir lebih banyak.

Pada awal infeksi, sumbatan terkadang hanya terjadi pada satu sisi hidung sebelum akhirnya memengaruhi kedua sisi.



5. Sinusitis

Peradangan pada rongga sinus dapat menyebabkan hidung tersumbat yang berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa.

Selain hidung mampet, sinusitis sering disertai nyeri di sekitar wajah, sakit kepala, lendir berwarna kuning atau hijau, serta penurunan kemampuan penciuman.

6. Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan lunak yang muncul pada lapisan dalam hidung atau sinus. Jika ukurannya cukup besar, polip dapat menghambat aliran udara sehingga salah satu lubang hidung terasa tersumbat.

Polip umumnya berkembang secara perlahan dan lebih sering terjadi pada orang yang mengalami peradangan kronis pada saluran hidung.

7. Deviasi Septum

Septum adalah dinding tipis yang memisahkan lubang hidung kanan dan kiri. Pada sebagian orang, septum dapat bergeser atau bengkok, baik sejak lahir maupun akibat cedera.



Kondisi yang dikenal sebagai deviasi septum ini dapat menyebabkan salah satu lubang hidung lebih sempit sehingga terasa lebih sering tersumbat.

Cara Mengatasi Hidung Mampet Sebelah

Penanganan hidung tersumbat bergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba antara lain:

  • Menghirup uap hangat untuk membantu melegakan saluran hidung.
  • Minum air putih yang cukup agar lendir tidak terlalu kental.
  • Menggunakan larutan saline (air garam steril) untuk membersihkan rongga hidung.
  • Menghindari paparan debu, asap rokok, atau alergen jika penyebabnya adalah alergi.
  • Mengubah posisi tidur jika hidung mampet dipengaruhi oleh posisi tubuh.
  • Menggunakan obat sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika hidung mampet:

  • Berlangsung lebih dari 10–14 hari tanpa membaik.
  • Disertai demam tinggi.
  • Mengeluarkan lendir berbau atau bercampur darah.
  • Menyebabkan nyeri hebat di sekitar wajah atau kepala.
  • Mengganggu aktivitas dan kualitas tidur secara signifikan.
  • Terjadi setelah cedera pada hidung.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang sesuai.