Sabtu, 18 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Eksfoliasi Tidak Boleh Berlebihan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit

RAU - Saturday, 18 July 2026 | 05:58 PM

Background
Mengapa Eksfoliasi Tidak Boleh Berlebihan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit

Eksfoliasi atau proses mengangkat sel kulit mati menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit yang banyak dilakukan. Tujuannya adalah membantu kulit tampak lebih halus, cerah, serta mendukung penyerapan produk perawatan kulit.

Namun, tidak sedikit orang yang menganggap semakin sering melakukan eksfoliasi maka hasilnya akan semakin baik. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Eksfoliasi yang berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan kulit.

Apa Itu Eksfoliasi?

Eksfoliasi adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Proses ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Eksfoliasi fisik, menggunakan scrub, spons, atau sikat khusus.
  • Eksfoliasi kimia, menggunakan bahan aktif seperti Alpha Hydroxy Acid (AHA), Beta Hydroxy Acid (BHA), atau Polyhydroxy Acid (PHA).

Jika dilakukan sesuai kebutuhan, eksfoliasi dapat membantu menjaga tekstur kulit tetap halus dan tampak lebih segar.

Mengapa Eksfoliasi Berlebihan Tidak Dianjurkan?

Kulit memiliki skin barrier atau lapisan pelindung alami yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari bakteri, polusi, dan zat yang dapat menyebabkan iritasi.



Eksfoliasi yang terlalu sering dapat mengikis lapisan pelindung tersebut sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami gangguan.

Dampak Eksfoliasi Berlebihan

Beberapa tanda kulit mengalami eksfoliasi berlebihan antara lain:

1. Kulit Menjadi Kering

Lapisan pelindung kulit yang rusak membuat kelembapan lebih mudah menguap sehingga kulit terasa kering dan kasar.

2. Kemerahan dan Iritasi

Kulit dapat tampak memerah, terasa perih, atau panas setelah menggunakan produk eksfoliasi terlalu sering.

3. Kulit Menjadi Sensitif

Produk perawatan yang sebelumnya terasa nyaman bisa mulai menimbulkan rasa perih karena skin barrier telah terganggu.



4. Muncul Jerawat atau Bruntusan

Pada sebagian orang, kulit yang mengalami iritasi dapat bereaksi dengan munculnya jerawat atau bruntusan akibat terganggunya keseimbangan kulit.

5. Lebih Mudah Terbakar Matahari

Kulit yang baru dieksfoliasi cenderung lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV), sehingga risiko kulit terbakar akibat paparan matahari menjadi lebih tinggi jika tidak menggunakan tabir surya.

Seberapa Sering Eksfoliasi Sebaiknya Dilakukan?

Frekuensi eksfoliasi dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis kulit dan produk yang digunakan. Secara umum:

  • Kulit normal hingga berminyak: sekitar 1–2 kali per minggu.
  • Kulit kering atau sensitif: cukup 1 kali per minggu atau sesuai anjuran tenaga kesehatan maupun petunjuk produk.

Hindari menggunakan beberapa produk eksfoliasi kuat secara bersamaan, karena dapat meningkatkan risiko iritasi.

Tips Melakukan Eksfoliasi dengan Aman

Agar manfaat eksfoliasi tetap optimal, lakukan beberapa langkah berikut:



  • Pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit.
  • Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
  • Gunakan pelembap setelah eksfoliasi untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
  • Selalu gunakan tabir surya pada siang hari.
  • Hentikan penggunaan jika muncul iritasi yang berat atau berkepanjangan, lalu konsultasikan dengan dokter kulit.

Kesimpulan

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menjaga kulit tetap halus. Namun, melakukannya secara berlebihan justru dapat merusak skin barrier, menyebabkan iritasi, kulit kering, hingga meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.

Kunci mendapatkan manfaat eksfoliasi adalah melakukannya sesuai kebutuhan kulit, memilih produk yang tepat, dan selalu menjaga kelembapan serta perlindungan kulit setelahnya.