Kudis (Skabies): Penyebab Gatal yang Mudah Menular dan Cara Mencegahnya
RAU - Wednesday, 22 July 2026 | 03:00 PM


Skabies, yang lebih dikenal masyarakat sebagai kudis, merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau ini menggali terowongan kecil pada lapisan paling luar kulit untuk hidup dan bertelur, sehingga memicu reaksi alergi yang menyebabkan rasa gatal.
Meski tidak tergolong penyakit yang mengancam jiwa, skabies dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu kualitas tidur, dan mudah menular jika tidak ditangani dengan baik.
Apa Penyebab Skabies?
Penyebab utama skabies adalah tungau Sarcoptes scabiei yang berpindah dari satu orang ke orang lain.
Penularan paling sering terjadi melalui kontak kulit secara langsung dan berlangsung cukup lama, misalnya antara anggota keluarga yang tinggal serumah, pasangan, atau penghuni asrama dan panti.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan bersama barang-barang yang telah terkontaminasi, seperti pakaian, handuk, selimut, atau seprai, meskipun cara ini lebih jarang dibandingkan kontak langsung.
Gejala Skabies
Gejala utama skabies adalah rasa gatal yang biasanya semakin hebat pada malam hari.
Selain gatal, penderita juga dapat mengalami:
- Ruam atau bintik-bintik kemerahan pada kulit.
- Muncul garis-garis tipis atau terowongan kecil di permukaan kulit.
- Lecet akibat sering menggaruk.
- Luka yang dapat mengalami infeksi bakteri jika tidak dijaga kebersihannya.
Bagian tubuh yang sering terkena antara lain sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, bokong, sekitar pusar, dan area kelamin. Pada bayi dan anak kecil, ruam juga dapat muncul di telapak tangan, telapak kaki, wajah, atau kulit kepala.
Mengapa Gatal Lebih Parah pada Malam Hari?
Banyak penderita skabies mengeluhkan rasa gatal yang meningkat saat malam hari.
Hal ini diduga berkaitan dengan respons tubuh terhadap aktivitas tungau dan perubahan kondisi tubuh ketika sedang beristirahat. Selain itu, suasana yang lebih tenang pada malam hari membuat sensasi gatal terasa lebih nyata dibandingkan saat beraktivitas di siang hari.
Siapa yang Berisiko Tertular?
Skabies dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
Namun, risiko penularan lebih tinggi pada orang yang tinggal di lingkungan dengan kontak erat, seperti:
- Asrama sekolah atau mahasiswa.
- Pondok pesantren.
- Panti asuhan atau panti jompo.
- Rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.
- Rumah dengan penghuni yang padat.
Kebersihan lingkungan yang kurang terjaga juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini.
Bagaimana Cara Mengobati Skabies?
Skabies tidak akan sembuh hanya dengan menggaruk atau menggunakan salep biasa.
Pengobatan umumnya menggunakan obat antiskabies yang diresepkan oleh tenaga kesehatan, seperti krim atau losion yang dioleskan ke seluruh tubuh sesuai petunjuk penggunaan.
Selain mengobati penderita, anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah sering kali juga perlu diperiksa atau diobati secara bersamaan, meskipun belum mengalami gejala. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan berulang.
Rasa gatal dapat tetap berlangsung selama beberapa minggu setelah pengobatan berhasil karena tubuh masih bereaksi terhadap sisa tungau yang telah mati. Namun, jika gejala menetap atau semakin parah, penderita sebaiknya kembali berkonsultasi dengan dokter.
Cara Mencegah Skabies
Pencegahan skabies dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- Hindari kontak kulit yang erat dengan penderita yang belum menjalani pengobatan.
- Jangan berbagi pakaian, handuk, selimut, atau seprai.
- Cuci pakaian, sprei, dan sarung bantal menggunakan air hangat, kemudian keringkan hingga benar-benar kering.
- Jaga kebersihan lingkungan dan perlengkapan tidur.
- Segera periksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada skabies.
Benarkah Skabies Disebabkan Tubuh Kotor?
Skabies sering dikaitkan dengan anggapan bahwa penyakit ini hanya menyerang orang yang tidak menjaga kebersihan.
Faktanya, siapa pun dapat tertular skabies apabila melakukan kontak erat dengan penderita. Meski demikian, menjaga kebersihan diri dan lingkungan tetap penting untuk membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Pentingnya Penanganan Sejak Dini
Skabies yang tidak segera diobati dapat menyebar kepada anggota keluarga atau orang-orang di sekitar. Garukan yang terus-menerus juga dapat menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.
Karena itu, mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat menjadi langkah penting untuk menghentikan penularan.
Pada akhirnya, skabies atau kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dan mudah menular melalui kontak fisik yang erat. Dengan menjaga kebersihan, menghindari berbagi barang pribadi, serta menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, risiko penyebaran penyakit ini dapat dikurangi.
Next News

Apa Itu Anemia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
in 6 hours

Bagaimana Kunang-Kunang Menghasilkan Cahaya Tanpa Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 6 hours

Sejarah Permainan Congklak di Nusantara, Warisan Tradisional yang Sarat Nilai Budaya
in 5 hours

Sejarah Angklung dan Perjalanannya ke Mancanegara, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia
in 5 hours

Dari Mana Asal Usul Keju? Menelusuri Sejarah Makanan yang Telah Ada Ribuan Tahun
in 5 hours

Mengapa Garam Membantu Membersihkan Noda Membandel? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 4 hours

Mengapa Air Beras Sering Digunakan untuk Merawat Tanaman? Ini Manfaat dan Faktanya
in 2 hours

Apa yang Membuat Bunga Mengeluarkan Aroma Harum? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 2 hours

Mengapa Bunga Sering Menjadi Hadiah untuk Orang yang Kita Sayangi? Ini Maknanya
in 2 hours

Mengapa Bunga Bisa Layu Meski Sudah Disiram? Ini Penyebabnya
in 2 hours





