Kamis, 19 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Ide Menu Sahur Kilat Buat Kamu yang Hobi Telat Bangun

Tata - Saturday, 14 February 2026 | 04:10 PM

Background
5 Ide Menu Sahur Kilat Buat Kamu yang Hobi Telat Bangun

Sahur Sat-Set: Seni Bertahan Hidup dengan Menu Praktis dan Sehat

Mari kita jujur-jujuran saja. Momen paling berat di bulan Ramadan itu bukan saat menahan lapar di jam dua siang, tapi saat alarm ponsel berbunyi di jam tiga pagi. Bunyi alarm itu seringkali terdengar seperti suara tagihan utang yang menuntut untuk segera dibayar, padahal mata masih terasa seperti ditempel lem Korea. Di saat-saat kritis seperti itu, bayangan untuk memasak rendang atau opor ayam yang ribet itu murni sebuah hilal yang tidak mungkin digapai. Kebanyakan dari kita berakhir dengan dua pilihan: masak mi instan lagi (yang berujung haus luar biasa di siang hari) atau cuma minum air putih lalu tidur lagi dengan risiko perut keroncongan sebelum zuhur.

Padahal, sahur itu krusial. Sahur adalah bensin untuk mesin tubuh kita selama belasan jam ke depan. Tapi ya itu tadi, masalahnya adalah rasa mager atau malas gerak yang mencapai level maksimal. Nah, buat kamu kaum mendang-mending yang pengin tetap sehat tapi nggak mau ribet di dapur, kita butuh strategi "sat-set" alias cepat namun tetap bergizi. Jangan sampai ibadah lancar, tapi lambung malah protes karena kita terlalu abai sama nutrisi.

Transformasi Telur: Bukan Sekadar Diceplok

Kalau ada satu bahan makanan yang pantas ditaruh di hall of fame menu sahur, itu adalah telur. Murah, tinggi protein, dan masaknya nggak sampai sepuluh menit. Tapi, kalau cuma diceplok atau didadar tiap hari, lidah juga bakal mogok kerja. Biar lebih berasa "niat", cobalah buat menu Telur Ceplok Pontianak atau variasi Telur Kecap Cabai. Cukup tumis bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit sampai harum, masukkan telur ceplok, lalu siram dengan campuran kecap manis dan sedikit kecap asin. Rasanya? Gurih, manis, pedas, dan yang pasti bikin mata melek. Menu ini memberikan energi instan dari protein dan lemak sehat, plus rasa pedasnya efektif mengusir sisa-sisa kantuk.

Atau kalau kamu lagi pengin vibes yang lebih sehat, scrambled eggs alias telur orak-arik dengan potongan bayam atau tomat bisa jadi opsi. Masukkan sayuran di akhir agar teksturnya tetap dapet dan nutrisinya nggak hilang karena suhu panas yang kelamaan. Protein dapet, serat dapet, kenyang pun lebih tahan lama. Ingat, protein itu kuncinya supaya kamu nggak gampang merasa "lemas" pas lagi rapat di kantor atau kuliah pagi.

Keajaiban Tumis-tumisan: Sayur Itu Wajib, Bos!

Banyak orang melewatkan sayur saat sahur karena alasan "nggak sempat motong-motong". Padahal, serat itu ibarat rem buat pencernaan kita; dia bikin proses penyerapan makanan jadi lebih lambat sehingga kenyangnya awet. Strateginya? Lakukan food prep di malam hari atau saat akhir pekan. Potong-potong buncis, wortel, atau brokoli dan simpan di wadah kedap udara. Pas sahur, kamu tinggal lempar ke wajan.



Menu tumis buncis bawang putih atau cah kangkung itu hanya butuh waktu lima menit. Gunakan minyak sesedikit mungkin, atau kalau mau lebih sehat, gunakan olive oil atau mentega sedikit saja. Tambahkan irisan bakso atau dada ayam sebagai pelengkap. Menu ini jauh lebih baik daripada sekadar makan nasi putih dengan kerupuk. Perut yang terisi serat bakal terasa lebih "adem" sepanjang hari, mengurangi risiko sembelit yang sering jadi masalah klasik saat bulan puasa.

Overnight Oats: Solusi untuk Kaum 'Anti-Chewing' Pagi Hari

Pernah nggak sih ngerasa saking ngantuknya, buat ngunyah nasi aja rasanya malas banget? Kalau kamu termasuk tipe yang bangun mepet imsak dan ogah makan berat, Overnight Oats adalah penyelamat hidup. Ini adalah menu sahur paling "curang" karena kamu menyiapkannya sebelum tidur malam, lalu tinggal ambil di kulkas saat sahur. Tinggal campurkan oatmeal, susu (bisa susu sapi, almond, atau kedelai), sedikit madu, dan potongan buah seperti pisang atau kurma.

Oatmeal itu karbohidrat kompleks yang punya indeks glikemik rendah. Artinya, energi yang dilepaskan ke tubuh bakal pelan-pelan, nggak langsung melonjak terus anjlok. Jadi, kamu nggak bakal merasa lapar ekstrem di jam 10 pagi. Plus, menambahkan kurma bukan cuma soal sunnah, tapi juga soal asupan glukosa alami yang baik untuk otak. Rasanya dingin, segar, dan langsung bikin perut nyaman tanpa rasa begah berlebihan.

Jangan Lupakan Hidrasi yang Benar

Ini yang sering salah kaprah. Banyak orang berpikir minum air sebanyak-banyaknya pas sahur itu bagus. Padahal, kalau minumnya langsung seliter dalam satu waktu, yang ada malah kamu bakal bolak-balik ke kamar mandi dalam satu jam berikutnya. Tubuh itu punya kapasitas serap yang terbatas. Cara yang benar adalah minum secara bertahap: satu gelas pas bangun, satu gelas setelah makan, dan satu gelas sebelum imsak.

Hindari kopi atau teh yang terlalu pekat saat sahur kalau kamu tipe yang sensitif. Kafein itu bersifat diuretik, alias bikin kamu lebih sering buang air kecil. Sayang banget kan kalau cairan tubuh terbuang sia-sia cuma gara-gara segelas kopi hitam di jam empat pagi. Kalau pengin yang segar, air kelapa atau infused water dengan irisan lemon bisa jadi pilihan cerdas buat menjaga elektrolit tubuh tetap seimbang.



Pada akhirnya, sahur yang berkualitas itu nggak harus mewah. Nggak perlu piring-piring cantik ala selebgram kuliner. Yang penting adalah apa yang masuk ke perut kita bisa jadi bahan bakar yang cukup. Jangan biarkan rasa malas menang melawan kesehatanmu sendiri. Dengan menu yang praktis tapi padat nutrisi, kita nggak cuma sekadar menjalankan kewajiban, tapi juga menghargai tubuh kita yang sudah berjuang seharian. Jadi, nanti malam, mau nyiapin apa buat sahur? Ingat, pilihan ada di tanganmu, tapi masa depan perutmu ditentukan oleh apa yang kamu masak dalam waktu sepuluh menit itu.