Senin, 21 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ubur-Ubur Tak Punya Tulang, Kok Bisa Bergerak Lincah di Laut? Ini Rahasianya

Tata - Friday, 18 September 2026 | 09:40 AM

Background
Ubur-Ubur Tak Punya Tulang, Kok Bisa Bergerak Lincah di Laut? Ini Rahasianya

Ubur-Ubur: Si Paling Lentur yang Hidup Tanpa Beban (dan Tanpa Tulang)

Pernahkah kamu memperhatikan ubur-ubur saat sedang berkunjung ke akuarium raksasa atau sekadar menonton dokumenter di YouTube? Makhluk ini tampak sangat santuy. Mereka melayang-layang di air dengan gerakan yang ritmis, elegan, sekaligus misterius. Padahal, kalau kita lihat lebih dekat, tubuh mereka itu lembek banget, mirip agar-agar yang gagal setel atau plastik bening yang kena arus air.

Masalahnya begini: kita sebagai manusia sudah terbiasa berpikir bahwa untuk bisa bergerak secara terstruktur, kita butuh tulang. Tulang adalah rangka, fondasi yang menahan otot agar kita tidak berakhir jadi tumpukan daging di lantai. Tapi ubur-ubur? Mereka tidak punya tulang belakang, tidak punya tulang rusuk, bahkan tidak punya otak maupun jantung. Benar-benar definisi hidup tanpa beban yang sesungguhnya. Namun, faktanya mereka sudah ada di bumi selama lebih dari 500 juta tahun. Jauh sebelum dinosaurus muncul dan punah, ubur-ubur sudah asyik berenang di lautan.

Lalu, muncul pertanyaan besar yang bikin kita sedikit overthink: Bagaimana caranya makhluk yang 95 persen tubuhnya cuma air ini bisa bergerak dengan begitu lincah tanpa satu pun potongan tulang di tubuhnya? Mari kita bedah rahasia di balik gerakan "sat set" si ubur-ubur ini.

Rahasia di Balik Rangka Hidrostatis

Meskipun ubur-ubur tidak punya tulang keras (seperti kalsium yang kita miliki), bukan berarti mereka tidak punya sistem penyangga. Alam itu cerdas, mereka dibekali dengan sesuatu yang disebut sebagai rangka hidrostatis. Bayangkan sebuah balon yang diisi penuh dengan air. Balon itu tidak punya kerangka besi di dalamnya, tapi karena tekanan air yang ada di dalam, balon tersebut punya bentuk dan bisa membal kalau kamu tekan.

Nah, ubur-ubur bekerja dengan prinsip yang mirip. Tubuh mereka memiliki lapisan bernama mesoglea, sejenis zat seperti jeli yang berada di antara lapisan kulit dalam dan luar. Mesoglea ini sangat elastis dan berfungsi sebagai pegas alami. Ketika ubur-ubur ingin bergerak, mereka tidak menggunakan otot yang menempel pada tulang, melainkan otot-otot melingkar yang ada di sekeliling "payung" atau bel mereka.



Cara kerjanya begini: ubur-ubur akan mengontraksikan otot-otot di bagian bawah tubuhnya untuk mengecilkan volume rongga di dalam bel tersebut. Air yang terjebak di dalamnya terdorong keluar dengan cepat ke arah belakang. Sesuai hukum fisika yang pernah kita pelajari di sekolah (hukum aksi-reaksi), dorongan air ke belakang ini akan mendorong tubuh ubur-ubur ke depan. Inilah yang kita sebut sebagai jet propulsion atau mesin jet alami.

Setelah mendorong air keluar, ubur-ubur tinggal merilekskan ototnya, dan mesoglea yang elastis tadi akan mengembalikan bentuk tubuhnya ke posisi semula secara otomatis. Begitu terus berulang-ulang. Efisien banget, kan? Mereka tidak perlu repot-repot memikirkan gaya gravitasi karena air laut sudah menopang sebagian besar berat tubuh mereka.

Mesin Paling Efisien di Lautan

Ada satu fakta yang mungkin bikin para atlet renang minder. Peneliti menemukan bahwa ubur-ubur adalah salah satu perenang paling efisien secara energi di dunia. Karena mereka tidak punya beban tulang yang berat dan sistem geraknya sangat mekanis, mereka hanya menghabiskan sedikit sekali kalori untuk berpindah tempat.

Jujur saja, kita yang punya tulang lengkap saja kadang malas gerak kalau disuruh ambil remote TV yang jaraknya cuma dua meter. Sementara ubur-ubur, dengan segala keterbatasannya, bisa menempuh jarak jauh hanya dengan gerakan denyut yang konsisten. Mereka tidak mencoba melawan arus air, tapi justru menari bersamanya. Penggunaan energi yang minimalis ini memungkinkan mereka bertahan hidup di lingkungan laut yang seringkali minim nutrisi.

Bergerak Tanpa Otak: Kok Bisa?

Ini adalah bagian yang paling luar biasa. Tanpa otak pusat, bagaimana mereka tahu kapan harus bergerak atau ke mana arah tujuannya? Apakah mereka cuma pasrah terbawa arus? Ternyata tidak sepenuhnya begitu. Ubur-ubur memiliki sistem saraf yang disebut sebagai "jaring saraf" (nerve net).



Jaring saraf ini tersebar di seluruh tubuh mereka. Meskipun tidak ada "bos" yang mengatur di kepala, sel-sel saraf ini bisa mendeteksi perubahan cahaya, suhu, kadar garam, hingga gerakan air di sekitarnya. Kalau ada predator atau makanan, sensor-sensor ini akan mengirimkan sinyal listrik langsung ke otot-otot di bel mereka untuk bergerak menjauh atau mendekat. Jadi, gerakannya lebih bersifat refleks yang sangat canggih daripada hasil pemikiran yang mendalam. Benar-benar definisi hidup tanpa overthinking.

Beberapa jenis ubur-ubur bahkan punya organ sensorik bernama rhopalia yang terletak di pinggiran payung mereka. Organ ini berfungsi seperti mata sederhana untuk membedakan terang dan gelap, serta organ keseimbangan yang memberitahu mereka mana arah atas dan mana arah bawah. Jadi, meskipun mereka terlihat "planga-plongo", mereka sebenarnya sadar posisi.

Filosofi Hidup ala Ubur-Ubur

Melihat cara ubur-ubur bergerak memberikan kita perspektif baru. Kadang kita merasa bahwa untuk menjadi kuat dan tangguh, kita harus kaku dan keras seperti tulang. Tapi ubur-ubur membuktikan bahwa kelenturan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan justru adalah kunci umur panjang. Mereka tidak butuh struktur yang kaku untuk bisa menaklukkan samudera selama ratusan juta tahun.

Jadi, lain kali kalau kamu merasa sedang lelah menghadapi kerasnya hidup, mungkin kamu bisa belajar sedikit dari ubur-ubur. Hidup tidak selalu soal melawan arus dengan otot yang kuat, kadang kita cuma perlu "mengalir", mengatur tekanan dari dalam diri sendiri, dan tetap bergerak secara ritmis meski tanpa kepastian.

Kesimpulannya, ubur-ubur tetap bisa bergerak karena mereka memiliki rangka hidrostatis, elastisitas mesoglea, dan sistem saraf yang tersebar merata. Tanpa tulang, mereka justru menjadi salah satu makhluk paling efisien dan tangguh yang pernah diciptakan alam. Mereka adalah bukti nyata bahwa kecantikan dan kekuatan tidak selalu butuh kerangka yang keras, melainkan keharmonisan dengan elemen di sekelilingnya. Keren, ya?