Tanah Bisa Mengeluarkan Aroma Setelah Hujan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
RAU - Tuesday, 29 September 2026 | 06:42 PM


Ada aroma khas yang sering muncul ketika hujan baru saja turun, terutama setelah beberapa waktu cuaca terasa kering. Bau tanah yang segar tersebut begitu mudah dikenali dan bagi sebagian orang menjadi salah satu ciri khas suasana setelah hujan.
Aroma tersebut bukan sekadar bau tanah biasa. Ada sejumlah proses alami yang membuat senyawa tertentu dari permukaan tanah dan lingkungan sekitar masuk ke udara setelah terkena tetesan hujan.
1. Aroma setelah hujan dikenal sebagai petrichor
Aroma khas yang sering diasosiasikan dengan hujan memiliki istilah yang dikenal sebagai petrichor. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aroma tanah yang muncul setelah hujan, terutama ketika hujan turun setelah periode kering.
Petrichor bukan berasal dari satu zat saja. Aroma tersebut merupakan hasil perpaduan berbagai senyawa yang berasal dari tanah, tumbuhan, dan lingkungan sekitar.
Karena komposisi tanah dan kondisi lingkungan berbeda-beda, aroma setelah hujan juga dapat terasa berbeda di setiap tempat.
2. Tanah menyimpan berbagai senyawa dari tumbuhan
Selama cuaca kering, berbagai bagian tumbuhan dapat melepaskan senyawa organik ke lingkungan. Sebagian senyawa tersebut dapat menempel atau tersimpan di permukaan tanah.
Ketika hujan turun, air membantu membawa atau melepaskan senyawa tersebut sehingga sebagian dapat masuk ke udara.
Proses ini ikut berkontribusi terhadap aroma khas yang tercium setelah hujan.
3. Mikroorganisme tanah juga berperan
Tanah merupakan tempat hidup berbagai mikroorganisme. Salah satu kelompok yang berperan dalam aroma setelah hujan adalah bakteri tanah tertentu, termasuk kelompok yang menghasilkan senyawa bernama geosmin.
Geosmin memiliki aroma khas yang sering diasosiasikan manusia dengan bau tanah basah. Senyawa ini dapat terbentuk dari aktivitas mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.
Ketika hujan turun, senyawa tersebut dapat lebih mudah terlepas ke udara dan kemudian terdeteksi oleh indra penciuman manusia.
4. Tetesan hujan membantu membawa senyawa ke udara
Tetesan hujan yang jatuh ke tanah tidak hanya membasahi permukaan. Ketika tetesan mengenai permukaan tanah, terutama tanah yang berpori, dapat terbentuk gelembung udara kecil.
Gelembung tersebut kemudian pecah dan melepaskan partikel atau senyawa tertentu ke udara dalam bentuk aerosol berukuran sangat kecil.
Proses inilah yang membantu aroma dari tanah menyebar sehingga dapat tercium oleh manusia.
5. Aroma lebih mudah terasa setelah cuaca kering
Bau tanah setelah hujan sering terasa lebih kuat ketika hujan turun setelah periode kering.
Selama kondisi kering, berbagai senyawa dapat terkumpul di permukaan tanah. Ketika air hujan datang, senyawa tersebut kemudian lebih mudah dilepaskan.
Sebaliknya, setelah hujan berlangsung cukup lama atau tanah sudah sangat basah, karakter aroma yang tercium dapat berubah karena kondisi lingkungan juga sudah berbeda.
6. Tumbuhan juga dapat memberikan aroma tambahan
Selain berasal dari tanah dan mikroorganisme, senyawa dari tumbuhan di sekitar juga dapat ikut memengaruhi aroma setelah hujan.
Minyak alami dan senyawa volatil yang berasal dari daun atau bagian tumbuhan tertentu dapat berinteraksi dengan udara lembap setelah hujan.
Itulah sebabnya aroma setelah hujan di area yang banyak pepohonan atau rerumputan dapat terasa berbeda dengan aroma di lingkungan yang lebih banyak permukaan beton.
7. Kelembapan membantu aroma lebih mudah terdeteksi
Hujan meningkatkan kelembapan udara di sekitar permukaan tanah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi bagaimana senyawa beraroma berpindah dan diterima oleh hidung.
Udara yang lebih lembap juga dapat membuat aroma tertentu terasa lebih jelas bagi manusia.
Karena itu, pengalaman mencium aroma tanah setelah hujan bukan hanya dipengaruhi oleh jumlah hujan, tetapi juga oleh kelembapan, kondisi tanah, vegetasi, dan lingkungan sekitar.
8. Tidak semua hujan menghasilkan aroma yang sama
Aroma setelah hujan dapat berbeda tergantung kondisi sebelum hujan dan karakter lingkungan tempat hujan turun.
Tanah yang kering, area yang banyak tumbuhan, jenis tanah, intensitas hujan, serta lama periode tanpa hujan dapat memengaruhi senyawa yang dilepaskan.
Hujan yang turun di kawasan perkotaan juga dapat menghasilkan aroma berbeda dibandingkan hujan di area dengan tanah terbuka dan banyak vegetasi.
Next News

Mengapa Perut Bisa Berbunyi Keras Saat Lapar?
in 6 hours

Kenapa Jari Keriput Setelah Lama Berada di Dalam Air?
in 6 hours

Kenapa Kita Bisa Bersin Berkali-Kali dalam Waktu Berdekatan?
6 hours ago

Es Batu Bisa Membuat Gelas Basah dari Luar, Dari Mana Air Itu Berasal?
in 6 hours

Manfaat Cacing Tanah untuk Tumbuhan, Ternyata Penting bagi Kesuburan Tanah
in 6 hours

Bunga Matahari Mengikuti Arah Matahari, Benarkah Selalu Begitu?
in 5 hours

Nasi Baru Matang dan Nasi Dingin Punya Tekstur yang Berbeda, Apa Penyebabnya?
in 5 hours

Bayam Dimasak Terlalu Lama, Apa yang Bisa Terjadi pada Nutrisinya?
in 5 hours

Buah Sukun Tidak Memiliki Biji Seperti Banyak Buah Lain, Kok Bisa?
in 5 hours

Markisa Punya Banyak Biji, Apakah Semuanya Bisa Dimakan?
7 hours ago





