Selasa, 29 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Es Batu Bisa Membuat Gelas Basah dari Luar, Dari Mana Air Itu Berasal?

RAU - Tuesday, 29 September 2026 | 07:10 PM

Background
Es Batu Bisa Membuat Gelas Basah dari Luar, Dari Mana Air Itu Berasal?

Pernah menuangkan minuman dingin ke dalam gelas, lalu beberapa saat kemudian bagian luar gelas justru dipenuhi titik-titik air? Fenomena ini sering membuat orang bertanya-tanya dari mana air tersebut berasal.

Sekilas, air di bagian luar gelas terlihat seperti berasal dari minuman di dalamnya. Padahal, pada kondisi gelas yang masih utuh, air tersebut umumnya berasal dari udara di sekitarnya. Prosesnya berkaitan dengan suhu dan uap air.

1. Udara di Sekitar Kita Mengandung Uap Air

Udara tidak benar-benar kering. Bahkan ketika tidak terlihat, udara di sekitar kita mengandung sejumlah uap air.

Jumlah uap air tersebut berbeda-beda tergantung kondisi lingkungan. Udara yang lebih lembap biasanya mengandung lebih banyak uap air dibandingkan udara yang kering.

Ketika sebuah gelas berisi es diletakkan di ruangan, udara di sekitarnya bersentuhan dengan permukaan gelas yang dingin.



2. Permukaan Gelas Menjadi Sangat Dingin

Es batu membuat suhu minuman dan bagian gelas yang bersentuhan dengannya menjadi lebih rendah dibandingkan suhu udara di sekitarnya.

Akibatnya, permukaan luar gelas juga dapat menjadi cukup dingin. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor utama munculnya titik-titik air.

Semakin dingin permukaan gelas dan semakin lembap udara di sekitarnya, semakin mudah proses pengembunan terjadi.

3. Uap Air Mengalami Kondensasi

Ketika uap air di udara menyentuh permukaan gelas yang dingin, uap tersebut dapat berubah menjadi air dalam bentuk cair.

Proses perubahan uap air menjadi cairan ini disebut kondensasi atau pengembunan.



Awalnya, air mungkin hanya muncul sebagai titik-titik kecil. Jika proses terus berlangsung, titik tersebut dapat bergabung menjadi tetesan air yang lebih besar sehingga bagian luar gelas terlihat basah.

4. Air Itu Bukan Merembes dari Dalam Gelas

Banyak orang mengira air di luar gelas berasal dari es atau minuman yang merembes melalui dinding gelas.

Pada gelas biasa yang tidak rusak, hal tersebut bukan penjelasan utamanya. Air berasal dari uap air di udara yang berubah menjadi cair ketika menyentuh permukaan dingin.

Hal ini juga dapat dibuktikan dengan mengamati gelas kosong yang didinginkan. Jika permukaannya cukup dingin dan kondisi udara mendukung, embun tetap dapat terbentuk di bagian luar gelas.

5. Mengapa Gelas Lebih Cepat Basah Saat Udara Lembap?

Kelembapan udara sangat berpengaruh terhadap terbentuknya embun.



Ketika udara mengandung banyak uap air, lebih banyak uap air tersedia untuk mengalami kondensasi pada permukaan gelas yang dingin.

Sebaliknya, ketika udara relatif kering, jumlah uap air yang dapat mengembun lebih sedikit sehingga bagian luar gelas mungkin tidak terlalu basah.

6. Ada Suhu Tertentu yang Memicu Pengembunan

Pengembunan terjadi ketika permukaan suatu benda menjadi lebih dingin daripada titik embun udara di sekitarnya.

Titik embun adalah suhu ketika udara yang mengandung uap air mulai mencapai kondisi jenuh sehingga sebagian uap air dapat berubah menjadi cairan.

Itulah sebabnya gelas dengan minuman sangat dingin lebih mudah menghasilkan tetesan air di bagian luar dibandingkan gelas berisi minuman yang suhunya hanya sedikit lebih rendah dari suhu ruangan.



7. Fenomena yang Sama Bisa Terjadi di Banyak Tempat

Kondensasi sebenarnya bukan hanya terjadi pada gelas berisi es.

Embun pada daun di pagi hari, kaca jendela yang berkabut, serta bagian luar wadah minuman dingin merupakan contoh proses yang berkaitan dengan perubahan uap air menjadi cairan.

Jadi, air yang muncul pada bagian luar gelas merupakan contoh sederhana dari proses fisika yang berlangsung di sekitar kita setiap hari.