Selasa, 29 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Jari Keriput Setelah Lama Berada di Dalam Air?

RAU - Tuesday, 29 September 2026 | 07:39 PM

Background
Kenapa Jari Keriput Setelah Lama Berada di Dalam Air?

Pernah memperhatikan ujung jari yang berubah menjadi keriput setelah berendam, berenang, atau mencuci sesuatu dalam waktu cukup lama? Perubahan ini biasanya paling jelas terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.

Dulu, jari keriput sering dianggap terjadi karena kulit menyerap banyak air. Namun, tubuh ternyata memiliki mekanisme yang lebih kompleks untuk menghasilkan perubahan tersebut.

1. Jari Keriput Bukan Sekadar Karena Kulit Menyerap Air

Ketika tangan berada di dalam air dalam waktu lama, kulit memang berinteraksi dengan air. Namun, kerutan pada jari tidak semata-mata terjadi karena kulit mengembang akibat menyerap air.

Penelitian menunjukkan bahwa munculnya kerutan pada jari berkaitan dengan respons sistem saraf terhadap kondisi kulit yang terendam air.

Karena itu, prosesnya melibatkan pembuluh darah dan saraf, bukan hanya lapisan kulit bagian luar.



2. Pembuluh Darah di Bawah Kulit Menyempit

Saat tangan atau kaki terendam air dalam waktu tertentu, saraf yang mengatur pembuluh darah dapat memicu penyempitan pembuluh darah kecil di bawah kulit.

Penyempitan tersebut menyebabkan volume jaringan di bawah kulit sedikit berkurang. Akibatnya, permukaan kulit terdorong membentuk lipatan dan terlihat lebih keriput.

Proses ini terutama terlihat pada bagian kulit yang memiliki banyak kelenjar keringat, seperti telapak tangan dan telapak kaki.

3. Sistem Saraf Ikut Berperan

Kerutan pada jari merupakan salah satu contoh bagaimana sistem saraf otonom dapat memengaruhi tubuh tanpa kita sadari.

Sistem saraf otonom mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis, termasuk diameter pembuluh darah.



Ketika mekanisme tersebut aktif selama tangan terendam air, perubahan pada pembuluh darah dapat menyebabkan bentuk permukaan kulit berubah.

4. Tidak Semua Bagian Kulit Menjadi Keriput dengan Cara yang Sama

Kerutan akibat berada di dalam air paling mudah diamati pada jari tangan dan kaki. Bagian tersebut memiliki karakteristik kulit yang berbeda dibandingkan banyak bagian tubuh lainnya.

Telapak tangan dan kaki juga tidak memiliki folikel rambut sehingga respons permukaannya terhadap kondisi tertentu berbeda dengan kulit di bagian tubuh lain.

Itulah sebabnya jari dapat terlihat sangat keriput sementara lengan atau bagian tubuh lainnya tidak menunjukkan perubahan yang sama.

5. Kerutan Akan Hilang Setelah Tangan Kering

Jari yang keriput setelah berendam biasanya akan kembali ke kondisi semula setelah tangan dikeluarkan dari air dan dikeringkan.



Ketika tubuh kembali ke kondisi normal, pembuluh darah juga kembali ke keadaan sebelumnya sehingga bentuk permukaan kulit berangsur-angsur kembali.

Karena itu, jari keriput akibat terlalu lama berada di dalam air umumnya bersifat sementara.

6. Kerutan Ini Tidak Sama dengan Kulit Keriput karena Penuaan

Kerutan yang muncul setelah berada di dalam air berbeda dengan keriput yang berkaitan dengan proses penuaan.

Keriput akibat penuaan terjadi karena perubahan struktur kulit secara bertahap, termasuk berkurangnya kolagen dan elastisitas kulit.

Sementara itu, kerutan pada jari setelah berendam merupakan perubahan sementara yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap lingkungan.



7. Ada Fungsi yang Diduga Berkaitan dengan Pegangan di Kondisi Basah

Para peneliti juga telah mempelajari kemungkinan bahwa kerutan pada jari memiliki fungsi tertentu.

Salah satu gagasan yang banyak dibahas adalah bahwa pola kerutan dapat membantu air mengalir menjauh dari permukaan jari, sehingga mungkin membantu seseorang memegang benda dalam kondisi basah.

Namun, fungsi tersebut lebih tepat dipandang sebagai hipotesis mengenai manfaat evolusioner kerutan jari, bukan kesimpulan bahwa setiap kerutan pasti dibuat tubuh secara khusus untuk meningkatkan kemampuan menggenggam.

8. Jika Jari Keriput Tanpa Terkena Air, Perlu Diperhatikan

Jari keriput setelah berendam merupakan hal yang umum. Namun, perubahan tekstur kulit yang muncul terus-menerus meskipun tangan tidak terkena air merupakan kondisi yang berbeda.

Jika perubahan kulit berlangsung lama atau disertai rasa sakit, gatal, perubahan warna, mati rasa, atau keluhan lain, penyebabnya sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan.