Buah Sukun Tidak Memiliki Biji Seperti Banyak Buah Lain, Kok Bisa?
RAU - Tuesday, 29 September 2026 | 06:18 PM


Sukun merupakan salah satu buah tropis yang cukup mudah dikenali. Bentuknya bulat hingga lonjong, kulitnya memiliki pola seperti jaring, sedangkan bagian dalamnya mempunyai tekstur padat dan lembut setelah dimasak.
Hal yang menarik dari buah ini adalah keberadaan bijinya. Ketika sukun dibelah, kita tidak menemukan banyak biji seperti pada beberapa jenis buah lainnya. Kondisi tersebut berkaitan dengan cara tanaman sukun berkembang biak dan karakteristik varietas yang banyak dibudidayakan.
1. Sukun yang umum dimakan memang hampir tidak memiliki biji
Sukun yang biasa ditemukan untuk dikonsumsi umumnya tidak memiliki biji yang berkembang sempurna. Karena itu, bagian dalam buah lebih banyak terdiri dari daging buah.
Kondisi ini membuat sukun berbeda dari buah seperti pepaya, semangka, atau markisa yang memiliki banyak biji di bagian dalamnya.
Namun, bukan berarti semua tanaman yang berkerabat dengan sukun sama sekali tidak pernah menghasilkan biji.
2. Sukun berasal dari tanaman yang dapat berkembang tanpa biji
Tanaman sukun dapat diperbanyak secara vegetatif, salah satunya melalui tunas akar atau bagian tanaman tertentu.
Perbanyakan vegetatif memungkinkan tanaman baru memiliki sifat yang sangat mirip dengan tanaman induknya. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya karena dapat mempertahankan karakter buah yang diinginkan.
Dengan demikian, petani tidak selalu harus menunggu terbentuknya biji untuk menghasilkan tanaman sukun baru.
3. Ada jenis kerabat sukun yang memiliki biji
Sukun masih berkerabat dekat dengan kluwih atau keluwih. Keduanya termasuk dalam kelompok tanaman yang sama, tetapi memiliki karakter buah yang berbeda.
Keluwih dikenal dapat menghasilkan biji yang berkembang di dalam buah. Sementara itu, varietas sukun yang umum dikonsumsi memiliki perkembangan biji yang tidak sempurna atau tidak menghasilkan biji matang.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tanaman yang berkerabat dekat belum tentu memiliki bentuk buah dan sistem reproduksi yang sama.
4. Daging buah menjadi bagian yang paling menonjol
Karena tidak dipenuhi biji, bagian dalam sukun didominasi oleh jaringan daging buah. Setelah dimasak, teksturnya dapat menjadi empuk dan terasa mengenyangkan.
Sukun juga mengandung pati dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, buah ini sering diolah dengan cara digoreng, dikukus, direbus, atau dijadikan berbagai makanan.
Tekstur dan kandungan pati tersebut membuat sukun lebih sering diperlakukan seperti bahan pangan pokok atau camilan daripada dimakan seperti buah yang berair.
5. Sukun dapat diperbanyak dengan tunas
Salah satu cara alami tanaman sukun menghasilkan tanaman baru adalah melalui tunas yang muncul dari bagian akar.
Tunas tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman baru dan kemudian dipisahkan untuk dibudidayakan. Selain tunas akar, manusia juga dapat menggunakan teknik perbanyakan vegetatif lainnya dalam budidaya sukun.
Metode tersebut membuat karakter tanaman dapat dipertahankan tanpa harus mengandalkan biji.
6. Tidak memiliki biji bukan berarti sukun tidak bisa berkembang biak
Ketiadaan biji pada buah yang biasa dikonsumsi tidak berarti tanaman sukun tidak dapat menghasilkan keturunan.
Tanaman memiliki berbagai cara untuk berkembang biak. Pada sukun, perbanyakan vegetatif menjadi salah satu cara penting untuk menghasilkan tanaman baru.
Bagi manusia, metode ini juga memberikan keuntungan karena tanaman baru dapat memiliki karakter yang serupa dengan induknya, termasuk sifat buah yang diinginkan.
7. Bentuk tanpa biji menjadi salah satu keunggulan saat diolah
Daging buah yang tidak dipenuhi biji membuat sukun cukup praktis untuk diproses menjadi makanan.
Sukun dapat dipotong, dikukus, direbus, atau digoreng tanpa perlu mengeluarkan banyak biji terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi salah satu alasan buah ini sering digunakan sebagai bahan berbagai olahan tradisional.
Selain itu, teksturnya yang mengandung pati membuat sukun dapat memberikan rasa kenyang setelah dikonsumsi.
8. Sukun memiliki hubungan menarik dengan proses budidaya manusia
Karakter sukun yang tidak berbiji matang membuat perbanyakan vegetatif menjadi penting dalam mempertahankan tanaman tersebut.
Dalam proses budidaya, manusia dapat memilih tanaman dengan karakter buah tertentu kemudian memperbanyaknya melalui bagian vegetatif. Cara tersebut membantu mempertahankan sifat yang dianggap menguntungkan.
Jadi, sukun yang tampak sederhana sebenarnya memiliki cerita biologis yang menarik di balik buahnya yang hampir tanpa biji.
Next News

Mengapa Perut Bisa Berbunyi Keras Saat Lapar?
in 6 hours

Kenapa Jari Keriput Setelah Lama Berada di Dalam Air?
in 6 hours

Kenapa Kita Bisa Bersin Berkali-Kali dalam Waktu Berdekatan?
6 hours ago

Es Batu Bisa Membuat Gelas Basah dari Luar, Dari Mana Air Itu Berasal?
in 6 hours

Manfaat Cacing Tanah untuk Tumbuhan, Ternyata Penting bagi Kesuburan Tanah
in 6 hours

Tanah Bisa Mengeluarkan Aroma Setelah Hujan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Bunga Matahari Mengikuti Arah Matahari, Benarkah Selalu Begitu?
in 5 hours

Nasi Baru Matang dan Nasi Dingin Punya Tekstur yang Berbeda, Apa Penyebabnya?
in 5 hours

Bayam Dimasak Terlalu Lama, Apa yang Bisa Terjadi pada Nutrisinya?
in 5 hours

Markisa Punya Banyak Biji, Apakah Semuanya Bisa Dimakan?
7 hours ago





