Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Diminta Terapkan PJJ, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
RAU - Sunday, 06 September 2026 | 07:40 PM


Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta sekolah yang berada di wilayah terdampak parah erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pembelajaran daring dapat dilakukan dari rumah maupun lokasi lain yang dinilai aman. Kebijakan tersebut terutama ditujukan bagi wilayah dengan paparan abu vulkanik cukup tinggi.
Sejumlah daerah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Serang di Banten serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.
Sementara itu, sekolah yang wilayahnya masih dinilai aman untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tetap diperbolehkan menjalankan kegiatan belajar di sekolah. Namun, penerapan protokol kesehatan dan keselamatan harus diperketat.
Sekolah diminta memastikan siswa dan guru menggunakan masker, tidak melakukan kegiatan di luar ruangan, serta menjaga pintu dan jendela tetap tertutup untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Jam belajar juga dapat disesuaikan
Selain memberikan pilihan PJJ, Kemendikdasmen memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyesuaikan durasi kegiatan belajar.
Jam pembelajaran tidak harus berlangsung selama durasi normal apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga sekolah.
Para guru juga dianjurkan memasukkan materi mengenai kebencanaan dalam proses pembelajaran. Materi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami kondisi yang sedang terjadi sekaligus mengetahui langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana.
Pemda menentukan durasi PJJ
Mengenai berapa lama pembelajaran dari rumah diberlakukan, keputusan diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.
Pemerintah daerah dinilai lebih mengetahui kondisi terkini di lapangan, termasuk perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayahnya.
Abdul Mu'ti meminta pemerintah daerah yang belum mengambil keputusan untuk segera memberikan informasi kepada sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, pihak sekolah, guru, orang tua, dan siswa memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan kegiatan pendidikan selama kondisi darurat.
Belum ada laporan korban dari kalangan sekolah
Di tengah dampak erupsi, Kemendikdasmen menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari kalangan guru maupun siswa.
Tidak terdapat pula laporan kerusakan infrastruktur sekolah di wilayah terdampak, termasuk Banten dan Lampung.
Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah sebagai pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran.
Next News

Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini 11 Sasaran Pelanggaran Lalu Lintas
2 minutes ago

Bupati Palas Kawal Pengusulan Jalan Nasional Ruas Gunung Tua - Sibuhuan Sepanjang 113,02 Km
3 hours ago

Peringatan Dini Cuaca BMKG 25-26 Oktober 2026, Hujan Lebat Melanda Sejumlah Wilayah
8 hours ago

Banjir Susulan Rendam Tapteng, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi
a day ago

Sekda Tapsel Hadiri Deklarasi Tolak Narkoba, Gus Irawan Gaungkan Perang terhadap Narkoba, Judi Online dan Rentenir
a day ago

Wabup Jafar Tutup POSS Cup III Legend 2026, Aek Simotung A Legend Raih Juara Pertama
a day ago

Beras Sumut Surplus 27.633 Ton pada Oktober 2026
2 days ago

KPK Tahan 7 Tersangka Penerima Fee Proyek Kasus Korupsi Jalan Sumut
3 days ago

Sekda Tapsel Wakili Bupati Gus Irawan Apresiasi Pengabdian 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali: Berangkat ke Papua, Kembali dengan Selamat
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 23 Oktober 2026, Langkat Berpotensi Hujan Lebat
2 days ago





