Minggu, 6 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Bulog Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Stok Beras SPHP dan Harga Pangan Tetap Terkendali

RAU - Sunday, 06 September 2026 | 03:55 AM

Background
Bulog Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Stok Beras SPHP dan Harga Pangan Tetap Terkendali

SUMATERA UTARA – Perum Bulog memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan dan harga pangan dengan mengerahkan jajarannya untuk turun langsung ke sejumlah pasar di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan melalui monitoring pasar, Gerakan Pangan Murah, serta operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Selain memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga maupun gangguan distribusi.

Di Sumatera Utara, Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto bersama jajaran Bulog dari sejumlah cabang melakukan pemantauan langsung ke pasar. Salah satu perhatian utama adalah memastikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat.

Hingga 5 September 2026, penyaluran beras SPHP di Sumatera Utara tercatat mencapai 38.895 ton. Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur distribusi, termasuk pasar tradisional.

Budi Cahyanto mengatakan, ketersediaan beras SPHP akan terus dipantau dan disalurkan secara berkala. Monitoring lapangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi stok dan perkembangan harga sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh beras SPHP melalui saluran distribusi yang tersedia.



Sementara itu, secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog per 5 September 2026 berada di kisaran 4,9 juta ton.

Untuk penyaluran beras SPHP secara nasional sepanjang 2026 hingga 5 September, jumlahnya telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan sebanyak 110.000 ton beras dalam satu bulan melalui jaringan ritel modern dan pasar yang menjadi lokasi pemantauan. Jumlah tersebut terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, pemantauan pasar tidak hanya dilakukan setelah muncul laporan mengenai kenaikan harga. Menurutnya, monitoring merupakan langkah antisipatif untuk mendeteksi potensi gejolak harga sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, Bulog menggandeng Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait. Pengawasan dilakukan terhadap stok, distribusi, dan harga komoditas pangan di lapangan.



Dengan pemantauan tersebut, intervensi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan kenaikan harga yang dinilai tidak wajar. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan tekanan inflasi di berbagai daerah.