Memasuki perbatasan China, kakek-nenek asal Aceh hadapi pemeriksaan ketat
Laila - Sunday, 06 September 2026 | 10:36 AM


PADANGSIDIMPUAN – Pasangan suami istri asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), mengalami momen menegangkan ketika memasuki wilayah China dalam perjalanan overland keliling dunia dengan kendaraan pribadi.
Pasangan yang kini menetap di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, tersebut memasuki China melalui perbatasan Boten, Laos, pada 4 Agustus 2026. Setibanya di kawasan perbatasan, mobil yang mereka gunakan langsung menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas.
Faisal menuturkan, kendaraan mereka terlebih dahulu diperiksa menggunakan scanner khusus. Setelah itu, petugas melanjutkan pemeriksaan terhadap berbagai bagian mobil serta barang-barang yang mereka bawa.
Menurut Faisal, proses pemeriksaan tersebut sempat membuat mereka merasa tegang karena kendaraan diperiksa secara menyeluruh.
Selain pemeriksaan kendaraan, kendala bahasa juga menjadi tantangan tersendiri. Petugas perbatasan menggunakan bahasa Mandarin sehingga sejumlah instruksi tidak mudah dipahami oleh Faisal dan Indriati.
Beruntung, keduanya mendapatkan pendampingan dari pemandu yang disediakan agen perjalanan. Pemandu tersebut membantu menerjemahkan komunikasi sekaligus menjelaskan berbagai arahan dari petugas selama proses pemeriksaan.
Mobil yang membawa bendera Merah Putih berukuran besar juga menjadi perhatian di kawasan perbatasan. Bendera tersebut menjadi penanda identitas pasangan asal Indonesia selama melakukan perjalanan lintas negara.
Faisal menjelaskan bahwa perjalanan menggunakan kendaraan pribadi di China membutuhkan pendampingan agen perjalanan karena terdapat sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.
Layanan tersebut mencakup pendampingan perjalanan, pengurusan surat izin mengemudi China, pelat nomor kendaraan China, serta berbagai dokumen lain yang diperlukan selama perjalanan.
Untuk menekan biaya, Faisal dan Indriati memilih bergabung dalam sebuah grup perjalanan. Menurut Faisal, bepergian secara mandiri dengan menggunakan jasa agen dapat membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.
Setelah berhasil melewati pemeriksaan perbatasan, pasangan tersebut dijadwalkan menjelajahi China selama kurang lebih 25 hari. Perjalanan kemudian akan dilanjutkan menuju Kazakhstan dan sejumlah negara di kawasan Asia Tengah.
Bagi Faisal dan Indriati, pengalaman melewati perbatasan China menjadi salah satu bagian menarik sekaligus menegangkan dalam petualangan panjang mereka berkeliling dunia menggunakan kendaraan pribadi.
Next News

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
15 hours ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
16 hours ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
7 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
7 hours ago

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
a day ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
a day ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
a day ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
a day ago

Gus Irawan Ajak Warga Saipar Dolok Hole Perangi Narkoba dan Rentenir, Dorong Pengajian Jadi Kekuatan Bangkitkan Ekonomi
2 days ago

Gus Irawan Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Kekerasan Anak, dan Ketidakadilan Gender, Kunci Wujudkan Tapsel Layak Anak
2 days ago





