Kabut Asap Mulai Selimuti Sejumlah Wilayah Madina, Sumbernya Masih Belum Diketahui
RAU - Sunday, 06 September 2026 | 07:53 PM


Mandailing Natal – Sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai terlihat diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan pada Minggu (6/9) menunjukkan kondisi berkabut terjadi di beberapa kawasan, di antaranya Panyabungan, Panyabungan Timur, Siabu, Panyabungan Utara, Naga Juang, dan Hutabargot.
Kabut atau kepulan asap tersebut paling terlihat pada pagi hingga siang hari. Kondisi ini membuat udara di sejumlah lokasi tampak berkabut dan jarak pandang menjadi lebih terbatas dibandingkan biasanya.
Sumber Asap Masih Belum Dipastikan
Meski kabut asap mulai terlihat, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai sumber maupun penyebabnya.
Belum diketahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau disebabkan faktor lainnya. Karena itu, diperlukan pemantauan lebih lanjut sebelum mengaitkannya dengan kebakaran di wilayah tertentu.
Kemunculan kabut asap tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika penanganan karhutla masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera.
Karhutla Masih Jadi Perhatian di Sejumlah Provinsi
Berdasarkan laporan BNPB per 5 September 2026, terdapat enam provinsi prioritas yang masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Di wilayah Sumatera, BNPB mencatat luas lahan terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 mencapai sekitar 18.882,16 hektare.
Sementara di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan hingga 3 September 2026 tercatat sekitar 1.926,23 hektare.
Jambi juga masih menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian. Pemantauan pada 3 September 2026 mencatat adanya 266 titik panas di provinsi tersebut berdasarkan pantauan satelit BMKG.
Namun, data tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa kabut asap yang muncul di Madina berasal dari kebakaran di daerah lain.
Perlu Pemantauan Kualitas Udara
Untuk memastikan penyebab kabut asap di Madina, diperlukan pemantauan terhadap sejumlah faktor, termasuk kualitas udara, arah angin, keberadaan titik panas, serta sumber kepulan asap.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan penelusuran agar kondisi tersebut dapat diketahui secara lebih jelas. Pemantauan juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya titik api di wilayah Madina maupun paparan asap yang berasal dari daerah lain.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada apabila kondisi udara semakin memburuk. Kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara, termasuk anak-anak dan lanjut usia, dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan juga dapat menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kondisi udara mulai mengganggu kenyamanan.
Next News

Sekda Tapsel Hadiri Deklarasi Tolak Narkoba, Gus Irawan Gaungkan Perang terhadap Narkoba, Judi Online dan Rentenir
3 hours ago

Wabup Jafar Tutup POSS Cup III Legend 2026, Aek Simotung A Legend Raih Juara Pertama
4 hours ago

Beras Sumut Surplus 27.633 Ton pada Oktober 2026
18 hours ago

KPK Tahan 7 Tersangka Penerima Fee Proyek Kasus Korupsi Jalan Sumut
a day ago

Sekda Tapsel Wakili Bupati Gus Irawan Apresiasi Pengabdian 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali: Berangkat ke Papua, Kembali dengan Selamat
a day ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 23 Oktober 2026, Langkat Berpotensi Hujan Lebat
a day ago

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
2 days ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
2 days ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
2 days ago





