Rabu, 13 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Ketabo tu Sidimpuan

Satgas PRR Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ribuan Sekolah Pascabencana di Sumatera

RAU - Monday, 11 May 2026 | 09:31 PM

Background
Satgas PRR Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ribuan Sekolah Pascabencana di Sumatera

Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi perbaikan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembelajaran siswa di wilayah terdampak.

Menurutnya, percepatan revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam pembangunan kembali serta rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun membutuhkan relokasi.

Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi melalui mekanisme swakelola. Sementara itu, 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi ditangani bersama TNI AD.

Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Mei 2026, total fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi tersebut mencapai 4.922 satuan pendidikan. Meski sebagian mengalami kerusakan, seluruh sekolah dipastikan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tingkat keterlaksanaan 100 persen, baik melalui sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.



Hingga saat ini, sebanyak 3.002 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran Rp2,86 triliun. Dari jumlah tersebut, 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama senilai Rp1,9 triliun.

Secara rinci, di Aceh revitalisasi dilakukan terhadap 2.012 sekolah dengan total anggaran Rp1,98 triliun. Di Sumatera Utara, 658 sekolah direhabilitasi dengan dukungan anggaran Rp600,9 miliar. Sementara itu, di Sumatera Barat terdapat 332 sekolah yang direvitalisasi dengan alokasi dana Rp281,7 miliar.

Amran menegaskan bahwa proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan di lapangan. Sekolah yang mengalami kerusakan berat memerlukan pembangunan ulang atau relokasi sementara agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan tanpa hambatan.