Satgas PRR Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ribuan Sekolah Pascabencana di Sumatera
RAU - Monday, 11 May 2026 | 09:31 PM


Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi perbaikan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembelajaran siswa di wilayah terdampak.
Menurutnya, percepatan revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam pembangunan kembali serta rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun membutuhkan relokasi.
Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi melalui mekanisme swakelola. Sementara itu, 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi ditangani bersama TNI AD.
Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Mei 2026, total fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi tersebut mencapai 4.922 satuan pendidikan. Meski sebagian mengalami kerusakan, seluruh sekolah dipastikan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tingkat keterlaksanaan 100 persen, baik melalui sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.
Hingga saat ini, sebanyak 3.002 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran Rp2,86 triliun. Dari jumlah tersebut, 2.792 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama senilai Rp1,9 triliun.
Secara rinci, di Aceh revitalisasi dilakukan terhadap 2.012 sekolah dengan total anggaran Rp1,98 triliun. Di Sumatera Utara, 658 sekolah direhabilitasi dengan dukungan anggaran Rp600,9 miliar. Sementara itu, di Sumatera Barat terdapat 332 sekolah yang direvitalisasi dengan alokasi dana Rp281,7 miliar.
Amran menegaskan bahwa proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan di lapangan. Sekolah yang mengalami kerusakan berat memerlukan pembangunan ulang atau relokasi sementara agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan tanpa hambatan.
Next News

UPT Papenda Padangsidimpuan Gelar Razia Gabungan, Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kenderaan dan PAD
9 days ago

Pemko P.Sidimpuan Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya
15 days ago

Tapsel Raih Juara Nasional Validitas Data Pendidikan 2026, Gus Irawan Dorong Digitalisasi Menuju Zero Error
19 days ago

Dari 58 Pejabat Yang Dilantik, 3 Nama Tidak Dilantik, 1 Orang Tidak Hadir Dengan Alasan Keluarga dan 2 Orang Tidak Lulus Administrasi
20 days ago

Wali Kota Padangsidimpuan Dorong Optimalisasi Zakat ASN untuk Tekan Kemiskinan dan Angka Putus Sekolah
a month ago

Wali Kota Padangsidimpuan Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
a month ago

Walau Ada Penolakan Fraksi PDIP, Wali Kota Padangsidimpuan Tetap Terima Rekomendasi DPRD atas LKPJ TA 2025
2 months ago

Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kerja Sama Pengelolaan Parkir
3 months ago

SPPG Padangmatinggi Lestari Dihentikan Sementara Usai Temuan Roti Berjamur dalam Program MBG
3 months ago

Anas Nasution
5 months ago





