Minyakita Langka di Medan dan Deli Serdang, Harga Tembus Rp20 Ribu per Kg
RAU - Saturday, 09 May 2026 | 09:08 AM


Ketersediaan minyak goreng subsidi merek Minyakita di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan semakin terbatas. Tidak hanya langka di pasaran, harga jualnya pun mengalami lonjakan signifikan.
Di sejumlah pasar tradisional, harga Minyakita disebut telah menyentuh Rp20.000 per kilogram. Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per kilogram.
Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, menyatakan kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan konsumen maupun pedagang kecil. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok minyak goreng curah dan Minyakita mulai sulit diperoleh.
Menurut Gunawan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional. Harga CPO sempat berada di atas 1.175 dolar AS per ton sebelum bergerak turun di kisaran 1.151 dolar AS per ton.
Kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak langsung terhadap minyak goreng non-subsidi. Akibatnya, masyarakat beralih ke Minyakita yang harganya lebih terjangkau, sehingga permintaan meningkat tajam dalam waktu singkat.
Ia juga menyoroti adanya disparitas harga yang cukup lebar antara harga di lapangan dengan HET. Perbedaan ini dinilai berpotensi membuka celah praktik spekulasi dalam rantai distribusi.
Selain faktor harga global, Gunawan mengidentifikasi beberapa dugaan penyebab lain terkait berkurangnya pasokan Minyakita. Salah satunya adalah program bantuan sosial (bansos) pangan yang tengah disalurkan pemerintah, berupa beras dan minyak goreng. Penyerapan stok untuk program tersebut diduga mengurangi alokasi bagi pasar umum.
Faktor lainnya adalah efektivitas kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Ia mempertanyakan apakah terdapat perubahan dalam rasio kebijakan DMO yang berdampak pada fluktuasi pasokan di daerah.
Di samping itu, terdapat kekhawatiran bahwa kapasitas produksi Minyakita saat ini belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat yang beralih dari minyak goreng kemasan premium ke produk subsidi.
Gunawan menilai persoalan ini seharusnya dapat diurai apabila pemerintah melakukan pengawasan distribusi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia juga mendorong instansi terkait serta Bulog untuk lebih transparan dalam menjelaskan alur distribusi dan mekanisme penyaluran.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah intervensi pasar guna menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan stok tetap terjaga, terutama menjelang potensi kenaikan permintaan.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng curah di Kota Medan tercatat rata-rata Rp20.500 per kilogram. Angka ini memang sedikit turun dari sebelumnya Rp20.800 per kilogram, namun masih berada jauh di atas ekspektasi harga subsidi.
Next News

Pemkab Madina - Pasbar jajaki pembukaan jalur historis Pastap Julu - Sigantang
9 hours ago

Pasangan Lansia asal Aceh tempuh perjalanan darat dari Indonesia hingga Mekkah dan Eropa
9 hours ago

TP PKK Sumut Lakukan Supervisi HKG PKK 2026 di Tapanuli Selatan, Perkuat Program Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045
13 hours ago

OJK restrukturisasi kredit Rp17,4 triliun bagi korban bencana Sumatera
18 hours ago

Bupati Palas lantik 27 kepala sekolah TK, SD dan SMP
a day ago

Bupati Tapsel Lantik Abadi Siregar sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan
2 days ago

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Pekan Eksyar dan Digital Tapanuli 2026, Bupati Tapsel Ajak Bangkitkan Ekonomi Umat Pasca Bencana
2 days ago

Pinggir Sungai Mola Longsor, Jalan Nasional Gunungsitoli–Telukdalam Terancam Putus
2 days ago

Tahun Depan Bus Perintis Beroperasi di Palas
2 days ago

Pemprov Sumut Transfer Rp443 Miliar Dana Bagi Hasil Pajak Rokok ke 33 Kabupaten/Kota
3 days ago


