OJK restrukturisasi kredit Rp17,4 triliun bagi korban bencana Sumatera
Laila - Friday, 08 May 2026 | 04:00 PM


Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merealisasikan restrukturisasi kredit dan pembiayaan sebesar Rp17,4 triliun kepada sekitar 279 ribu rekening nasabah terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera hingga Maret 2026.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa kebijakan relaksasi tersebut diberikan kepada debitur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Sampai dengan Maret tahun ini, telah diberikan restrukturisasi kredit/pembiayaan menggunakan kebijakan relaksasi OJK sebesar Rp17,4 triliun untuk 279 ribu rekening," ujarnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5).
Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi Februari 2026 yang tercatat sebesar Rp16,3 triliun.
Kebijakan ini merupakan bagian dari perlakuan khusus OJK bagi lembaga jasa keuangan di daerah terdampak bencana, sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus untuk Lembaga Jasa Keuangan pada Daerah dan Sektor Tertentu yang Terdampak Bencana.
OJK menetapkan kebijakan restrukturisasi tersebut berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penetapan, yakni mulai 10 Desember 2025.
Kinerja Perbankan Tetap Terjaga
Dalam kesempatan yang sama, Friderica memaparkan bahwa kinerja intermediasi perbankan nasional tetap menunjukkan pertumbuhan dengan profil risiko yang terkendali.
Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh 9,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.659 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit investasi yang meningkat 20,85 persen yoy, disusul kredit konsumsi 5,88 persen yoy, serta kredit modal kerja 4,38 persen yoy.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,1 persen, sedangkan NPL net sebesar 0,8 persen. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) relatif stabil di level 8,9 persen.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 13,55 persen yoy menjadi Rp10.230 triliun, dengan pertumbuhan pada giro sebesar 21,37 persen, tabungan 8,36 persen, dan deposito 11,57 persen.
Next News

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
7 hours ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
8 hours ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
in 2 hours

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
in an hour

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
a day ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
16 hours ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
18 hours ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
a day ago

Gus Irawan Ajak Warga Saipar Dolok Hole Perangi Narkoba dan Rentenir, Dorong Pengajian Jadi Kekuatan Bangkitkan Ekonomi
2 days ago

Gus Irawan Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Kekerasan Anak, dan Ketidakadilan Gender, Kunci Wujudkan Tapsel Layak Anak
2 days ago





