Didukung Bank Dunia, BRT Bakal Jadi Primadona Transportasi Massal di Medan
Liaa - Wednesday, 06 May 2026 | 10:55 AM


Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang. Kota Medan sendiri telah ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan sistem transportasi massal tersebut.
Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menerima jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI serta perwakilan World Bank di Balai Kota Medan, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, pembangunan BRT Mebidang bukan sekadar perencanaan, melainkan bagian dari visi dan misi untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, efektif, dan terintegrasi di Kota Medan.
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas mengungkapkan bahwa saat ini Medan memiliki 60 unit bus yang telah beroperasi. Namun, untuk mengoptimalkan layanan BRT, dibutuhkan tambahan sebanyak 183 armada bus. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap dengan perhitungan yang matang agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
Ia juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perkotaan berpotensi menimbulkan kemacetan. Untuk itu, Pemerintah Kota Medan telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian guna memetakan titik-titik rawan kepadatan lalu lintas, khususnya di pusat kota.
Rico Waas berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap proyek strategis ini, mengingat BRT Mebidang merupakan proyek percontohan yang diharapkan menjadi model bagi daerah lain.
Sebelumnya, Kasubbid Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Andi Faizah Arsal, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi, Kota Medan dinyatakan siap menjadi pilot project pembangunan BRT. Pembahasan juga mencakup penajaman skema pendanaan, pembagian tanggung jawab, serta penetapan tenggat waktu pembangunan.
Perwakilan World Bank, Nupur Gupta, turut mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu pada 2027, dengan catatan peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan.
Menutup pertemuan, Rico Waas menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung proyek tersebut. Ia meminta seluruh pihak segera menyampaikan setiap kendala yang muncul agar dapat dicarikan solusi secara cepat dan tepat.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
2 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
7 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
12 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





