5,54 juta buku bacaan didistribusikan ke 24.609 sekolah di Indonesia
Laila - Friday, 31 July 2026 | 08:55 PM


KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai pendistribusian sebanyak 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Pelepasan armada distribusi buku dilakukan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, melalui prosesi pemecahan kendi di halaman PT Pura Barutama, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur PT Pura Barutama Bambang Handoko, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria.
Abdul Mu'ti menjelaskan, bantuan buku bacaan itu akan didistribusikan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.
Dari total buku yang didistribusikan, sebanyak 3.688.800 eksemplar diperuntukkan bagi jenjang SD, sedangkan 1.849.500 eksemplar dialokasikan untuk SMP. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp40,66 miliar.
Menurut Abdul Mu'ti, program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan peserta didik sebagai bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap keberadaan buku-buku tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan dasar siswa, seperti membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus memperkuat kompetensi literasi yang menjadi fondasi pendidikan.
Program bantuan buku bacaan bermutu ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita keempat yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia.
Kemendikdasmen menargetkan seluruh buku sudah diterima sekolah penerima paling lambat akhir Agustus 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain menyediakan buku cetak, pemerintah juga terus mengembangkan berbagai bahan bacaan dalam format digital dan media pembelajaran lainnya untuk melengkapi kebutuhan literasi di sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah saat ini menjalankan tiga kebijakan literasi yang saling terintegrasi, yakni menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kemampuan membaca, serta memastikan ketersediaan bahan bacaan yang memadai di sekolah.
Sementara itu, Direktur Utama Pura Group, Bambang Handoko, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada PT Pura Barutama sebagai salah satu perusahaan yang terlibat dalam proses percetakan buku bacaan bermutu untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional.
Ia berharap seluruh proses distribusi dapat berjalan lancar sehingga buku-buku tersebut sampai ke sekolah tujuan tepat waktu, tepat sasaran, dan dalam kondisi baik sehingga segera dimanfaatkan oleh para peserta didik.
Sumber: ANTARA
Next News

Kementerian PU tangani 294 titik kekeringan di seluruh Indonesia
in 6 hours

Lima kepala kejaksaan negeri di Sumut berganti, ini nama-namanya
in 6 hours

Meriahkan HUT RI ke - 81, Kementerian Agama Padang Lawas gelar berbagi kegiatan perlombaan
in 4 hours

Bupati Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD, Targetkan Satu Desa Satu PAUD di Tapanuli Selatan
4 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Hari Ini 31 Juli 2026: Mayoritas Hujan Ringan, Sebagian Berawan
7 hours ago

Presiden Prabowo targetkan persoalan sampah selesai akhir 2027
18 hours ago

Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
18 hours ago

Perkuat Sinergi Pengawasan, Kanwil DJBC Sumut Musnahkan 290 Bal Pakaian Bekas Ilegal
18 hours ago

Kemendikdasmen Pastikan Guru Non-ASN Lama Tetap Mengajar hingga Akhir 2026
18 hours ago

Prabowo Naikkan Tunjangan Kinerja Pegawai Kemhan dan Prajurit TNI
18 hours ago





