Kementerian PU tangani 294 titik kekeringan di seluruh Indonesia
Laila - Friday, 31 July 2026 | 08:59 PM


JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di sejumlah daerah di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, kementerian telah menangani 294 titik kekeringan, yang terdiri dari 180 titik di daerah irigasi dan 114 titik di kawasan permukiman.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan sebanyak 202 titik atau sekitar 68,7 persen telah berhasil ditangani, sedangkan 92 titik lainnya masih dalam proses penanganan.
Menurut Dody, pemerintah saat ini memprioritaskan pencarian sumber-sumber air baru, terutama air bawah tanah, untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian yang terdampak musim kemarau.
"Yang kita kejar sekarang adalah sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah dan mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan," ujarnya di Jakarta, Jumat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga, memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian nasional di tengah musim kemarau.
Dalam upaya menemukan sumber air baru, Kementerian PU bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan memanfaatkan teknologi isotop untuk menelusuri potensi sumber air bawah tanah. Pemanfaatan teknologi tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi.
Dari total 180 titik kekeringan di daerah irigasi, sebanyak 160 titik telah selesai ditangani, sementara 20 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Berbagai langkah darurat telah dilakukan pemerintah, di antaranya pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, peninggian tanggul sementara menggunakan sandbag, pemasangan pipa untuk meningkatkan debit air, serta pembangunan saluran irigasi tersier agar distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian yang terdampak.
Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut mampu menjaga pasokan air irigasi sehingga produktivitas pertanian tetap terpelihara dan target swasembada pangan dapat terus didukung.
Selain sektor pertanian, Kementerian PU juga menangani dampak kekeringan di kawasan permukiman. Dari 114 lokasi yang mengalami kekeringan, 42 lokasi telah selesai ditangani, sedangkan 72 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki dan memperkuat penyediaan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU menegaskan komitmennya dalam memperkuat mitigasi dampak musim kemarau melalui penyediaan sumber air, optimalisasi jaringan irigasi, serta pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan air dan ketahanan pangan nasional.
Sumber: ANTARA
Next News

Lima kepala kejaksaan negeri di Sumut berganti, ini nama-namanya
in 6 hours

5,54 juta buku bacaan didistribusikan ke 24.609 sekolah di Indonesia
in 6 hours

Meriahkan HUT RI ke - 81, Kementerian Agama Padang Lawas gelar berbagi kegiatan perlombaan
in 4 hours

Bupati Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD, Targetkan Satu Desa Satu PAUD di Tapanuli Selatan
4 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Hari Ini 31 Juli 2026: Mayoritas Hujan Ringan, Sebagian Berawan
7 hours ago

Presiden Prabowo targetkan persoalan sampah selesai akhir 2027
18 hours ago

Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
18 hours ago

Perkuat Sinergi Pengawasan, Kanwil DJBC Sumut Musnahkan 290 Bal Pakaian Bekas Ilegal
18 hours ago

Kemendikdasmen Pastikan Guru Non-ASN Lama Tetap Mengajar hingga Akhir 2026
18 hours ago

Prabowo Naikkan Tunjangan Kinerja Pegawai Kemhan dan Prajurit TNI
18 hours ago





