Jumat, 31 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Bupati Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD, Targetkan Satu Desa Satu PAUD di Tapanuli Selatan

Liaa - Friday, 31 July 2026 | 10:28 AM

Background
Bupati Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD, Targetkan Satu Desa Satu PAUD di Tapanuli Selatan

SIPIROK

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengukuhkan sebanyak 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Tapanuli Selatan dalam acara Pengukuhan Bunda PAUD yang digelar di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Kamis (30/07/2026).

Pengukuhan yang dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Asisten, Pimpinan OPD, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan, serta ratusan Bunda PAUD Desa dan Kelurahan tersebut bertujuan memperkuat peran Bunda PAUD sebagai penggerak layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa anak usia 0–6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan pembentukan karakter, kecerdasan, kesehatan, dan kepribadian anak di masa depan. Karena itu, para Bunda PAUD diminta tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan. Amanah ini memiliki konsekuensi. Setelah kembali ke desa dan kelurahan masing-masing, susunlah program untuk memajukan PAUD. Bagi desa yang belum memiliki PAUD, mari kita wujudkan secara bertahap sehingga target satu desa satu PAUD dapat tercapai," ujar Bupati.



Ia menjelaskan, Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki 212 desa dan 36 kelurahan, sehingga seluruhnya kini telah memiliki Bunda PAUD yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Untuk mengatasi keterbatasan sarana, Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama pemerintah desa memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti ruang kosong di sekolah dasar, kantor desa, kantor kelurahan, maupun bangunan pemerintah lainnya agar layanan PAUD dapat segera dibuka di desa yang belum memilikinya.

Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya. Ia mengungkapkan masih ditemukan anak-anak yang telah duduk di bangku sekolah dasar namun belum mampu membaca, menulis, dan berhitung karena tidak memperoleh pendidikan sejak usia dini.

Sebagai contoh, Bupati menyinggung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tapanuli Selatan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Saat awal program berjalan, sekitar separuh peserta didik belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Namun melalui pembelajaran intensif dengan sistem berasrama, kemampuan mereka kini meningkat secara signifikan.

Selain itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik. Salah satunya dengan menyeleksi 250 calon kepala sekolah dan mengirim 125 peserta terbaik mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan selama 10 hari di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara.



"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, fondasinya harus dibangun dari pendidikan usia dini. Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus yang bersaing di masa depan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para Bunda PAUD berperan aktif menjaga ketahanan keluarga dengan mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba dan praktik rentenir. Menurutnya, kondisi keluarga yang harmonis sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

"Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Karena itu saya mengajak seluruh Bunda PAUD menjadi teladan di tengah masyarakat, ikut memerangi narkoba, rentenir, dan berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu masa depan anak-anak kita," katanya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan pengukuhan tersebut merupakan amanah besar untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat 103 desa dan kelurahan yang belum memiliki layanan PAUD. Karena itu, ia mengajak seluruh Bunda PAUD membangun sinergi dengan pemerintah desa, PKK, Posyandu, Puskesmas, HIMPAUDI, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh akses pendidikan usia dini.



Ny. Murni juga mendorong Bunda PAUD mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, mengaktifkan Pokja Bunda PAUD di setiap wilayah, serta mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui Platform Pijar Bunda PAUD sebagai bagian dari penguatan layanan dan persiapan mengikuti apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional.

Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 325 peserta, terdiri atas 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan, 15 Bunda PAUD Kecamatan, 20 pengurus Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait.