Prakiraan Cuaca Senin 27 Juli 2026: Hujan Sedang hingga Lebat di 7 Provinsi
RAU - Monday, 27 July 2026 | 08:52 AM


BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Senin, 27 Juli 2026. Dua sirkulasi siklonik aktif di Samudra Pasifik utara Papua dan Selat Makassar memicu pembentukan sabuk perlambatan serta pertemuan angin di beberapa wilayah Indonesia. Sejumlah daerah dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di Indonesia
Pulau Sumatra
- * Udara Kabur: Jambi
- * Berawan/Berawan Tebal: Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung
- * Hujan Ringan: Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang
Pulau Jawa
- * Udara Kabur: Yogyakarta
- * Cerah Berawan: Surabaya
- * Berawan/Berawan Tebal: Serang, Jakarta, Bandung, Semarang
Pulau Bali dan Nusa Tenggara
- * Berawan/Berawan Tebal: Kupang
- * Hujan Ringan: Denpasar, Mataram
Pulau Kalimantan
- * Berawan/Berawan Tebal: Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin
- * Hujan Ringan: Samarinda
- * Hujan Petir: Tanjung Selor
Pulau Sulawesi
- * Cerah Berawan: Gorontalo, Manado
- * Berawan/Berawan Tebal: Makassar
- * Hujan Ringan: Kendari, Mamuju, Palu
Timur Indonesia
- * Asap/Kabut: Nabire
- * Cerah Berawan: Ternate
- * Berawan/Berawan Tebal: Sorong, Manokwari, Jayapura, Merauke
- * Hujan Ringan: Ambon, Jayawijaya
Berdasarkan analisis cuaca terbaru, dua sirkulasi siklonik terpantau terbentuk secara simultan di Samudra Pasifik utara Papua dan di Selat Makassar. Kedua sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua, perairan timur Filipina, sekitar Selat Makassar, hingga ke area pusat sirkulasi tersebut.
Sabuk konvergensi sekunder lainnya diprakirakan membentang di Kepulauan Simeulue, Selat Malaka, melintasi Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, perairan timur Sulawesi Tenggara, dan Laut Seram.
Sementara itu, zona konfluensi yang cukup luas terdeteksi melingkupi Laut Cina Selatan, Laut Jawa, Laut Halmahera, Laut Flores, dan Samudra Pasifik utara Papua. Penumpukan massa udara basah di sepanjang daerah sirkulasi serta sabuk konvergensi dan konfluensi ini secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan konvektif.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di berbagai wilayah Nusantara.
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat yang menempatkan wilayah-wilayah berikut
Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Kepulauan Riau
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Timur
- Sulawesi Tengah
- Papua Pegunungan
Masyarakat di daerah dianjurkan untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca seperti genangan air lokal, penurunan jarak pandang terutama di area yang diprediksi mengalami udara kabur/kabu), hingga potensi angin kencang sesaat. Pastikan selalu memperbarui informasi cuaca terverifikasi melalui website resmi BMKG di www.bmkg.go.id atau via akun media sosial resmi BMKG @info.bmkg.
Next News

Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
16 hours ago

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Prabowo Soroti Kualitas Materi dan Fisik Buku Pelajaran
16 hours ago

BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Diduga Langgar Disiplin hingga Hukum
16 hours ago

Bobby Nasution Siapkan RSUD dr M Thomsen Nias Gunungsitoli Jadi Rumah Sakit Regional Kepulauan Nias
16 hours ago

MUI Tegaskan Hukum Haram Buang Sampah ke Sungai, Serukan Aturan Tegas Lindungi Lingkungan
17 hours ago

BGN percepat pembangunan SPPG 3T targetkan rampung dalam satu minggu
12 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 7 Agustus 2026: Cek Wilayah Nias, Samosir hingga Medan
15 hours ago

Karhutla Hanguskan 2 Hektare Lahan di Tahura Bukit Soeharto, Petugas Terkendala Sumber Air
a day ago

Pemerintah perpanjang WFH ASN hingga akhir September 2026
a day ago

Istana buka pendaftaran undangan HUT Ke-81 RI mulai 5 Agustus
a day ago





