Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 300 Meter
RAU - Saturday, 25 July 2026 | 09:03 AM


LAMPUNG SELATAN,
Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya setelah beberapa hari tidak mengalami erupsi. Pada Sabtu (25/7/2026) sore, gunung api yang berada di perairan Lampung Selatan itu kembali menyemburkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan Magma Indonesia yang diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 16.52 WIB.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik. Kembalinya aktivitas erupsi ini mengakhiri periode relatif tenang Gunung Anak Krakatau yang dalam beberapa hari terakhir tidak menunjukkan letusan, meski sejumlah aktivitas kegempaan vulkanik masih terekam oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Belum Ada Indikasi Erupsi Besar
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan, erupsi yang terjadi saat ini belum menunjukkan peningkatan menuju erupsi yang lebih besar. "Erupsi sore ini masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau yang selama ini kami pantau. Hingga saat ini, belum ada parameter yang menunjukkan peningkatan signifikan menuju erupsi yang lebih besar," kata Andi, Sabtu (25/7/2026). Menurut dia, aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat bersifat fluktuatif, sehingga periode tanpa erupsi selama beberapa hari tidak serta-merta menandakan gunung tersebut telah kembali normal. "Gunung api itu dinamis. Ada kalanya aktivitas permukaan terlihat menurun, tetapi proses di dalam tubuh gunung masih berlangsung. Karena itu, seluruh data visual dan kegempaan terus kami evaluasi selama 24 jam," ujarnya. Andi menambahkan, masyarakat tidak perlu panik menyikapi erupsi yang kembali terjadi pada Sabtu sore. Baca juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Banten Siapkan Golden Time 40 Menit Evakuasi Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga selama status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG dan pemerintah," katanya.
Pertahankan Status Level III
PVMBG hingga kini masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).
Masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pelaku jasa wisata diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Sejak saat itu, Gunung Anak Krakatau tercatat beberapa kali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu bervariasi, mulai dari 100 meter hingga mencapai 400 meter di atas puncak.Salah satu erupsi tertinggi terjadi pada 9 Juli 2026 dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter.
Next News

Kapolri Ganti Waka Polda Sumut dan Kapolresta Deliserdang, Ini Namanya
18 hours ago

Penyaluran KUR Sumut Capai Rp11,92 Triliun, Tumbuh 17,73 Persen
19 hours ago

Pemprov Sumut Percepat Program Bedah Rumah 15.011 Unit pada 2026, Bantuan Capai Rp20 Juta per Rumah
10 hours ago

BGN Tutup Sementara SPPG Penyalur MBG di Medan Usai Belasan Siswa SD Diduga Keracunan
15 hours ago

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumut
a day ago

Pemkab Padanglawas Usulkan 11 Desa dan Dusun untuk Program Listrik Perdesaan
a day ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 10 Oktober 2026: 3 Wilayah Berawan, Mayoritas Hujan Ringan
2 days ago

Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
2 days ago

Gus Irawan Ungkap Jejak Intelektual Sanusi Pane, dari Bahasa Persatuan hingga Perjuangan Menjadi Pahlawan Nasional
2 days ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Jumat 9 Oktober 2026: Semua Wilayah Rata Diguyur Hujan
3 days ago





