Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kuku Bisa Mudah Patah dan Mengelupas? Ini Penyebab dan Cara Menjaganya Tetap Sehat

RAU - Thursday, 23 July 2026 | 02:31 PM

Background
Mengapa Kuku Bisa Mudah Patah dan Mengelupas? Ini Penyebab dan Cara Menjaganya Tetap Sehat

Kuku yang mudah patah atau mengelupas mungkin terlihat seperti masalah sederhana. Namun, kondisi tersebut dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman, terutama ketika kuku terbelah hingga bagian yang lebih dalam.

Kuku sebenarnya tersusun dari lapisan keratin, yaitu protein yang juga ditemukan pada rambut. Dalam kondisi normal, kuku memiliki struktur yang cukup kuat. Namun, berbagai faktor dapat membuatnya menjadi kering, rapuh, dan mudah mengalami kerusakan.

Lantas, apa saja penyebab kuku mudah patah dan mengelupas?

1. Terlalu Sering Terkena Air

Kebiasaan sering mencuci tangan atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air dapat memengaruhi kondisi kuku.

Kuku yang berulang kali mengalami kondisi basah kemudian kering dapat menjadi lebih rapuh. Perubahan kelembapan yang terus-menerus dapat membuat struktur kuku lebih mudah mengalami kerusakan.



Hal ini dapat semakin terasa jika tangan sering terpapar air dalam waktu lama.

2. Paparan Bahan Kimia

Produk pembersih rumah tangga, deterjen, dan beberapa bahan kimia lainnya dapat membuat kulit dan kuku menjadi lebih kering.

Jika tangan sering bersentuhan dengan bahan tersebut tanpa perlindungan, kuku berpotensi menjadi lebih rapuh dan mudah mengelupas.

Menggunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan bahan kimia.

3. Penggunaan Penghapus Cat Kuku Secara Berlebihan

Sebagian produk penghapus cat kuku dapat membuat kuku menjadi lebih kering, terutama jika digunakan terlalu sering.



Kondisi kuku yang kering dapat meningkatkan risiko kuku menjadi rapuh dan mudah terbelah.

Jika sering menggunakan cat kuku, penting untuk tetap memperhatikan kondisi kuku dan memberikan waktu istirahat jika kuku mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

4. Kebiasaan Menggigit atau Mengorek Kuku

Menggigit kuku atau mengorek bagian ujung kuku dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan kuku.

Kebiasaan tersebut juga dapat membuat ujung kuku menjadi tidak rata sehingga lebih mudah tersangkut dan akhirnya patah.

Selain itu, menggigit kuku dapat meningkatkan risiko masuknya kotoran dan mikroorganisme ke dalam mulut.



5. Kuku Terlalu Kering

Kuku yang kehilangan kelembapan dapat menjadi lebih rapuh.

Udara yang sangat kering, penggunaan sabun tertentu, atau paparan bahan kimia secara berulang dapat membuat kuku kehilangan kelembapan alaminya.

Menggunakan pelembap pada tangan dan area sekitar kuku dapat membantu menjaga kulit serta kuku tetap terawat.

6. Kebiasaan Menggunakan Kuku sebagai Alat

Tanpa disadari, banyak orang menggunakan kuku untuk membuka kemasan, mengorek benda, atau menggores permukaan tertentu.

Kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan pada kuku dan menyebabkan lapisan kuku terbelah atau patah.



Kuku sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti alat karena struktur kuku memang tidak dirancang untuk menahan tekanan seperti itu.

7. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kondisi kuku.

Kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, dapat berkaitan dengan perubahan pada kuku. Namun, kuku rapuh tidak selalu berarti seseorang mengalami kekurangan nutrisi.

Jika kondisi kuku terus memburuk atau disertai gejala lain, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab yang sebenarnya.

8. Kondisi Kesehatan Tertentu

Kuku yang mudah patah atau berubah bentuk terkadang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.



Beberapa masalah kesehatan, termasuk gangguan tiroid atau kondisi kulit tertentu, dapat menyebabkan perubahan pada kuku.

Namun, perubahan kuku saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Jika kuku mengalami perubahan yang menetap, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

9. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kuku dapat menyebabkan perubahan warna, penebalan, perubahan bentuk, hingga kuku menjadi rapuh.

Pada beberapa kasus, kuku juga dapat terangkat dari dasar kuku atau mengalami kerusakan yang semakin luas.

Jika perubahan kuku disertai perubahan warna atau bentuk yang tidak biasa, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.



Bagaimana Cara Mencegah Kuku Mudah Patah?

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kuku tetap kuat dan sehat.

1. Gunakan Pelembap

Oleskan pelembap pada tangan dan kuku secara rutin, terutama setelah mencuci tangan.

Perawatan ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit di sekitar kuku.

2. Gunakan Sarung Tangan

Saat mencuci piring atau menggunakan produk pembersih rumah tangga, gunakan sarung tangan untuk mengurangi paparan air dan bahan kimia.

3. Jangan Menggigit Kuku

Hindari kebiasaan menggigit atau mengorek kuku. Jika kuku terlalu panjang, potong menggunakan alat yang sesuai dan rapikan ujungnya.



4. Hindari Menggunakan Kuku sebagai Alat

Gunakan alat yang memang dirancang untuk membuka atau mengorek sesuatu agar kuku tidak menerima tekanan berlebihan.

5. Perhatikan Pola Makan

Konsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Sumber protein, sayuran, buah-buahan, serta berbagai sumber vitamin dan mineral dapat menjadi bagian dari pola makan yang baik.

6. Jangan Berlebihan dalam Perawatan Kuku

Penggunaan produk kecantikan kuku secara berlebihan dapat membuat kuku mengalami tekanan atau paparan bahan tertentu secara terus-menerus.

Berikan waktu istirahat jika kuku mulai menunjukkan tanda-tanda rapuh atau rusak.



Kapan Kuku Rapuh Perlu Diperiksakan?

Kuku yang sesekali patah biasanya bukan masalah serius. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika perubahan kuku berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kuku berubah warna secara mencolok.
  • Kuku menjadi sangat tebal atau tipis.
  • Kuku terlepas dari dasar kuku.
  • Terdapat nyeri atau pembengkakan di sekitar kuku.
  • Perubahan terjadi pada banyak kuku sekaligus.
  • Kondisi tidak membaik meskipun perawatan sudah dilakukan.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, infeksi, masalah kulit, kekurangan nutrisi, atau kondisi kesehatan tertentu.

Kesimpulan

Kuku yang mudah patah dan mengelupas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Paparan air yang berulang, bahan kimia, kuku yang terlalu kering, kebiasaan menggigit kuku, serta penggunaan kuku sebagai alat merupakan beberapa penyebab yang sering terjadi.

Di sisi lain, kuku rapuh juga dapat berkaitan dengan infeksi atau kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, perubahan kuku yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.



Menjaga kuku tetap sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan pelembap, melindungi tangan dari bahan kimia, menjaga pola makan seimbang, dan menghindari kebiasaan yang dapat merusak kuku.