Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Bau Rumah Bisa Berubah Setelah Lama Ditutup? Ini Penyebabnya

Liaa - Thursday, 23 July 2026 | 11:48 AM

Background
Mengapa Bau Rumah Bisa Berubah Setelah Lama Ditutup? Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda masuk ke rumah yang sudah lama tidak ditempati dan langsung mencium aroma yang terasa berbeda? Rumah yang sebelumnya memiliki aroma biasa dapat berubah menjadi lebih pengap, lembap, atau bahkan berbau apek setelah pintu dan jendela lama tertutup.

Perubahan aroma tersebut sebenarnya memiliki penjelasan yang cukup sederhana. Ketika sebuah rumah dibiarkan tertutup dalam waktu lama, kondisi udara dan lingkungan di dalam ruangan ikut berubah.

Lantas, mengapa rumah yang lama ditutup bisa memiliki bau yang berbeda?

1. Udara Tidak Banyak Berganti

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya sirkulasi udara.

Ketika pintu dan jendela selalu tertutup, udara di dalam rumah tidak mengalami pertukaran dengan udara dari luar secara optimal. Akibatnya, berbagai aroma dari furnitur, kain, karpet, kayu, dan bahan lainnya dapat bertahan lebih lama di dalam ruangan.



Aroma yang biasanya tidak terasa ketika rumah dihuni dapat menjadi lebih kuat setelah terperangkap dalam ruangan selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

2. Kelembapan Dapat Meningkat

Rumah yang tertutup dalam waktu lama dapat mengalami perubahan tingkat kelembapan, terutama jika berada di lingkungan dengan udara yang lembap.

Kelembapan yang tinggi dapat membuat berbagai material di dalam rumah, seperti kayu, kain, kasur, karpet, dan sofa, menyerap air dari udara.

Kondisi lembap tersebut dapat menghasilkan aroma pengap atau apek yang khas.

3. Jamur Dapat Tumbuh di Tempat yang Lembap

Kelembapan yang tinggi dan sirkulasi udara yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur.



Jamur dapat tumbuh di berbagai permukaan, terutama pada material yang lembap dan minim ventilasi. Pertumbuhannya mungkin tidak selalu langsung terlihat, tetapi dapat menghasilkan aroma khas yang sering disebut sebagai bau apek.

Area seperti sudut ruangan, belakang lemari, bawah karpet, atau dinding yang lembap perlu diperiksa jika bau tidak sedap terus bertahan.

4. Debu Menumpuk

Ketika rumah lama tidak dibersihkan, debu dapat menumpuk di berbagai permukaan.

Debu tidak hanya terdiri dari partikel tanah atau kotoran dari luar. Debu di dalam rumah juga dapat mengandung serpihan kulit, serat kain, rambut, dan partikel lainnya.

Jika bercampur dengan kelembapan, debu yang menumpuk dapat berkontribusi terhadap perubahan aroma di dalam rumah.



5. Furnitur dan Bahan Bangunan Melepaskan Aroma

Berbagai benda di dalam rumah dapat mengeluarkan senyawa yang memiliki aroma tertentu.

Furnitur kayu, cat, lem, plastik, karpet, dan bahan sintetis lainnya dapat melepaskan senyawa volatil dalam jumlah tertentu. Ketika rumah memiliki ventilasi yang buruk, senyawa tersebut dapat lebih lama berada di dalam ruangan.

Akibatnya, aroma khas dari material rumah menjadi lebih mudah tercium ketika ruangan pertama kali dibuka.

6. Kain dan Kasur Menyimpan Aroma

Benda-benda berbahan kain seperti tirai, sofa, kasur, bantal, dan karpet dapat menyerap berbagai aroma dari lingkungan sekitar.

Jika rumah ditutup dalam waktu lama, material tersebut dapat menyimpan aroma dan kelembapan. Ketika rumah kembali dibuka, bau yang tersimpan dapat terasa lebih kuat.



Itulah sebabnya rumah kosong sering kali membutuhkan waktu untuk kembali memiliki aroma yang lebih segar.

7. Saluran Air Dapat Menjadi Sumber Bau

Bau tidak sedap juga dapat berasal dari saluran pembuangan yang lama tidak digunakan.

Air yang berada di dalam perangkap saluran atau trap dapat menguap jika tidak digunakan dalam waktu lama. Jika penghalang air tersebut mengering, bau dari sistem pembuangan dapat lebih mudah masuk ke dalam ruangan.

Karena itu, jika rumah lama tidak dihuni, saluran air juga perlu diperiksa ketika rumah kembali digunakan.

8. Sisa Makanan atau Sampah yang Tertinggal

Jika ada sisa makanan, sampah, atau bahan organik yang tertinggal sebelum rumah ditutup, proses pembusukan dapat terus berlangsung.



Dalam kondisi rumah yang minim ventilasi, aroma dari proses tersebut dapat terperangkap dan menjadi lebih kuat.

Karena itu, sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama, sebaiknya pastikan tidak ada makanan mudah rusak atau sampah organik yang tertinggal.

Apakah Bau Rumah yang Lama Ditutup Berbahaya?

Tidak selalu.

Bau apek yang muncul setelah rumah lama ditutup umumnya berkaitan dengan perubahan kelembapan, sirkulasi udara, dan material yang ada di dalam rumah.

Namun, jika bau sangat menyengat dan disertai tanda-tanda seperti pertumbuhan jamur yang luas, dinding basah, kebocoran, atau masalah saluran pembuangan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.



Jamur dalam jumlah besar dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan dapat menjadi masalah bagi orang yang sensitif terhadap jamur atau memiliki gangguan pernapasan tertentu.

Cara Menghilangkan Bau Rumah Setelah Lama Ditutup

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengembalikan kesegaran udara di dalam rumah:

1. Buka Pintu dan Jendela

Biarkan udara luar masuk untuk membantu mengganti udara yang terperangkap di dalam ruangan.

Jika memungkinkan, buka beberapa jendela sekaligus agar terjadi aliran udara silang.

2. Bersihkan Seluruh Ruangan

Lakukan pembersihan menyeluruh pada lantai, dinding, meja, lemari, dan permukaan lainnya.



Jangan lupa membersihkan area yang jarang tersentuh, seperti bagian belakang furnitur dan sudut ruangan.

3. Cuci atau Jemur Kain

Tirai, sarung bantal, sprei, dan kain lainnya yang lama berada di dalam rumah sebaiknya dicuci dan dikeringkan dengan baik.

Karpet dan kasur juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak menyimpan kelembapan atau bau.

4. Periksa Sumber Kelembapan

Jika bau apek tidak kunjung hilang, periksa kemungkinan adanya kebocoran atap, pipa, dinding lembap, atau rembesan air.

Mengatasi sumber kelembapan merupakan langkah penting agar masalah bau tidak terus berulang.



5. Periksa Saluran Pembuangan

Pastikan semua saluran air berfungsi dengan baik dan tidak menjadi sumber bau.

Jika terdapat masalah pada sistem pembuangan, sebaiknya lakukan perbaikan agar bau tidak kembali masuk ke dalam rumah.

6. Gunakan Pengendali Kelembapan

Jika rumah memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, penggunaan alat pengurang kelembapan atau dehumidifier dapat dipertimbangkan.

Menjaga kelembapan dalam ruangan pada tingkat yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur dan bau apek.