Gigit Kuku Jadi Kebiasaan Anak? Orang Tua Perlu Perhatikan Hal Ini
RAU - Sunday, 06 September 2026 | 07:02 PM


Kebiasaan anak menggigit kuku sering kali dianggap sebagai perilaku sederhana yang bisa dihentikan hanya dengan mengingatkannya. Namun, jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut dapat berlangsung secara otomatis bahkan tanpa disadari oleh anak.
Dalam beberapa kondisi, anak baru menyadari bahwa dirinya sedang menggigit kuku setelah mendapat teguran dari orang tua. Jika terus terjadi, kebiasaan ini juga dapat menimbulkan masalah pada kuku maupun kulit di sekitarnya.
Karena itu, orang tua sebaiknya memahami alasan di balik kebiasaan tersebut sebelum berusaha menghentikannya.
Mengapa Anak Suka Menggigit Kuku?
Mengacu pada American Academy of Pediatrics (AAP), menggigit kuku dapat menjadi salah satu respons anak ketika menghadapi kondisi tertentu, seperti stres, rasa cemas, tegang, bosan, kesepian, maupun frustrasi.
Kebiasaan tersebut misalnya muncul ketika anak sedang menghadapi tugas yang sulit, menunggu sesuatu, berada dalam situasi baru, atau bahkan ketika sedang santai menonton televisi.
Namun, kebiasaan menggigit kuku tidak selalu menunjukkan bahwa seorang anak mengalami gangguan kecemasan atau masalah psikologis.
Perilaku tersebut juga dapat termasuk body-focused repetitive behavior (BFRB), yakni perilaku berulang yang terkadang dilakukan secara otomatis sehingga anak tidak selalu menyadarinya.
Sejumlah faktor dapat berperan dalam munculnya kebiasaan ini, termasuk kondisi psikologis dan faktor genetik.
Jangan Terburu-buru Memarahi Anak
Ketika melihat anak menggigit kuku, orang tua mungkin spontan mengatakan agar anak segera berhenti. Mengingatkan sesekali tentu tidak masalah, tetapi memarahi atau mempermalukan anak secara terus-menerus justru bukan pendekatan yang paling tepat.
Daripada hanya meminta anak berhenti, orang tua dapat mencoba mencari tahu kapan dan dalam situasi apa kebiasaan tersebut muncul.
Dengan mengenali pemicunya, anak dapat secara perlahan belajar memahami perilakunya sendiri. Orang tua juga dapat membantu mengalihkan kebiasaan tersebut ke aktivitas lain.
Misalnya, ketika anak mulai memasukkan tangan ke mulut, orang tua dapat memberikan kegiatan yang membuat tangannya tetap aktif, seperti menggambar, menggunakan benda yang aman untuk dimainkan, meremas bola lembut, atau sekadar menggenggam kedua tangan.
Pastikan Kuku Anak Tetap Pendek
Memotong kuku secara rutin juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan menggigit kuku. Kuku yang pendek menyisakan lebih sedikit bagian yang dapat digigit.
Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi kuku. Bagian kuku yang kasar atau kulit kecil yang terkelupas di sekitar kuku dapat membuat anak terdorong untuk menggigit atau mengoreknya.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Menggigit kuku sesekali belum tentu menjadi masalah. Namun, orang tua perlu memberikan perhatian lebih jika kebiasaan tersebut sampai menyebabkan luka, perdarahan, pembengkakan, infeksi, atau kerusakan pada kuku dan kulit di sekitarnya.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga dapat dipertimbangkan jika anak sudah berusaha menghentikan kebiasaan tersebut tetapi mengalami kesulitan.
Terlebih jika kebiasaan menggigit kuku muncul bersamaan dengan stres atau kecemasan yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam kondisi tersebut, dokter anak atau tenaga kesehatan mental dapat membantu mencari faktor pemicu dan menentukan pendekatan yang sesuai.
Next News

9 Makanan Bergizi yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak,
in 6 hours

Jarang Sarapan Bisa Berdampak pada Kesehatan, Ini 5 Masalah yang Perlu Diwaspadai
in 6 hours

4 Mitos Makanan yang Sering Disebut Bikin Jerawatan, Cokelat hingga Gluten
in 6 hours

5 Daun Herbal yang Disebut Berpotensi Mendukung Kesehatan Pankreas, Ada Kelor hingga Kangkung
in 6 hours

5 Makanan Kaya Vitamin D yang Baik untuk Tulang dan Sistem Imun
in 6 hours

Tak Harus Olahraga, 5 Aktivitas di Rumah Ini Ternyata Bisa Bakar Kalori
in 6 hours

5 Makanan yang Bisa Mendukung Kualitas Sel Telur dan Kesuburan Wanita
in 6 hours

11 Makanan dan Minuman yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik, Ada Kopi hingga Sambal
in 6 hours

Benarkah Kucing Indonesia Rata-rata Hanya Hidup 6 Tahun? Ini Penyebabnya
6 hours ago

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya? Pakar Ungkap Ancaman bagi Pernapasan
in 5 hours





