Minggu, 6 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jarang Sarapan Bisa Berdampak pada Kesehatan, Ini 5 Masalah yang Perlu Diwaspadai

RAU - Sunday, 06 September 2026 | 07:31 PM

Background
Jarang Sarapan Bisa Berdampak pada Kesehatan, Ini 5 Masalah yang Perlu Diwaspadai

Sarapan sering kali menjadi waktu makan yang dilewatkan. Kesibukan di pagi hari, tidak merasa lapar, hingga alasan sedang mengatur pola makan membuat sebagian orang memilih tidak makan setelah bangun tidur.

Sesekali melewatkan sarapan belum tentu menimbulkan masalah bagi semua orang. Namun, jika menjadi kebiasaan dan membuat kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan.

Sarapan yang bergizi dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi sebelum menjalani aktivitas. Berikut sejumlah masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan kebiasaan jarang sarapan:

1. Gangguan pengaturan gula darah

Asupan makanan pada pagi hari dapat membantu menyediakan energi setelah tubuh tidak mendapatkan makanan selama tidur.

Pada sebagian orang, pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi pengaturan gula darah. Dalam jangka panjang, pola hidup dan pola makan yang kurang sehat secara keseluruhan juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes tipe 2.



Namun, diabetes tidak disebabkan hanya oleh kebiasaan melewatkan sarapan. Faktor genetik, berat badan, aktivitas fisik, kualitas makanan, dan pola hidup secara keseluruhan juga berperan.

2. Masalah pada lambung

Ada anggapan bahwa tidak sarapan secara langsung menyebabkan tukak lambung. Faktanya, tukak lambung memiliki berbagai penyebab, terutama infeksi Helicobacter pylori dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid tertentu.

Meski demikian, melewatkan makan pada sebagian orang dapat membuat keluhan seperti perih, mual, atau rasa tidak nyaman di lambung lebih terasa.

Karena itu, orang yang sering mengalami keluhan lambung sebaiknya memperhatikan pola makan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika gejalanya berulang.

3. Risiko masalah pada kantong empedu

Pola makan yang tidak teratur juga dapat berkaitan dengan kesehatan kantong empedu. Kantong empedu menyimpan dan melepaskan empedu ketika tubuh membutuhkan cairan tersebut untuk membantu proses pencernaan.



Risiko batu empedu sendiri dipengaruhi banyak faktor, sehingga tidak tepat jika hanya dikaitkan dengan kebiasaan tidak sarapan.

4. Pola makan menjadi tidak teratur

Melewatkan sarapan bisa membuat sebagian orang merasa sangat lapar beberapa jam kemudian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan makan dalam porsi lebih besar atau lebih sering memilih makanan ringan.

Jika berlangsung terus-menerus dan tidak diimbangi pola makan yang seimbang, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesehatan metabolik.

5. Tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi

Bagi sebagian orang, tidak makan pada pagi hari dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga. Rasa lapar juga bisa mengganggu perhatian dan konsentrasi ketika menjalani aktivitas.

Sarapan dengan makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi di awal hari.



Jangan Asal Sarapan

Sarapan bukan berarti harus makan dalam jumlah banyak. Yang lebih penting adalah memilih makanan yang beragam dan bergizi sesuai kebutuhan tubuh.

Contohnya, sarapan dapat terdiri dari sumber karbohidrat, protein, buah atau sayuran, serta minuman yang cukup. Kebutuhan setiap orang juga berbeda, sehingga tidak ada satu menu sarapan yang wajib dikonsumsi semua orang.

Jika seseorang sering merasa lemas, pusing, mengalami keluhan lambung, atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai.