11 Makanan dan Minuman yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik, Ada Kopi hingga Sambal
RAU - Sunday, 06 September 2026 | 07:07 PM


Asam lambung yang naik ke kerongkongan atau refluks dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya makanan dan minuman yang dikonsumsi. Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, seseorang bisa mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD).
Refluks asam lambung dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti perut terasa tidak nyaman, kembung, sensasi panas di dada, hingga rasa nyeri pada bagian dada. Keluhan tersebut terkadang dapat menyerupai gejala masalah kesehatan lain.
Pola makan dan gaya hidup menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sering mengalami gejala GERD. Namun, makanan pemicu dapat berbeda pada setiap orang.
Berikut sejumlah makanan dan minuman yang pada sebagian orang dapat memicu atau memperburuk gejala refluks:
1. Gorengan
Makanan dengan kandungan lemak tinggi, termasuk gorengan, dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks.
Selain gorengan, makanan berlemak lainnya seperti keripik, kentang goreng, dan daging yang tinggi lemak juga perlu diperhatikan.
2. Makanan Pedas
Sambal dan makanan bercita rasa pedas dapat memperburuk sensasi panas pada saluran pencernaan bagi sebagian orang.
Kandungan capsaicin pada cabai dapat menimbulkan rasa terbakar dan pada orang tertentu dapat memperburuk keluhan refluks.
3. Nanas
Nanas memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Pada sebagian orang yang sensitif, konsumsi buah ini dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada lambung atau gejala refluks.
4. Jeruk
Buah-buahan sitrus seperti jeruk memiliki kandungan asam yang dapat memperburuk gejala pada orang yang sensitif terhadap makanan asam.
Karena itu, penderita GERD yang merasa gejalanya muncul setelah mengonsumsi jeruk dapat mempertimbangkan untuk membatasi konsumsinya.
5. Tomat
Tomat juga termasuk makanan yang memiliki sifat cukup asam. Produk olahan tomat, terutama yang dikombinasikan dengan bahan lain yang dapat memicu refluks, juga dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.
6. Kopi
Kopi merupakan salah satu minuman yang sering dikaitkan dengan munculnya gejala refluks pada sebagian orang.
Kandungan kafein dapat memengaruhi fungsi katup antara kerongkongan dan lambung pada sebagian individu. Karena itu, orang yang merasa gejala GERD muncul setelah minum kopi sebaiknya memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya.
7. Minuman Bersoda
Minuman berkarbonasi dapat membuat perut terasa penuh atau begah. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks.
8. Cokelat
Cokelat mengandung lemak serta senyawa tertentu yang pada sebagian orang dapat memengaruhi fungsi katup esofagus. Akibatnya, gejala refluks bisa lebih mudah muncul.
9. Mint
Produk yang mengandung mint, termasuk teh peppermint, dapat menjadi pemicu bagi sebagian orang yang mengalami GERD. Mint dapat memengaruhi otot katup antara lambung dan kerongkongan sehingga refluks lebih mudah terjadi pada individu tertentu.
10. Bawang Bombay
Bawang bombay dapat menimbulkan gas dan rasa tidak nyaman pada pencernaan pada sebagian orang. Bagi mereka yang sensitif, konsumsi bawang bombay juga dapat berkaitan dengan munculnya gejala refluks.
11. Cuka Apel
Cuka apel memiliki sifat asam sehingga penggunaannya perlu diperhatikan, terutama oleh orang yang sudah memiliki keluhan refluks. Konsumsi dalam bentuk yang terlalu asam dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada kerongkongan.
Perhatikan Makanan Pemicu Secara Individual
Perlu diketahui bahwa tidak semua makanan tersebut pasti menyebabkan asam lambung naik pada setiap orang. Respons tubuh terhadap makanan bisa berbeda-beda.
Karena itu, orang yang sering mengalami refluks dapat memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi serta mencatat apakah muncul keluhan setelahnya.
Mengenali pemicu secara individual dapat membantu menentukan makanan apa yang sebaiknya dibatasi. Jika gejala refluks sering muncul, berat, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Next News

Mengapa Mie Ayam yang Sudah Dingin Cenderung Menggumpal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
18 hours ago

Gelembung di Permukaan Kolam Bisa Menjadi Petunjuk Adanya Gas yang Terlepas
18 hours ago

Warna Hijau pada Air Tidak Selalu Menandakan Air Tersebut Bersih, Ini Penjelasannya
18 hours ago

Panorama Gurun Tidak Selalu Berwarna Cokelat, Ada yang Memiliki Nuansa Merah
18 hours ago

Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
18 hours ago

Mengapa Gelas Kaca Terkadang Mengeluarkan Bunyi Nyaring saat Diisi Air? Ini Penjelasannya
18 hours ago

Gelas Kaca Bisa Pecah saat Dituangi Air Panas, Ini Penyebabnya
18 hours ago

Mengapa Tulisan di Cermin Terlihat Terbalik dari Kiri ke Kanan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago

Pemandangan Sawah Bertingkat Menunjukkan Cara Manusia Beradaptasi dengan Alam
19 hours ago

Mengapa Pemandangan Pegunungan Terlihat Berlapis saat Dilihat dari Kejauhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





